
“Ayo semburkan lebih banyak lagi racun ular yang ada tubuh kalian. Apakah kalian semua tidak ingin membalas dendam atas kematian teman-teman kita yang dibunuh oleh para menusia,” seru Raja Siluman Ular lantang. Suaranya ini bahkan sampai terdengar dari Kaisar Feng Cheng yang berdiri di puncak benteng pertahanan.
Raja Siluman ular terus memberikan semangat para para prajuritnya. Ia seolah-olah tak kenal lelah karena kebencian pada Bangsa Manusia sudah terlalu dalam. Terutama pada Kaisar Feng Cheng yang telah bertahun-tahun mengasingkan Bangsa Siluman Ular di dasar pantai selatan dan sama sekali tak memberikan kesempatan bagi mereka untuk pergi ke daratan.
“Ayah, formasi pelindung yang dibuat Guru sepertinya tidak lama lagi akan hancur. Aku akan turun ke medan perang dan menghabisi para siluman ular.” Feng Tzuyu sebenarnya sudah lama ingin maju ke medan perang. Akan tetapi, Kaisar Feng Cheng selalu menghalanginya karena takut putrinya akan terperangkap dalam siasat Bangsa Iblis.
“Tunggu Putriku!! Jika kau turun ke medan perang sekarang, maka ke-dua Jenderal Iblis itu akan langsung mengepungmu. Sepertinya para bangsa ular ini memang sengaja memancingmu agar keluar dari formasi pelindung ini agar kedua iblis tingkat God itu bisa membunuhmu,” cegah Kaisar Feng Cheng yang langsung menghadang di depan Feng Tzuyu.
Tindakan Kaisar Feng Cheng ini tentu saja memiliki alasan yang cukup masuk kuat karena beberapa saat yang lalu nyawa Feng Tzuyu hampir saja melayang di tangan kedua Jenderal Iblis itu saat dia memaksakan diri turun ke medan perang.
Saat itu, para siluman ular juga belum datang ke medan perang ini untuk membantu Bangsa Iblis. Jadi, mereka berdua bisa langsung kembali ke benteng pertahanan tanpa ada hambatan kerena para iblis akan langsung mundur begitu mendekati formasi pelindung yang terbuat dari kobaran api phoenix.
Akan tetapi, jika mereka kembali memaksakan diri untuk turun ke medan perang saat ini, maka jalan mereka untuk kembali akan benar-benar tertutup karena para siluman ular ini memiliki gerakan yang sangat gesit dan juga cepat.
“Jika formasi pelindung itu sampai hancur, maka cepat atau lambat benteng pertahanan ini juga akan ikut hancur. Apakah ayah tahu apa akibatnya jika benteng pertahanan ini sampai hancur?” Feng Tzuyu ingin ayahnya berpikir kembali apa akibatnya jika mereka tak segera turun ke medan perang.
“Mereka semua pasti akan menyerang para penduduk. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.” Kaisar Feng Cheng mengepalkan tangan kanannya. Ia tidak pernah menyangka bahwa para siluman ular ini akan memiliki kemampuan untuk merusak formasi pelindung yang dibuat langsung oleh Divine Beast Suzaku.
Kaisar Feng Cheng lalu berbalik dan memerintahkan para Jenderal untuk mengumpulkan semua pasukan dan bersiap untuk menerima perintah. Kali ini Kaisar Feng Cheng akan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki Kerajaan Red Phoenix untuk melawan Bangsa Iblis dan Siluman Ular.
Dalam sekejap, semua prajurit Kerajaan Red Phoenix telah berkumpul di sisi belakang benteng pertahanan.
Kaisar Feng Cheng tak berniat untung mengulur-ulur waktu lagi. Ia pun segera memberikan perintah dari atas benteng pertahanan. “Benua Selatan adalah tanah kelahiran kita semua. Karena itu, aku ingin kalian semua mengerahkan semua kekuatan yang ada di dalam diri kalian untuk melindungi Benua ini dari serangan para iblis dan siluman ular. Ingatlah!! Di bahu kita semua ada nyawa para rakyat dan keluarga yang harus kita lindungi.”
“Kami akan melindungi Benua ini meskipun harus mengobarkan nyawa.”
Semua Prajurit Kerajaan Red Phoenix menjawab dengan lantang dan tanpa ada rasa takut sedikitpun. Semua ketakutan yang ada di dalam pikiran mereka langsung sirna saat teringat bagaimana pendirian yang ada di alami oleh keluarga mereka jika mereka jatuh ke tangan Bangsa Iblis dan siluman ular.
Kaisar Feng Cheng lalu memerintahkan para prajurit yang ada di benteng perlindungan menabung genderang perang dan membuka pintu gerbang.
__ADS_1
Doom ... Doom ...
Suara genderang genderang perang bergema di seluruh area medan perang dan para prajurit Kerajaan Red Phoenix meledak semua energi elemen api yang ada di dalam diri mereka.
Seketika, seluruh area medan perang dipenuhi dengan kobaran api dan suhu udara di sekitar area medan perang meningkat saat semua prajurit Kerajaan Red Phoenix turun ke medan perang karena mereka semua ada kultivator elemen api.
Satu per satu siluman ular yang menyerang formasi pelindung api phoenix berhasil dihabisi oleh para prajurit Kerajaan Red Phoenix dan diubah menjadi abu.
Jerit kesakitan dari para siluman ular membuat Raja Siluman Ular menjadi geram karena mereka semua adalah prajurit terakhir yang ia miliki. Jika semua prajurit ini sampai musnah, maka pondasi Kerajaan Siluman Ular di Planet Dreamland akan benar-benar runtuh dan sulit untuk dibangkitkan kembali.
