LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 66 DEBUT TEKNIK BARU


__ADS_3

Sebelumnya author minta maaf karena belum bisa update teratur bulan ini sebab author memiliki kesibukan di dunia nyata yang berhubungan dengan pekerjaan.


Silahkan follow IG dan Fb author untuk informasi lebih cepat tentang update.


Jangan lupa like dan tinggalkan komentar setelah membaca.


Terimakasih 🙏.


*******


Heilong langsung berdiri dari tidurnya dan segera mencari arah datangnya suara lolongan serigala yang memekakkan telinga itu.


Dari atas atap penginapan ini, Heilong bisa dengan leluasa mengamati daerah sekitarnya. Namun, dia sama sekali tidak melihat ada serigala liar di sekitar penginapan itu.


Sesaat kemudian, mata Heilong tertuju pada sekelompok prajurit yang sedang berlari dengan kecepatan tinggi. Para prajurit itu mengenakan baju perang lengkap dengan senjata andalannya masing-masing layaknya seorang prajurit yang akan pergi ke medan perang.


“Jangan-jangan suara lolongan serigala itu berasal dari pintu gerbang kota?! Aku tidak akan tahu sebelum memastikan dengan mata kepalaku sendiri,” ucap Heilong sambil memperhatikan ke mana arah prajurit itu pergi.


Heilong lalu menyusul para prajurit itu dengan menggunakan kekuatan elemen angin miliknya agar pergerakannya semakin cepat dan ringan. Tapi, karena dia tidak ingin keberadaannya menarik perhatian para prajurit itu, dia sengaja bergerak secara sembunyi-sembunyi dengan melompati atap-atap bangunan yang ada di sekitar tempat ini.


Hanya dalam waktu beberapa menit saja, Heilong berhasil mendahului para prajurit itu. Dia segera melompati tembok raksasa itu dan berdiri di atas sudut tembok gerbang pintu masuk Kota Biru Laut.

__ADS_1


Dari atas tembok pintu gerbang ini, Heilong dapat dengan leluasa melihat apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini. Dan pemandangan yang sangat mengerikan terpampang jelas di depan matanya.


Heilong melihat banyak sekali prajurit yang gugur di depan pintu gerbang kota. Tidak hanya itu saja, tubuh para prajurit itu sama sekali tidak ada yang utuh karena ribuan serigala liar berebutan untuk memakan tubuh mereka.


Para prajurit penjaga pintu gerbang sudah melakukan berbagai cara untuk mengusir para serigala itu. Tapi, jumlah serigala liar itu sangat banyak sehingga para prajurit itu tetap saja kewalahan meskipun bala bantuan yang dikirimkan oleh pemimpin kota telah tiba.


“Dari mana datangnya ribuan serigala liar itu. Jika aku tidak segera membantu para prajurit itu untuk mengusir para serigala liar itu, maka para serigala liar itu akan masuk ke dalam kota dan memangsa para penduduk.”


Heilong lalu mengulurkan tangan kanannya yang sudah diselimuti dengan kekuatan energi es yang sangat kuat.


Beberapa detik kemudian, sebuah pedang es tiba-tiba muncul di tangan kanan Heilong. Pedang es ini bukanlah Pedang Taring Putih yang biasanya digunakan Heilong di setiap pertarungannya, melainkan sebuah padang yang terbuat energi es yang ada di sekitar tangan kanannya.


Heilong lalu mengayunkan pedang es itu ke arah gerombolan serigala liar itu.


Tembok es raksasa langsung muncul dari bekas sabetan pedang yang tertinggal di atas tanah dan menghalangi para serigala liat itu untuk mendekati pintu gerbang kota.


Ini adalah pertama kalinya Heilong menggunakan jurus elemen es miliknya dengan cara yang tidak biasa. Tentunya semua ini tidak lepas dari campur tangan Li Zen yang memiliki pengetahuan tentang hukum pedang yang lebih tinggi dari pemahaman yang dimiliki oleh Li Ziqi.


Ketika sedang menginap di dalam Istana milik Casbah, Li Zen membawa Heilong masuk ke dalam sebuah dunia kecil yang ada di dalam Pedang Penjaga Surga, di mana dia dapat dengan leluasa menggunakan kekuatan untuk mengatur hukum ruang dan waktu yang ada di tempat itu.


