LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 176 DIA ADALAH ADIKKU


__ADS_3

Dugaan Dewi Bulan Ungu ternyata benar. Gremlin selama ini memang masih menyimpan dendam pada semua makhluk yang hidup di Dunia Atas dan Dunia Tengah atas kematian sahabatnya itu. Untung saja ia tidak memilih untuk mengembalikan kekuatan Gremlin terlebih dahulu, jika tidak maka semua makhluk hidup yang ada di Alam Gaib ini akan segera dibantai oleh Gremlin.


“Tenangkan dulu amarahmu! Bukankah kau sebelumnya telah berjanji padamu untuk tetap tenang setelah aku mengembalikan ingatanmu? Apakah seorang Divine Beast sepertimu akan menarik ucapannya kembali?” ucap Dewi Bulan Ungu mengingatkan.


“Jangan coba-coba mengingatkan apa yang telah aku janjikan jika kalian sendiri tidak dapat menempati janji!! Andai saja kalian para Dewa mau menepati janji perdamaian yang telah kalian sepakati dengan bangsa iblis, maka hal seperti ini tidak akan pernah terjadi,” balas Gremlin dengan nada penuh amarah.


“Bukan para dewa yang melanggar perjanjian. Tapi, ada seekor iblis yang menyamar menjadi seorang Dewa untuk merusak perjanjian itu.”


Suara seorang wanita yang terdengar sangat anggun tiba-tiba muncul dari langit diikuti dengan tekanan energi kegelapan yang sangat kuat. Tapi, sama sekali tidak ada jejak keberadaan hawa iblis pada aura energi kegelapan yang memancar dari tubuh wanita.

__ADS_1


“Lambda!!” seru Gremlin mengenali siapa sosok yang datang ke tempat ini.


“Ya! Ini aku. Sudah lama kita tidak bertemu,” jawab Divine Beast Lambda saat mendarat di depan Gremlin.


Heilong dan semua orang yang hadir di tempat ini langsung memberikan hormat pada Divine Beast Lambda, kecuali Gremlin. Divine Beast Lambda pun membalas salam mereka semua dengan ramah dan meminta mereka semua untuk sedikit menjauh dari tempat Gremlin berdiri.


“Grrr … Ada urusan apa kau datang ke tempat ini!! Apakah kau ingin menghentikanku lagi? Aku peringatkan! Meskipun kekuatanku belum pulih sepenuhnya, tapi kau tidak akan bisa menang dengan mudah saat bertarung melawanku.”


Namun, Divine Beast Lambda tidak terganggu sedikit pun dengan hawa membunuh itu dan tetap tenang. Ia lalu mengeluarkan sebuah mahkota dengan motif serigala salju di tengahnya. “Apakah kau mengenal benda ini?”

__ADS_1


Gremlin mengerutkan kening dan aura yang memancar dari tubuhnya menjadi semakin kacau. “Itu adalah mahkota milik Zhi Qing. Dari mana kau mendapatkan benda itu? Cepat kembalikan padaku!!”


“Kenapa aku harus memberikan mahkota ini padamu?” balas Divine Beast Lambda dingin.


“Karena Zhi Qing adalah sahabatku!” jawab Gremlin dengan tatapan tajam seolah-olah ingin menerkam Divine Beast Lambda.


“Sepertinya kau tidak tahu kalau Zhi Qing adalah adikku. Kami berdua adalah saudara tiri beda ibu. Tapi, setelah melihat dekatnya hubunganmu dengan Zhi Qing, maka aku bersedia meminjamkan mahkota ini sebenartar,” balas Divine Beast Lambda sambil menyerahkan mahkota yang ada di tangannya ke Gremlin.


Amarah Gremlin mulai mereda saat menerima mahkota itu. Hawa membunuh yang memancar dari tubuhnya juga mulai berangsur-angsur menghilang dan digantikan dengan suara tangis kesedihan.

__ADS_1


“Di dalam mahkota itu ada ingatan terakhir yang ditinggalkan oleh Zhi Qing sebelum kematiannya. Itu adalah kunci utama untuk mengetahui siapa yang sebenarnya telah membunuh Zhi Qing dan menghilangkan kesalahpahamanmu pada para Dewa dan manusia,” ucap Divine Beast Lambda.


__ADS_2