LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 183 LEBIH BAIK KITA HANCURKAN


__ADS_3

Casbah mengerutkan kening karena ia tiba-tiba teringat sesuatu dan segera memberitahukan hal ini para Heilong. “Sepertinya tempat ini adalah hutan terlarang yang ada di pusat Lembah Es Khayalan. Dan … Menurut catatan yang ada di dalam kitab itu, hutan ini adalah satu-satunya pintu untuk memasuki sebuah dunia kecil di mana tambang Batu Es Khayalan berada.”


“Dengan kata lain, formasi besar yang ada di hadapan kita ini adalah sebuah formasi pelindung yang dibuat secara khusus untuk menyembunyikan keberadaan pintu masuk ke dalam Dunia kecil itu,” balas Heilong setelah memahami maksud dari perkataan Casbah.


Siluman pohon itu ternyata mendengar percakapan Heilong dan Casbah. Ia menjadi sangat marah dan hawa membunuh yang memancar dari tubuhnya menjadi semakin kuat. “Ternyata tujuan kalian berdua adalah untuk mencuri Batu Es Khayalan! Sudah kukira bahwa manusia seperti kalian tidak akan mungkin memiliki tujuan yang baik saat memasuki tempat ini. Dasar manusia serakah! Mati!!”


Siluman pohon itu terlihat sangat marah. Bahkan tubuhnya yang sebelumnya berwarna coklat tua sekarang berubah menjadi merah bagaikan bara api.


Siluman pohon itu langsung menyerang Heilong dan Casbah dengan menggunakan daun-daun es yang sangat tajam di atas kepalanya.


Setiap kali siluman pohon itu sedikit membungkukkan badannya ke depan, maka ribuan daun es setajam pisau langsung melesat ke arah Heilong dan Casbah.


Heilong dan Casbah tak terlihat takut sedikit pun saat melihat ribuan daun es sedang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah mereka. Hal ini tentu saja membuat siluman pohon itu menjadi sedikit kebingungan, apakah dia telah memprovokasi orang yang salah?


Namun, niat siluman pohon untuk membunuh Heilong dan Casbah sama sekali tak berubah dan malah menjadi semakin kuat. Sebab, sebagai seorang penjaga tentu saja ia harus memiliki pendirian yang kuat walaupun ia hanyalah seekor siluman yang tak seberapa terkenal di Alam Gaib.


Heilong segera meledakkan Qi yang ada di tubuhnya saat ribuan daun es sudah semakin mendekat dan hanya berjalan beberapa langkah saja dari tempatnya berdiri.


Seketika, aura energi es yang sangat kuat memancar dari Heilong. Suhu udara yang awalnya sudah sedingin es, menjadi semakin dingin bagaikan neraka es.


Hembusan angin yang sangat kencang juga keluar dari Heilong dan menyapu ke segala arah dan menghentikan semua daun es yang mengarah ke arahnya lalu menghempaskan ke arah yang berlawanan.


Sedangkan Casbah langsung menghilang dari tempat ia berdiri saat tubuhnya mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata. Ia ternyata menggunakan teknik teleportasinya untuk menghindari semua serangan daun es yang menuju ke arahnya.

__ADS_1


Semua daun es yang telah dibalikkan arahnya oleh Heilong langsung menghujani tubuh siluman pohon itu dan membuatnya tersungkur beberapa langkah ke belakang.


Siluman pohon itu tidak dapat mempercayai apa yang ia lihat. Sedikit rasa ketakutan mulai terbesit di benaknya saat melihat semua serangannya dapat dibalikkan dengan mudah oleh Heilong hanya dengan hembusan aura saja.


'Sial! Ternyata aku benar-benar telah memprovokasi orang yang salah. Apa yang harus aku lakukan sekarang?' pikir siluman pohon dengan tubuh bergetar ketakutan. Namun, ia tidak bisa meninggalkan tempat ini karena ia adalah seorang penjaga.


