LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 52 PERLAWANAN YANG SENGIT


__ADS_3

Siapa nih yang mau update lebih dari satu chapter ? Hayoo mana suaranya ?


Coba vote dengan cara tekan tombol Like dan tinggalkan komen yang banyak di tiap chapter.


Kalau banyak yang respon, nanti aku tambahin jumlah updatenya.


Terimakasih readerku yang tercinta 🙏😊


***********************


“Perisai Es.”


“Perisai Tanah Abadi.”


Mao Shizi dan Heilong sama-sama mengeluarkan jurus pertahanan andalan mereka untuk menahan serangan Jenderal Voldryd.


Dinding pelindung elemen tanah milik Mao Shizi berada tepat di belakang dinding pelindung elemen es buatan Heilong. Posisi ini menjadikan pondasi Perisai Es yang sedikit rapuh menjadi semakin kokoh karena ditopang oleh dinding elemen tanah yang sangat kuat layaknya sebuah dinding beton berlapis berlian.


Namun hal ini tidak berlangsung lama …


“Boom …”


Dinding pelindung yang terbentuk dari gabungan kekuatan Heilong dan Mao Shizi itu tidak mampu menahan tekanan absolut dari serangan kapak pusaka milik Jenderal Voldryd yang menggunakan gabungan dari tiga jenis elemen tipe menyerang terkuat.


Api memiliki kemampuan untuk membakar benda apapun. Petir memiliki kemampuan untuk meledakkan benda apapun. Dan yang terakhir adalah kegelapan yang mampu menghilangkan benda apapun. Ketiga jenis elemen ini berada di dalam tubuh Jenderal Voldryd.


Sedangkan kekuatan elemen es dan tanah hanya mampu untuk menahan kekuatan elemen petir dan api saja, bukan elemen kegelapan.


Andai saja Li Ziqi ikut bersama Heilong ke Alam Gaib ini, musuh dengan kekuatan seperti ini tidak akan menjadi masalah yang besar bagi Heilong. Sebab, dia bisa meminjam kekuatan elemen cahaya milik Li Ziqi kapanpun dia mau melalui perantara Pedang Blue Star Heaven Sword.

__ADS_1


Saat ini Pedang Blue Star Heaven Sword memang berada di dalam tubuh Heilong. Namun, tanpa kehadiran Li Ziqi, pedang pusaka itu tak ubahnya seperti sebuah pedang biasa. Sama sekali tidak ada aura yang memancar dari pedang pusaka itu.


Dan untuk pedang Naga Eternal, Heilong sama sekali belum bisa menaklukkan kekuatan energi kegelapan yang ada di dalam pedang itu tanpa bantuan Dao Xue Lian. Sebab, Heilong belum memiliki benih elemen kegelapan di dalam tubuhnya. Jika dia memaksakan diri untuk menggunakan pedang itu, maka dia akan langsung kehilangan akal sehatnya dan berubah menjadi iblis.


Mao Shizi dan Heilong segera bergerak menghindari serangan kapak pusaka itu menggunakan jurus kecepatan gerakan yang mereka miliki.


“Kekuatan elemen tanah milikku sama sekali tidak mampu untuk menghadapi serangan itu. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Apakah kita harus melarikan diri ke Kerajaan Singa Bulu Emas dan meminta bantuan pada Ayahku?” tanya Mao Shizi pada Heilong sambil bersembunyi di balik reruntuhan dinding pelindung buatan mereka. Dia merasa sedikit kecewa karena kekuatan elemen tanah yang selama ini menjadi andalannya, ternyata sama sekali tidak berguna saat ini.


“Kita tidak bisa kembali ke Kerajaan Singa Bulu Emas. Jika kita kembali sekarang, itu artinya kita membawa bencana ke Kerajaan Singa Bulu Emas. Dengan kemampuan yang dia miliki, menghancurkan sebuah kerajaan bukanlah sebuah masalah besar bagi Jenderal Voldryd,” balas Heilong.


Mao Shizi hampir melupakan bahwa Jenderal Voldryd telah diperintahkan oleh Raja Iblis dari Tanah Hitam untuk menghilangkan jejak dengan cara membunuh siapapun yang menyaksikan kejadian ini. Jika dia memaksa kembali ke Kerajaan Singa Bulu Emas di tengah kejaran Jenderal Voldryd. Sudah pasti Jenderal Voldryd akan membunuh semua penduduk yang dia jumpai untuk menghilangkan jejak.


“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Mao Shizi yang sudah terlihat pasrah karena dia tidak punya rencana lagi. Sebab, ini adalah pertama kalinya dia bertarung melawan seekor iblis yang sangat kuat.


