
“Buka matamu baik-baik!!”
Heilong menunjuk ke arah bawah dengan menggunakan pedang yang ada di tangannya.
Dark Etheroz yang tak mengerti dengan maksud ucapan Heilong sebelumnya yang mengatakan jika dirinya saat ini masuk ke dalam perangkap yang telah ia siapkan, seketika mengalihkan pandangannya ke arah bawah dan melihat sebuah formasi besar berukuran raksasa yang sebanding dengan luas Benua Tengah.
...“Teknik Pedang Tujuh Bintang — Domain Dewa pedang.”...
Domain Dewa Pedang adalah jurus ke enam dalam kitab Pedang Tujuh Bintang. Selama ini Heilong belum pernah menggunakan jurus ini dalam sebuah pertarungan karena jurus ini terlalu menguasai energi bahkan untuk seorang kultivator tingkat God sekalipun.
Namun, sekarang berbeda. Sebab, dirinya saat ini sudah berhasil melewati Tingkat God dan menebus tingkat Divine God. Jadi, cadangan Qi kosmik yang ada di dalam dantian sudah mampu menanggung beban dari jurus ini.
Seketika, sebuah medan pelindung raksasa langsung menutupi seluruh wilayah Benua Tengah dan menyegel dari Dunia Luar. Ribuan pedang berukuran raksasa pun tiba-tiba muncul dari dalam tanah dan menjulang ke langit seakan-akan ingin menebusnya.
Saat ini, kondisi di Benua Tengah bagaikan sebuah dunia kecil dengan hukum pedang yang begitu kuat. Bahkan, hukum pedang itu juga mempengaruhi serta menyatu dengan energi alam yang ada di tempat ini.
Semua jurus pedang yang dilepaskan di dalam domain dewa pedang akan memiliki kekuatan yang berlipat ganda dan keuntungan itu hanya bisa dinikmati oleh Heilong yang merupakan pemegang kekuasaan penuh di dalam Domain ini.
Heilong lalu semua kekuatan elemen yang ia miliki ke dalam pedang penjaga surga dan membuat pedang pusaka itu memancarkan tekanan yang begitu dahsyat.
__ADS_1
Dark Etheroz mengernyitkan kening dan berpikir keras untuk melarikan diri dari domain dewa pedang ini. Sebab, domain dewa pedang ini tidak hanya mengunci gerakannya saja. Tapi, aliran Qi kosmik yang ada di dalam tubuhnya pun juga ikut ditekan sehingga ia tidak dapat menggunakan Qi dengan stabil. Jika, Heilong benar-benar menyerang dirinya dalam keadaan seperti ini, maka mustahil bagi dirinya untuk menghindar.
Heilong mulai bergerak dengan kecepatan yang melebihi cahaya dan tiba di samping Dark Etheroz hanya dalam hitungan satu nafas saja.
Dark Etheroz terlihat sedikit panik saat merasakan kehadiran Heilong tepat di sampingnya. Namun, ia berusaha untuk tetap fokus dan segera mengerakkan pedangnya ke arah kiri untuk menyerang Heilong.
Entah kenapa Dark Etheroz merasakan ancaman yang begitu besar dari Heilong yang sekarang. Padahal mereka berdua saat ini berada di tingkat yang sama yaitu Divine God.
“Apakah kau pikir aku akan takut dengan jurus rahasiamu itu? Domain dewa pedang atau apapun itu sama sekali tidak akan mampu menekanku!” seru Dark Etheroz geram.
Dark Etheroz meledakkan semua energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya untuk mengatasi pengekangan dari domain dewa pedang. Dan, usahanya tampaknya membuahkan hasil. Sebab, pergerakan Dark Etheroz mulai berangsur-angsur pulih layaknya seekor Beast yang terlepas jadi belenggu sebuah rantai.
Energi kegelapan yang begitu kuat melesat ke arah Heilong dalam bentuk bayangan sebuah pedang berukuran raksasa. Setiap tempat yang dilalui bayangan pedang hitam itu akan langsung berubah menjadi hitam seolah-olah tercelup dalam tinta hitam.
Heilong menyipitkan matanya dan menyeringai saat melihat serangan Dark Etheroz semakin dekat ke arahnya. Ia seolah-olah meremehkan serangan kekuatan penuh yang baru saja dilepaskan oleh Dark Etheroz.
Tanpa banyak bicara, ia mulai melakukan gerakan jurus pedang yang memancarkan kekuatan hukum pedang tingkat tinggi.
...“Teknik Pedang Tujuh Bintang — Perisai Seribu Pedang.”...
__ADS_1
Ribuan pedang berukuran raksasa melesat turun dari langit dan berbaris dengan rapi di sekeliling Heilong membentuk sebuah lingkaran.
Dinding yang tercipta dari barisan pedang berukuran raksasa ini lebih kuat daripada dinding es yang sering digunakan Heilong. Sebab, di dalam dinding pedang ini terdapat kekuatan dari elemen logam.
Boom ...
Serangan Dark Etheroz akhirnya menghantam perisai pertahanan yang baru saja dibuat Heilong dan hanya menimbulkan suara ledakan disertai dengan getaran kecil.
“Sial! Ternyata teknik pertahanan yang tercipta dari kekuatan hukum pedang itu lebih kuat dari pada pertahanan yang dimiliki oleh cangkang kura-kura Divine Beast Genbu. Tampaknya aku harus meminjam kekuatan dari Dunia Bawah jika ingin menghancurkan pertahanan itu,” gumam Dark Etheroz menatap tajam ke arah perisai pelindung yang ada di hadapannya.
Dark Etheroz lalu menancapkan pedang pusaka miliknya ke atas permukaan tanah sambil membaca sebuah mantera dengan bahasa iblis kuno.
Seketika, tanah tempat ia berpijak langsung berubah menjadi hitam pekat lebih gelap dari malam. Aura energi kegelapan pun memancar dengan kuat dari dalam tanah. Padahal area ini seharusnya masih berada di dalam wilayah yang dikuasai oleh domain dewa pedang.
“Apa yang sebenarnya terjadi di luar sana?” Heilong mengerutkan kening saat merasakan perubahan yang begitu besar di dalam domain dewa pedang miliknya. Namun, ia harus tetap mempertahankan domain dewa pedang ini agar dampak pertarungan mereka berdua tidak menghancurkan Planet Dreamland.
“Haha … Sampai kapan kau akan terus bersembunyi di seperti seekor kura-kura! Aku ingin lihat apakah pertahananmu itu mampu menahan kekuatan dari Dunia Bawah.”
Dark Etheroz langsung mencabut pedang pusakanya dan meleset terbang ke langit. Ia menatap perisai pedang milik Heilong dengan remeh sebelum menebaskan pedangnya.
__ADS_1
...“Tebasan Neraka Kegelapan.”...