LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 268 SERANGAN TERAKHIR


__ADS_3

Kobaran api yang begitu dahsyat dan suhunya terus naik, mengelilingi Bianca yang berdiri dengan tenang dan sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda ingin melarikan diri walaupun ia merasa telah terjatuh ke dalam neraka.


Bianca menyadari bahwa ia tidak akan mungkin bisa melarikan diri dari kobaran api yang begitu dahsyat ini karena selain suhunya yang sangat tinggi, hampir seluruh area pertarungan mereka yang berjarak sekitar dua puluh kilometer telah sepenuhnya tertutup oleh kobaran api ini. Jadi, ia lebih memiliki untuk membuat sebuah medan pelindung di sekitar tubuhnya untuk menahan hawa panas yang ada di tempat ini sementara waktu sambil mencari celah untuk melakukan serangan balasan.


Nero menatap tajam dan tersenyum remeh saat melihat Bianca yang sama sekali tak bisa berkutik di tengah-tengah kobaran api hitam. “Masih belum terlambat jika kau ingin menyerah. Lupakanlah manusia itu dan hidup denganku di Dunia Bawah bersama para Iblis, maka keselamatanmu akan terjamin.”


“Huph!! Lebih baik aku mati di dalam kobaran api ini daripada hidup bersama dengan para iblis.” Bianca akhirnya menemukan sedikit celah untuk melakukan serangan saat ia melihat ke langit. Entah kenapa Kobaran api hitam ini tidak hanya setinggi sepuluh meter saja dan tidak dapat bertambah lagi padahal tubuh Naga Nero memiliki tinggi dua puluh meter.


'Ternyata begitu! Sepertinya hukum dunia yang ada di Planet Dream ini telah menekan kekuatan yang dimiliki oleh kobaran api hitam ini.' Bianca melihat bahwa ada kabut energi alam sangat tebal di ujung kobaran api hitam itu seakan-akan ingin menenggelamkannya ke dasar permukaan tanah.


Bianca tentu saja tak akan melewatkan kesempatan sebaik ini, ia lalu membuat sepasang sayap yang terbuat dari energi api lalu melesat ke langit dengan kecepatan cahaya.


...“Tanduk Unicorn Menembus Bumi.”...


Duar ...


Aura energi petir yang sangat kuat seketika menyelimuti tanduk unicorn yang ada di kepala Bianca dan menarik semua petir surgawi yang ada di langit untuk turun dan bertarung bersamanya memusnahkan para iblis.


Bianca lalu terbang menukik tajam ke arah dada Nero dan mengarahkan tanduk unicorn miliknya tepat dimana jantung naga berada.

__ADS_1


Boom ...


Nero merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa saat Bianca terbang menembus tubuhnya dan menghancurkan jantung naga miliknya dengan kekuatan elemen petir yang membuat segala sesuatu yang ada di sekitar jantung naga juga ikut meledak.


“Dadaku rasanya sakit sekali! Tidak kusangka menyimpan kekuatan energi petir yang begitu dahsyat di dalam tanduknya. Untung saja dia tidak tahu bahwa Naga Eternal tidak hanya memiliki satu jantung Naga. Kalau tidak, ia pasti akan mengincar kedua jantung Naga milikku,” gumam Nero lirih sambil memegangi dadanya yang masih meninggalkan bekas luka cukup dalam.


Nero lalu mengalirkan energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya untuk menyebutkan semua luka yang ada di dalam tubuhnya. Namun, ia tidak dapat mengembalikan bagian tubuh yang telah hancur berkeping-keping ataupun menghilang. Akan tetapi, Nero sama sekali tidak terlihat cemas karena Ras Naga Eternal memiliki keistimewaan dalam jumlah bagian-bagian tubuh yang dianggap penting.