“Beraninya kalian semua membunuh para prajurit ularku!! Kalian semua harus mati!!”
Raja Siluman Ular segera membuka mulutnya lebar-lebar dan menyeburkan racun ular yang sangat mematikan ke arah para prajurit Kerajaan Red Phoenix. Kabarnya racun dari Raja Siluman Ular ini mampu membunuh seribu gajah hanya dalam sekali serangan saja.
...“Api Phoenix Pelindung Langit.”...
Kobaran api berwarna emas tiba-tiba muncul dan menghalangi racun ular yang disemburkan Raja Siluman Ular. Tidak hanya menahan racun ular saja, tapi api berwarna emas itu juga mampu menetral racun itu dan merubahnya menjadi air biasa.
“Aku!” Feng Tzuyu terbang di depan Raja Siluman Ular dengan menggunakan sepasang sayap api emas yang melekat di punggungnya.
Feng Tzuyu ternyata menggunakan salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh api phoenix yaitu menetralkan racun untuk melindungi semua prajurit Kerajaan Red Phoenix dari racun Raja Siluman Ular.
“Kau?! Jadi kau ada Putri Feng Tzuyu sang pewaris kekuatan Divine Beast Suzaku. Kebetulan sekali kau datang menemuiku, jadi aku tidak perlu repot-repot lagi mencari keberadaan dan bisa membunuhmu sekarang juga.”
Ignis sebenarnya telah memerintahkan Raja Siluman Ular dan para anak buahnya untuk membunuh Feng Tzuyu. Sebab, keberadaannya masih tetap menjadi ancaman bagi Bangsa Iblis meskipun api yang ia miliki tidak sekuat api milik Divine Beast Suzaku.
“Ingin membunuh Putriku! Sepertinya ular sepertimu memang harus segera dimusnahkan dari muka bumi. Aku sengaja tidak membunuhmu saat itu agar kau memiliki kesempatan untuk berobat, tapi kau malah semakin menggila dan harus darah.”
Kaisar Feng Cheng muncul di samping Feng Tzuyu. Kedua tangannya menghadap ke arah langit sambil memegang cakram api delapan raja.
__ADS_1
Energi api yang sangat kuat langsung meledak dari tubuh Kaisar Feng Cheng dan masuk ke dalam cakram pusaka.
“Seharusnya kau tidak akan lupa dengan jurus milikku ini,” seru Kaisar Feng Cheng dengan suara sedikit tertahan.
...“Pusaran Pelangi Raja Api Phoenix.”...
Cakram api delapan raja berputar dengan kuat sambil memancar nyala api yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Akan tetapi, ada yang sedikit berbeda kerena api berwarna hitam tidak muncul. Namun, jurus ini tidak dapat dianggap remeh meskipun hanya menggunakan tujuh dari delapan macam api yang biasanya ia gunakan.
Pusaran api itu langsung mengarah lurus ke arah Raja Siluman Ular dan menghancurkan pertahanan tubuhnya hingga akhirnya berhasil membelah tubuh siluman ular itu menjadi dua bagian.
“Akhirnya selesai sudah riwayat siluman ular di Benua Selatan ini.”
Kaisar Feng Cheng dan semua prajurit merasa sangat senang karena dapat mengakhiri teror dari Bangsa Siluman Ular yang telah terjadi selama ratusan tahun.
Dulu Kaisar Feng Cheng memang tidak berani memusnahkan para siluman ular ini karena larangan dari Divine Beast Suzaku. Sebab, menjaga kehidupan siluman ular yang ada di seluruh Alam Semesta merupakan tugas dari Divine Beast Aurora.
Akan tetapi, perlindungan dari Divine Beast Aurora telah menghilang sejak para siluman ular ini berani bergabung dengan Bangsa Iblis. Bahkan, Divine Beast Aurora sendiri yang memerintahkan untuk membunuh para siluman ular yang ada di Benua Selatan Planet Dreamland.
**
“Raja Siluman Ular telah mati. Apakah kita masih akan tetap berdiam diri di tempat ini?” tanya Jenderal Iblis Nox tidak sabar sambil menatap Ignis dengan dingin.
“Bawa semua prajurit iblis dan musnah semua manusia yang ada di medan perang. Apapun yang terjadi kau harus bisa membunuh Kaisar Feng Cheng. Lagipula tingkat kultivasi yang ia miliki juga merasa di bawahmu. Jadi, membunuh Kaisar Feng Cheng seharusnya semudah menginjak seekor semut bagimu,” jawab Ignis dingin.
“Lalu bagaimana dengan gadis bernama Feng Tzuyu itu? Gadis itu sepertinya sangat merepotkan.” Jenderal Iblis Nox merasa sedikit khawatir dengan api emas yang dimiliki Feng Tzuyu.
Kekuatan api emas milik Feng Tzuyu memang sangat menakutkan di mata para iblis. Bahkan seorang Jenderal Iblis seperti Nox pun harus berpikir dua kali jika ingin bertarung melawannya padahal ia sudah tahu bahwa api phoenix milik Feng Tzuyu tidaklah sempurna.
Ignis menyeringai bagaikan serigala kelaparan. “Serahkan saja gadis itu padaku. Aku memiliki cara untuk menghadapi kekuatan api phoenix miliknya.”
__ADS_1
Setelah mendapatkan perintah dari Ignis, Jenderal Iblis Nox segera membawa semua prajurit iblis turun ke medan perang.