LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 77


.


.


.


Pagi yang cerah menyapa, Abigal bersiap membawa Samantha untuk pulang.


ya, dokter sudah memperbolehkan Samantha untuk pulang, wajah bahagia namun masih sedikit redup terpancar dikeduanya.


Ketukan pintu terdengar disana, segera Abigal membukanya. nampak Revandra dan istrinya datang untuk menjenguk.


"selamat pagi.." sapa Nada istri Revandra.


" pagi nyonya Nada, silahkan.masuk." balas.Samantha yang masih bersandar diranjangnya.


Nada dan Revandra masuk keruangan itu. Sebuah paper bag dilempar Revandra kearah abigal.


" papa.. kenapa.dilempar !!" tegur Nada.


" biarkan saja, " balas Revandra yang memilih duduk disofa panjang. sedang kan Abigal.mendegus kesal dengan ulah temannya itu, kekesalannya semakin menjadi ketika melihat isi paper bag itu.


" kau ini gila atau bagaimana ??! bisa-bisanya kau hanya bawakan q celana kolor.begini !!" bisik Abigal pada Revandra.


Revandra menyembunyikan seringainya." berarti q salah ambil."


" dasar sialan..!!" umpat Abigal sambil.masuk kedalam kamar.mandi.


Revandra cekikikan menahan tawanya, akan berbahaya jika sampai Nada tau Dia mengerjai Abigal.


" Bagaimana kondisimu ?? apa sudah lebih baik ??" tanya Nada.

__ADS_1


"sudah nyonya, nanti saya sudah bisa pulang." jawab Samantha.


" syukurlah, saya turut prihatin atas apa yang menimpa keluargamu.. semua akan indah pada waktunya, kita hanya perlu bersabar saja." ucap.Nada.


" terima kasih nyonya." balas samantha.


"jangan panggil saya nyonya, saya terlihat tua nanti." timpal Nada.


Samantha menerbitkan senyumnya.


" kalau begitu kami permisi pamit pulang dulu ya.. " pamit Nada.


" kenapa buru-buru . " balas Samantha.


" ada sedikit urusan. lain waktu saya akan mengunjungimu lagi.." timpal Nada.


Samantha mengangguk. " terima kasih banyak nona Nada, dan Tuan juga saya dengar dari mas Abi kalau tuan yang membantunya menemukan keberadaan saya.."


Abigal.baru keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang begitu ramah pada revandra dan istri.


" cih.. q tau dia sedang cari muka !!" gumam abigal sambil mencebikkan bibirnya saat tau tatapan Revandra yang seolah mengejeknya.


" papa, kau terbaik.." bisik Nada pada Revandra.


" tentu saja.." Revandra memamerkannya dihadapan Abigal


setelah drama pamitan selesai. Revandra dan istri sudah pulang lebih dulu.


Dengan perlahan Abigal.hendak.menggendong samantha untuk duduk dikursi roda.


" mas. q bisa jalan kok.. sudah tidak apa-apa.." ucap Samantha mencoba menolak secara halus.


" tidak bisa, dokter bilang kau tidak boleh kelelahan, menurut saja " timpal Abigal yang sudah membawa tubuh Samantha melayang dan mendudukkan dikursi roda.

__ADS_1


Samantha hanya bisa pasrah, Abigal seolah menjadi siaga sejak kejadian itu.


dengan perlahan Abigal.mendorong kursi roda Samantha. saat keluar ruangan sesekali Samantha mengedarkan pandangannya mencoba mencari keberadaan sang mama atau adik iparnya, namun ternyata ia tidak mendapatinya.


" mereka sudah pulang, " ucap Abigal yang seolah tau apa yang difikirkan Samantha.


Samantha hanya terdiam, ia tidak.berani berkata apapun.


ya, Samantha tau betul Abigal masih marah dengan Rans, jika saja tidak ada Samantha mungkin semalam Abigal pasti sudah mencari Rans dan memberinya hukuman.


.


.


Sepanjang perjalanan baik Abigal maupun samantha memilih diam. hingga setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya mobil Abigal berhenti didepan rumah orang tua Samantha.


Ibu Rani dan pak Ridwan yang sudah diberitau Abigal jika mereka akan menginap disana menyambut dengan bahagia.


" samantha.. ibu merindukanmu.." ibu Rani memeluk samantha yang turun terlebih dulu dari Abigal.


" saman juga bu.. maaf, baru bisa kesini sekarang.." balas Samantha.


Abigal menurunkan Koper berisi Pakaian mereka berdua, setelahnya tak lupa Abigal mencium tangan kedua mertuanya.


" ibu, ayah.. maaf harus merepotkan.." sapa Abigal.


" jangan bicara begitu nak Abi..ayo..ayo.. kita masuk saja dulu..ngobrolnya nanti saja.." ajak ajak pak Ridwan.


mereka dibawa masuk kedalam rumah minimalis sederhana, dimana Samantha dibesarkan penuh kasih sayang dulunya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2