Dari kejauhan, Bianca mengamati apa yang sedang dilakukan Nero sambil mengisi cadangan Qi kosmik yang ada di dalam dantiannya kerena yakin bahwa serangannya yang barusan hanya akan meninggalkan bekas luka yang cukup para di tubuh Nero, tapi tidak akan mungkin bisa membunuh Naga pengkhianat itu. Karena itu, ia masih harus menyiapkan serangan akhir untuk menyelesaikan duel ini dan mengambil gelar Raja Api terkuat.


Nero kembali berdiri dengan gagah setelah luka-luka yang ada di dadanya berhasil disembuhkan, dia kemudian mengunakan ekor naga miliknya dan menggunakannya sebagai cambuk untuk menyerang Bianca yang sedang mengisi Qi kosmik.


...“Cambuk Bayangan Ekor Naga.”...


**


Para prajurit Kerajaan Blue Dragon dan para anggota Klan Naga Langit yang tidak sengaja melihat ke arah tempat pertarungan antara Bianca melawan Nero, menjadi cemas karena tidak ada satupun dari mereka yang dapat mengikuti gerakan cambukan ekor naga. Kecuali Raja Api Lilla yang memang telah mencapai Lapis God.


Namun, Raja Api Lilla saat ini telah memfokuskan konsentrasinya untuk bertarung melawan Naga Hitam raksasa yang tiba-tiba mengamuk tak terkendali saat Long Yuyin dan Shen Ai Zhi turun ke medan perang.

__ADS_1


Apalagi kekuatan tempur yang dimiliki Naga Hitam raksasa ini setingkat dengan para Jenderal Iblis jadi Raja Api Lilla terpaksa harus bertarung dengan kekuatan penuh dan sama sekali tidak membiarkan konsentrasinya terganggu dengan hal-hal yang ada di sekitarnya.


**


...“Mata Cahaya.” ...


Bianca segera menggunakan teknik rahasia yang dimiliki oleh Ras Unicorn untuk mengikuti kecepatan gerakan ekor naga milik Nero. Teknik rahasia mata ingin sangatlah kuat karena umumnya hanya digunakan untuk mendeteksi keberadaan para iblis tingkat tinggi yang bersembunyi di dalam kegelapan dan teknik rahasia ini diajarkan langsung oleh Divine Beast Shen Long kepada leluhur Ras Unicor.


Berkat bantuan dari teknik mata cahaya, Bianca dapat menentukan di mana posisi ekor naga yang asli dan menghindari setiap serangan ke arahnya.


“Sekarang adalah giliranku menyerang. Pergilah ke pintu gerbang akhirat!!” seru Bianca dengan suara lantang.


...“Badai Petir Api Memecah Neraka.” ...


Bianca segera meledakkan semua energi api dan petir yang tersisa di dalam tubuhnya. Ini adalah serangan terakhir yang telah disiapkan oleh Bianca dan menjadi penentu dalam duel kali ini karena setelah ia menggunakan serangan ini maka semua Qi kosmik yang ada di dalam dantian akan benar-benar habis. Jadi, jika Nero bisa selamat dalam serangan ini maka dirinya 'lah yang akan kalah.


Hujan badai petir api yang sangat dahsyat pun turun dari langit dan menghujani area tempat pertarungan mereka berdua.


Setiap kali petir api menyambar ke permukaan tanah, maka tanah itu akan langsung berguncang dan meninggalkan lubang yang begitu dalam serta jejak-jejak kebakaran.

__ADS_1


Nero merasa kesulitan untuk menghindari sambaran-sambaran petir api yang turun dari langit ini. Sebab, selain kekuatannya yang begitu mengerikan, arah dari serangan sambaran petir api ini juga tidak beraturan dan menyerang dari segala arah.


Kali ini, Nero bagaikan seekor semut yang terjebak dalam kubangan lumpur. Ia hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik naga miliknya karena ia tidak mungkin bisa menghancurkan langit yang menjadi pusat dari sambaran petir api ini.


__ADS_2