
bab 201
.
.
setelah turun Rans memuntahkan semua isi dalam perutnya. karna terlalu ketakutan Rans merasakan mual.yang begitu luar biasa hingga ia tidak tahan dan muntah-muntah.
Zakia dengan setia mengusap minyak angin ketengkuk leher Rans yang terlihat lemah.
" maaf ya paman.. Zakia benar-benar tidak tau jika paman begitu takut.." ucap Zakia sembari memijat pelan tengkuk leher Rans.
" jangan menyalahkan dirimu, aku lakukan agar kau tidak bersedih lagi..tersenyumlah, hanya itu obat yang mujarab untukku." balas Rans yang menerbitkan senyumnya.
" paman selalu seperti ini. melakukan apapun hanya untuk membuatku senang."
" karna kebahagiaanmu yang utama untukku anak nakal.." Rans menarik hidung Zakia hingga membuat Zakia tergelak tertawa.
" bagaimana jika kita makan ??" ajak Zakia.
" boleh. tenagaku habis karna keluar semua.."balas Rans yang segera mengulurkan tangan kemudian diraih oleh Zakia keduanya melangkah beriringan mencari makanan yang cocok untuk lidah mereka.
.
.
" apa ?? mafia ?? kau mau menggerakkan mereka lagi ??" tanya darren kepada Revandra.
__ADS_1
" ini permintaan putriku, aku tidak bisa menolak. aku hanya ingin mengetahui dimana keberadaan mereka saja." jawab Revandra.
" dan kau sudah menemukannya ??" trerka Darren.
Revandra mengangguk. ia menggeser laptop didepannya kearah Darren.
" kau akan terkejut darren." ucap Revandra.
Darren meneliti foto-foto dari laptop itu. seketika matanya membulat ketika mendapati logo anggota miliknya dulu berada dalam foto itu.
" LIONSKY ?? ini..ini..tidak mungkin Vandra.. LIONSKY sudah kau hancurkankan ?? bagaimana.. bagaimana bisa pria jelek itu menggunakan nama anggotaku dulu !!" darren seakan tak percaya dan kembali meneliti.
" James Riad, ketua LIONSKY saat ini. dia adalah adik dari ROY RUMzi anggotamu dulu." terang Revandra.
" Roy, ?? bahkan aku baru tau jika Roy memiliki adik.." timpal Darren.
" lalu apa yang akan kau lakukan.??" tanya Darren.
" aku harap hanya kita yang tau. aku akan terbang kesana bersama Romi dan Yohan menyelamatkan wanita itu, kau handle keadaan disini. pastikan Nada dan Zakia tidak mengetahui alasan kepergianku yang sebenarnya." ucap Revandra sungguh-sungguh.
" kau tidak membutuhkanku !! kenapa aku tidak ikut !! aku benar-benar ingin menghajar pria jelek itu, beraninya menggunakan nama anggotaku dulu !!" gerutu Darren.
" jika kita pergi bersama akan terlihat mencurigakan !!! kau ini seperti anak kecil saja !! sudahlah, aku akan menyampaikan pesanmu pada pria jelek itu nanti !!" balas Revandra.
" itu negara yang belum pernah kau jamah Van, berhati-hatilah.." nasehat darren.
" tenang saja. apa kau lupa aku ini siapa !!" balas Revandra dengan santai.
__ADS_1
" aku tau !! tapi usiamu itu sudah tidak muda lagi.. ingat umur.. ingat anak dan istri dirumah !!" timpal Darren.
" akuselalu ingat itu. makanya aku akan berusaha semaksimal.mungkin.." ucap Revandra.
" huh.. kenapa putriku selalu baik pada semua orang.." Balas Darren.
" didikkan Nada yang begitu penuh perhatian, membuat Zakia meniru sifat Nada. aku tidak menyalahkan Nada dan juga tidak.menyalahkan zakia, aku hanya selalu kawatir jika mereka dalam bahaya saja."terang Revandra.
" iya kau benar. adikku hatinya selembut salju, aku juga bangga menjadi kakaknya, dia bisa membuat Zakia kuat diluar dan lembut didalam hatinya." Darren bersandar dengan tangan sebagai alas kepala..
" jangan memikirkan istriku !! fikirkan istrimu sendiri !!" omel Revandra.
" hey sadarlah pria tua !! Istrimu adikku !! otomatis aku akan memikirkannya.. dasar bodoh !!" balas Darren tak mau kalah
" katakan aku tua sekali lagi, aku akan mengunci mulutmu darren !!" geram Revandra.
" aku mau pulang saja !! jalan-jalan lebih baik dari pada diruanganmu yang jelek ini.." ucap darren seraya berdiri dari duduknya.
" cih... awas saja jika aku berkunjung dikantormu dan ruanganmu lebih jelek dari punyaku." Balas Revandra dengan lantang. Namun darren sudah menutup pintu begitu saja.
begitulah Kedua papa Zakia jika bertemu, selalu penuh perdebatan, namun sebenarnya mereka amat saling menyayangi.
.
.
.
__ADS_1