Heilong yang sudah sering bertarung melawan bangsa Iblis ketika dia berada di Planet Dreamland, bisa bersikap lebih tenang daripada Mao Shizi. Diapun lalu mengucapkan sebuah rencana yang terdengar tidak masuk akal dan terkesan gila. Sebab, rencana ini sangat berbahaya dan bisa membuat nyawanya hilang kapan saja.


“Apakah kau serius dengan rencanamu itu? kau harus tahu jika nyawamu bisa saja melayang jika aku terlambat untuk melindungimu,” ucap Mao Shizi untuk memastikan keseriusan Heilong untuk menjalankan rencana ini.


“Baiklah, aku mengerti.”


Sebenarnya berat bagi Mao Shizi untuk menjalankan rencana ini, sebab dia sudah merasa akrab dengan Heilong. Namun, mereka berdua tidak memiliki rencana lain.


Jenderal Voldryd yang sudah kehabisan kesabaran mencari tempat persembunyian mereka berdua, akhirnya menghentakkan kakinya ke tanah dengan kuat karena kesal sambil berteriak.


“Dasar lalat pengecut!! Di mana kalian berdua bersembunyi. Cepat keluar dari tempat persembunyian kalian dan lawan aku,” seru Jenderal Voldryd geram.


Seluruh tempat ini menjadi berguncang karena hentakan kaki Jenderal Voldryd yang cukup kuat.


Heilong dan Mao Shizi akhirnya keluar dari tempat persembunyian mereka karena takut reruntuhan dinding ini akan menimpa tubuh mereka berdua.

__ADS_1


“Hehe … Ternyata kalian berdua bersembunyi di balik reruntuhan itu. Sekarang tempat persembunyian kalian sudah hancur. Kalian berdua sudah tidak bisa lagi bersembunyi dariku,” seru Jenderal Voldryd dengan senyum mengejek.


Heilong langsung menatap tajam kearah Jenderal Voldryd dan segera mengeluarkan Pedang Taring Putih dan Pedang Penguasa Laut secara bersamaan. Dia lalu memegang kedua pedang pusaka itu dengan erat di kedua tangannya. Sepertinya dia berniat menggunakan kekuatan elemen es untuk memperkuat kekuatan dari jurus pedang elemen air miliknya.


Heilong lalu berlari mendekati Jenderal Voldryd dengan menggunakan jurus Super Sonic Dance miliknya sambil memegang kedua pedang pusaka di tangannya.


Sementara Mao Shizi, terus memperhatikan pergerakan Heilong dari reruntuhan dinding pelindung dengan kedua tangannya yang sudah di selimut dengan aura energi elemen tanah yang sangat kuat. Dia akan menggunakan kekuatannya ini untuk menahan serangan Jenderal Voldryd dari kejauhan jika Heilong sedang dalam keadaan terdesak dan memberikan Heilong sedikit waktu untuk menghindar.


Heilong langsung mengayunkan Pedang Penguasa Laut yang ada di tangan kanannya dengan kuat ke arah Jenderal Voldryd.


...“Teknik Sembilan Pedang Air - Tebasan Ombak Pantai Selatan.”...


Sebuah ombak raksasa langsung muncul dan menghantam tubuh Jenderal Voldryd.


Tubuh Jenderal Voldryd langsung tenggelam dalam ombak itu dan hanya menyisakan bagian kepalanya saja di permukaan air.


Heilong tidak menghentikan serangannya sampai di situ, dia kemudian mengayunkan Pedang Taring Putih ke arah Jenderal Voldryd secara horizontal dan membekukan air itu.


Seketika, tubuh Jenderal Voldryd langsung terjebak dalam lautan es yang sangat tebal.


Jika orang biasa yang terjebak dalam lautan es itu, sudah pasti dia tidak akan bisa bergerak dan mati kedinginan.


Tapi …


Jenderal Voldryd langsung menggunakan kekuatan api miliknya yang sudah bercampur dengan kekuatan kegelapan untuk membekukan lautan es ini.


Seketika, lautan es itu langsung mencair lalu mengering dan berubah menjadi uap.


“Haha … Dengan menggunakan kekuatan elemen air dan es selemah itu, kau berani bertarung denganku satu lawan satu. Apakah kau sedang bermimpi!!,” seru Jenderal Voldryd mengejek.

__ADS_1


Namun, Heilong sama sekali tidak menghiraukan ejekan itu dan terus menyerang Jenderal Voldryd dengan Jurus Pedang Elemen Air miliknya.


Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran Heilong, padahal dia sudah tahu bahwa kekuatan dari jurus elemen air dan es miliknya sama sekali tidak berguna di hadapan gabungan kekuatan api dan kegelapan milik Jenderal Voldryd.


__ADS_2