LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 101


.


.


.


Zakia tengah berada diperjalanan untuk pulang. saat ini ia tidak sebebas sebelumnya gondrong, orang kepercayaan sang mama selalu mengawasi bahkan selalu tau jika Zakia beralasan dan ingin pergi bersama teman-temannya.


" paman, bisa tidak kita kecafe dulu ?? temanku.mengajakku bertemu disana " pinta Zakia dengan suara pelan.


" maaf nona saya tidak bisa, nyonya akan menghukum saya jika membiarkan nona tidak pulang melainkan malah pergi bermain." balas Gondrong.


" aku kan tidak bermain, aku mau menemui temanku dan belajar bersama !!!" protes zakia dengan kesal. ia membuang tatapannya keluar jendela, tanpa sengaja netranya melihat Seseorang yang ia kenal tengah dalam bahaya.


" paman hentikan mobilnya !!!" teriak Zakia spontan.


gondrong yang reflek langsung mengerem mobil secara mendadak.


tanpa.berkata apapun Zakia segera keluar dan berlari menolong seseorang yang diyakini Zakia jika ia mengenalnya.


" nona !! nona mau kemana ??!!" tegur gondrong yang ikut turun dan berlari menyusul Zakia.


gondrong juga dapat melihat seorang wanita yang digoda 5 pria yang diyakini gondrong jika para pria itu adalah perampok.


" hey !! lepaskan dia !!" teriak Zakia dengan lantang.


semua menoleh Zakia yang dengan berani menegur para preman itu. Zakia menatap rRevia yang dipegang kedua pria preman itu.


Revia yang ketakutan sedikit bernafas lega ketika bantuan tak terduga datang.


" siapa kau ??!! anak kecil mau cari masalah !!".bentak salah satu pria.


Gondrong segera menghampiri Zakia dan berdiri disisi Zakia.


" minggirlah nona, mereka terlalu berbahaya." ucap gondrong yang melihat salah satu pria itu mengeluarkan sebuah belati kecil dari saku jaketnya.


" paman tenang saja, aku tau mereka mau melakukan apa." jawab Zakia dengan santai.

__ADS_1


" lepaskan wanita itu !!" ucap gondrong.


" jangan sok jagoan !! pergilah jika kalian berdua sayang dengan nyawa kalian !!" ejek salah satu pria yang memegang lengan Revia.


" sudahlah paman, percuma bernegoisasi dengan orang-orang gila seperti mereka " ucap Zakia yang siap menyerang.


gondrong menatap tajam para pria preman itu. "katakan itu nanti jika kalian bisa mengalahkanku !!"


" sombong !! serang mereka !!" perintah pria yang memegangi Revia.


" jangan !!!" cegah Revia. ia begitu kawatir dengan Zakia. ia ingat betul Zakia itu siapa.


namun perkelahian sudah terjadi. gondrong diserang dua sekaligus begitupun Zakia.


bukk..


bukk..


dagg..


dagg..


Revia yang melihat begitu terpana dengan Zakia yang sangat ahli dan santai tanpa rasa takut sedikitpun.


hingga Zakia melakukan gerakan melayang dengan tendangan memutarnya hingga kedua pria yang menyerangnya tersungkur begitu saja.


tidak ingin menunda waktu gondrong mengeluarkan pistol disaku jasnya dan menembak langsung pria yang hendak berdiri dan menyerang zakia.


dorr..


dorr..


dorr..


dorr..


tepat sasaran keempat pria itu langsung tergeletak begitu saja .


" wah.. paman curang !!" protes Zakia dengan kesal.

__ADS_1


" nona tidak apa-apa ??" gondrong berlari mendekati zakia.


" kenapa.paman tidak bilang jika membawa pistol ??!! aku kan juga mau memakainya ?!!!" protes Zakia tanpa.peduli kekawatiran pengawalnya itu.


" aakkhhh !!" teriakan Revia membuat Zakia dan gondrong menoleh kearah Revia dimana Revia dikunci pada lehernya dengan belati yang siap meyayat leher Revia.


" kakak !!" teriak Zakia.


" lepaskan dia !!" perintah Gondrong.


" hah !! selamatkan wanita ini jika kalian bisa !!" ucap Pria itu.


Zakia mengepal kuat tangannya. ia hendak mendekat namun ditahan Gondrong.


sebuah gelengan dari gondrong yang bisa difahami Zakia.


" letakkan senjata kalian!!! dan berikan barang berharga kalian semua !!" ancam pria itu.


gondrong mendekat perlahan, dan meletakkan pistolnya ditanah.


mata tetap terlihat waspada dan.


" aakkhhh !!!"


dengan gerak cepat gondrong menendang kaki pria yang mengancam Revia dengan kuatnya hingga kunciannya pada leher Revia melonggar. Segera Zakia berlari dan menarik Revia menjauh dari pria itu.


Pria itu segera bangkit dan hendak berlari untuk melarikan diri namun sebuah belati menancap sempurna pada punggungnya.


jleebbb..


" yeee.. tepat sasaran !!" ucap zakia kegirangan.


Gondrong menoleh kebelakang dimana arah belati tadi berasal. benar adanya Zakialah yang melepar belati itu.


Revia tercengang dengan apa yang dilihat barusan begitupun dengan gondrong. meski Zakia bukan anak kandung dari Revandra sang ketua mafia, namun entah mengapa Zakia begitu dengan mudah memahami setiap setiap gerakan bela diri ataupun pemakaian belati, padahal Revandra baru mengajarinya satu kali saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2