
bab 119
.
.
.
Mobil Rans mengikuti mobil Revandra yang memasuki halaman luas dimana mereka kini sudah tiba dikediaman Revandra.
Nada, mamanya Zakia sedikit heran dengan kedatangan beberapa mobil disiang hari itu, tidak ada janji tidak ada yang mengatakan jika akan ada tamu, namun seprtinya memang terjadi sesuatu, fikir Nada.
buru-buru Nada berlari keluar mendapati suaminya keluar dari mobil ia sedikit lega. dua mobil yang ia kenali namun satu mobil yang sedikit asing bagi Nada, dari mobil itu keluar Zakia yang menunduk tanpa berani mengangkat wajahnya.
Nada berlari kecil kearah Putri remajanya dan melewati Revandra tanpa.menyapa siapapun,naluri seorang ibu tetap terasa jika putrinya memang sedang tidak baik-baik saja.
" sayang kau kenapa ??" tanya Nada sambil mengangkat wajah Zakia. luka lebam disudut bibir dan pelipis Zakia membuat Nada membuka matanya lebar-lebar, spontan Nada menutup mulutnya dengan kedua tangannya. terkejut, syok itulah yang dirasakan Nada saat ini.
Zakia tidak berani menjawab, ia kembali.menundukkan kepalanya. bukan karna takut, tapi Zakia tidak akan sanggup jika melihat sang mama menitikkan air mata.
Revandra hanya bersandar di mobil bersama kedua asistennya. sedangkan Rans yang baru keluar segera mendekati Nada yang masih mematung menatap sang putri.
" kak, bagaimana jika kita masuk dulu.." ajak Rans mencairkan suasana.
Nada seolah baru bisa bernafas ketika mendengar ucapan Rans. ia hanya mengangguk dan membuka jalan, sedangkan Rans yang tau perasaan Zakia menuntun Zakia dan membawanya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
.
.
" pa, sebenarnya ada apa ?? zakia kenapa ??" tanya Nada setelah didalam rumah. ia memberondong suaminya sejuta pertanyaan.
" duduklah dulu.. ayo kita duduk.." ajak Revandra, ia berusaha membuat Nada tidak terlalu kawatir.
Nada menurut dan duduk dikursi sofa panjang, diruang keluarga mereka. Gondrong dan Romi segera keluar setelah mendapat kode kedipan mata dari Revandra, pertanda ia hanya ingin bicara berdua saja dengan istrinya.
" Zakia tadi dihadang preman dijalan. mereka lumayan banyak, untung saja Aku datang tepat waktu.." terang Revandra.
" apa ?? dihadang preman ?? ta..tapi jika hanya preman gondrong pasti bisa mengatasinya ??!!" balas Nada dengan wajah masih penuh kekawatiran.
" mereka terlalu banyak sayang, gondrong juga berusaha melindungi Zakia,." timpal Revandra.
" bukan, tapi aku juga tidak terlalu yakin.." jawab Revandra lirih.
Nada menarik nafas serta membuangnya dengan kasar, " aku kan sudah katakan, hentikan aktivitas didalam anggota mafiamu itu.. aku tidak mau anak-anak kita yang menjadi sasaran musuh-musuhmu !!"
" tapi sayang.. kami sudah tidak beroperasi lagi.. mungkin hanya minuman saja yang kami jual.." timpal Revandra.
" tetap saja. aku ingin menua dengan ketenangan pa.. aku juga ingin anak-anak kita bisa menjalani kehidupan tanpa gangguan seperti ini..apa iya kita akan memberikan pengawalan lebih untuk mereka ?? itu akan membuat anak-anak kita merasa terganggu.." kata Nada
" sayang.. aku yakin ini bukan dariku, mereka bukan musuhku, sangat terlihat jika mereka tidak mengenaliku.." timpal Revandra.
__ADS_1
" lalu bagaimana mereka bisa menyerang Zakia ??" tanya Nada.
Revandra mulai berfikir kembali. " tadi aku melihat ada mobil yang mengawasi penyerangan, aku yakin mereka yang menyebabkan semua itu, dan aku sangat yakin, mereka bukanlah musuhku, wajah mereka sangat asing.."
Nada mengusap wajahnya, sesekali matanya terpejam ia berusaha menenangkan diri.
.
.
Zakia yang membuka sedikit pintu kamarnya kembali masuk, awalnya ia hendak keluar, namun mendengar kedua orangtuanya tengah berbicara serius niatnya diurungkan kembali.
Rans yang menemani dan mengobati luka Zakia sangat mengerti apa yang dirasakan gadis remaja itu.
" sudahlah, jangan terlalu kau fikirkan.. orangtuamu itu tidak bertengkar, mereka hanya kawatir saja padamu." hibur Rans sambil menggenggam tangan Zakia yang sejak tadi tetap menunduk dengan wajah suramnya.
" aku tau mereka tidak bertengkar, tapi melihat mama sangat kawatir aku merasa bersalah saja.." balas Zakia yang pada akhirnya menitikkan air matanya.
Rans yang merasa tidak tega meraih tubuh mungil Zakia kedalam pelukannya.
" jangan bicara begitu.. semua orangtua akan kawatir jika putra putri mereka terluka, lagian jika bukan karna terdesak kau tidak akan mungkin berkelahi kan ??!" nasehat Rans.
Zakia terisak dalam dekapan Rans, itulah zakia jika melihat sang mama menangis selalu ikut menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.
.
__ADS_1
.
.