Heilong menatap dengan sinis sambil menyeringai. Sejak berhasil menerobos ke Tingkat God, sifat Heilong mengalami sedikit perubahan dan sering meremehkan musuhnya. “Jika hanya sebatas itu kemampuan yang kau miliki, maka lebih baik kau pergi meninggalkan tempat ini sebelum aku merubahmu menjadi bongkahan kayu bakar.”


“Kau hanya seorang manusia biasa. Jangan terlalu sombong di depanku karena aku belumlah kalah,” balas Siluman Pohon geram karena ejekan Heilong. Harga dirinya sebagai Bangsa Siluman seperti telah diinjak-injak di depan umum.


Siluman pohon itu lalu mematahkan beberapa ranting pohon yang ada di atas kepalanya dan siap melemparkan ke arah Heilong dan Casbah bagaikan sebuah tombak.


Akan tetapi ...


Heilong ternyata lebih cepat karena ia telah melakukan serangan lebih dulu tepat saat siluman pohon itu akan melemparkan semua ranting pohon yang ada di dalam genggamannya.


Bayangan pedang es raksasa langsung melesat ke arah siluman pohon saat Heilong mengayunkan tangan kanannya yang telah membentuk sebuah pedang aura elemen es dan elemen angin.


Tubuh Siluman Pohon itu akhirnya terbelah menjadi dua dan berubah menjadi potongan-potongan kayu kering tanpa memiliki aura kehidupan.


Formasi pelindung berukuran raksasa yang selalu dijaga oleh siluman pohon akhirnya menampakkan diri setelah penjaganya mati di tangan Heilong. Sepertinya kekuatan khusus yang menyembunyikan keberadaan formasi besar ini, terhubung langsung dengan hawa kehidupan siluman pohon.


Jika siluman pohon itu tidak mati, maka formasi besar ini tidak akan pernah muncul ke permukaan.

__ADS_1


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Casbah menatap formasi besar itu karena ia tidak memiliki cara untuk mengaktifkan formasi tersebut.


“Apakah di dalam kitab itu sama sekali tidak ada informasi untuk mengaktifkan formasi besar ini?” balas Heilong karena lokasi tentang keberadaan Batu Es Khayalan juga ditunjukkan oleh kitab itu.


Casbah segera mengeluarkan kitab itu dari dalam cincin penyimpanan miliknya dan membalikkan halaman demi halaman. Akan tetapi, di dalam kitab itu sama sekali tidak ada petunjuk untuk mengaktifkan formasi besar yang ada di hadapan mereka.


“Aku akan kembali sebentar dan meminta bantuan pada Raja Xiao.”


Casbah berniat kembali ke medan perang untuk meminta bantuan Xiao Long kerena hanya dia sajalah yang memiliki pemahaman paling tinggi tentang formasi sihir di seluruh penjuru Alam Gaib.


Akan tetapi, Heilong tiba-tiba menarik pundaknya saat ia akan meninggalkan tempat ini lalu mengucapkan beberapa patah kata. “Kita tidak perlu membuang banyak waktu. Jika tidak formasi sihir ini tidak dapat kita aktifkan, maka kita hancurkan saja formasi besar ini. Lagipula tujuan kita adalah untuk menerobos formasi besar ini. Apakah yang aku katakan ini cukup masuk akal?”


Heilong tidak ingin membuang-buang waktu untuk memanggil bala bantuan karena waktu yang mereka memiliki memang tidak banyak lagi. Belum lagi, mereka membutuhkan banyak waktu untuk menjelajahi sebuah dunia kecil yang sangat misterius jika mereka berdua berhasil menerobos formasi besar ini,.


Heilong lalu kembali membuat pedang sebuah pedang aura di tangan kanannya dan segera menyerang formasi sihir itu dengan jurus pedang membelah bumi.


Boom ...


Ledakan terdengar dan seluruh area Lembah Es Khayalan menjadi bergetar saat formasi sihir itu berhasil dihancurkan Heilong.


Sebuah pusaran air dengan arus yang sangat kuat langsung muncul di bekas lokasi formasi sihir itu.


Heilong dan Casbah saling melirik lalu segera melompat ke dalam pusaran air.

__ADS_1


 


__ADS_2