Di dalam dunia kecil itu, Li Zen mengajarkan pengembangan tentang Hukum Pedang yang selama itu dia peroleh melalui pertarungan sengit antara Li Xuan dengan Bangsa Iblis saat dia masih menjadi pedang pusaka Sang Dewa Perang. Berkat pengembangan tentang hukum pedang inilah maka kemampuan ilmu pedang milik Li Xuan menjadi yang terbaik di Alam Dewa sehingga dia mendapat gelar tambahan yaitu Dewa Pedang.

__ADS_1


Heilong akhirnya bisa memahami sepenuhnya tentang pengembangan dari hukum pedang itu dan menggabungkan pemahamannya itu dengan Teknik Tangan Bagai Pedang yang telah diajarkan oleh Li Ziqi sehingga bisa menguasai sebuah teknik baru yang bernama Teknik Tangan Dewa Pedang.


Teknik Tangan Dewa Pedang ini bisa disebut sebagai teknik hukum pedang tertinggi yang ada di Dunia Tengah karena biasanya hanya seorang Dewa saja yang mampu untuk membuat sebuah pedang yang berasal dari sebuah energi.


Jika Heilong bertarung dengan seorang dewa yang memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan tingkat kultivasi miliknya, maka sudah bisa di pastikan bahwa Heilong bisa menang dengan sangat mudah hanya dengan tangan kosong.


Semua pencapaian ini baru berhasil dia peroleh setelah berada di dalam dunia kecil itu selama sepuluh tahun. Tapi karena bantuan kekuatan Li Zen, waktu sepuluh tahun di dalam dunia kecil itu hanya seperti sepuluh jam saja di dunia nyata.


Para prajurit yang ada di depan pintu gerbang menjadi terkejut karena mereka semua tidak tahu bagaimana sebuah tembok es raksasa bisa tiba-tiba muncul di depan mereka. Mereka semua hanya melihat sebuah cahaya biru berbentuk sabetan pedang yang memancarkan hawa dingin yang sangat kuat tiba-tiba turun dari langit dan jatuh ke tanah lalu muncullah tembok es raksasa ini.


Heilong sengaja tidak ingin menunjukkan dirinya karena dia tidak ingin memiliki hubungan yang khusus dengan Bangsa Manusia yang ada di Kota Biru Laut ini apalagi jika dia sampai dianggap sebagai seorang pahlawan. Sebab, hubungan seperti itu hanya akan membuatnya semakin sulit untuk meninggalkan tempat ini karena dia sendiri sadar bahwa waktunya di Alam Gaib ini hanya tinggal beberapa hari lagi.


Para prajurit itu akhirnya berasumsi bahwa para dewa telah mengulurkan tangannya untuk menolong mereka. Dan mereka semua pun langsung menatap lanjut sambil mengangkat kedua tangan mereka menghadap langit untuk berterimakasih pada Dewa.


Para serigala kelaparan yang ada di sisi luar tembok es menjadi sangat marah karena mereka sama sekali tidak mampu untuk menghancurkan tembok es yang sangat tebal ini. Mereka semua tetap menyerang tembok es itu tanpa henti meskipun mereka tahu bahwa usahanya itu sia-sia. Sampai …


“Aaauuuuuu ….!!”


Tiba-tiba sebuah lolongan serigala yang sepuluh kali lebih mengerikan dari lolongan serigala biasanya, muncul dari arah utara.


Suara lolongan serigala ini mengandung tekanan energi yang sangat kuat dan mampu untuk membuat telinga para kultivator yang berada di bawah Lapis King Emperor langsung menjadi tuli.

__ADS_1


Seekor siluman serigala yang memancarkan aura energi es dan energi angin yang sangat tiba-tiba muncul dari arah datangnya suara itu.


Tubuh siluman serigala itu tidak seberapa besar dan memiliki mata berwarna putih seperti bulan purnama. Bentuk fisiknya menyerupai manusia serigala yang pernah Heilong lihat di film-film ketika dia masih tinggal di Bumi dengan bulu berwarna biru laut.


__ADS_2