
bab 181
.
.
.
" papa.." Zakia seakan tidak percaya. pagi tadi papanya terlihat biasa saja. bahkan berkata akan berangakat mitting dipagi hari. namun ternyata papanya kini berada dihadapannya.
Revandra menuruni tangga dengan santai tangan yang dimasukkan kedalam kedua saku celananya.
Zakia beralih menatap sang mama, namun mamanya hanya menjawab dengan gelengan saja.
gondrong menunduk hormat lalu segera berlalu dari hadapan bos nya.
" jadi, kau sudah tau kan markas papa ??" tanya Revandra setelah dekat dengan Zakia.
" ma..maaf pa, a..aku..aku..hanya penasaran saja.." Zakia menunduk karna takut. tatapan sang papa seolah menusuk kedalam hatinya.
" baiklah, kita lanjutkan berkelilingnya. bagaimana ??" tawar Revandra yang perlahan menerbitkan senyum tipisnya.
Zakia langsung mengangkat wajahnya dan membalas senyuman sang papa.
" memang masih banyak ya pa ??" tanya Zakia penuh antusias
" tentu saja.. ayo.." ajak Revandra.
tanpa menunggu lagi, Zakia meraih lengan sang papa dan mengikuti langkah papanya.
" mama tunggu dibawah saja ya..mama.lelah.." ucap Nada
" baiklah ma.. terima kasih.." balas Zakia yang sudah tak terlihat sebab sudah teertutup.pilar besar.
__ADS_1
.
.
Revandra membukakan sebuah pintu besi yanh digembok menggunakan sidik jarinya.
" pintu ini hanya bisa dibuka oleh papa dan paman Romi serta paman yohan saja." terang Revandra
" wah.. ini.canggih sekali.." puji Zakia.
perlahan pintu terbuka, netra Zakia disuguhkan dengan deretan senjata dari yang kecil.hingga besar dari yang berkotak emas hingga yang biasa, semua ada disitu. dirak-rak tersusun bola bola yang berisikan bahan peledak, Zakia bahkan tidak bisa berkata apapun , kekagumananya bertambah ketika melihat Sebuah lemari kaca yang berisikan macam-macam belati, disisi lainnya macam-macam samurai dan pedang juga tersusun rapi.
benar-benar gudang senjata.
" papa, apa.semua ini milik papa ??" tanya Zakia.
" tentu saja bukan. ini milik EangleBlood, anggota disini. semua anggota memilikinya.." jawab Revandra.
" senjata papa hanya satu, dan itupun ada dirumah. sedangkan belati papa hanya satu juga, yang kau ambil waktu itu.." terang revandra.
" apa itu boleh Untuk zakia belatinya ??" tawar Zakia.
" asal kau gunakan ketika mendesak papa.akan biarkan kau memilikinya.." balas Revandra dengan santainya.
" terima kasih pa.." Zakia memeluk revandra dengan erat.
" baiklah ayo kita lanjutkan turringmu berkeliling museumnya mafia " canda Revandra.
" ha..ha..ha.. museumnya mafia ?? aku baru mendengar kata manis seperti itu.." balas Zakia dengan tawa lepasnya.
Revandra merespon dengan sunggingan senyum saja. ia kemudian membawa Zakia menuju ruangan atas.
.
__ADS_1
.
.
Samantha sudah tiba dirumah. kebahagiaan yang kini mereka rasakan tidak bisa diutarakan oleh apapun.
begitupun dengan Abigal, ia begitu posesif pada Samantha, sampai-sampai ia memindah kamar mereka dilantai bawah agar Samantha tidak kecapekan dan lelah.
perdebatan kecil terdengar dikamar Samantha. Abigal ngotot menyuruh samantha istirahat, namun Samantha ingin berjalan-jalan, bahkan ia merasa bosan jika duduk diam didalam kamar saja.
"mas Abi aku mau jalan-jalan sebentar diluar..!! itu tidak akan capek kok ?!!" protes Samantha.
" sayang dokter kan bilang kau tidak.boleh sampai kelelahan !!ayolah mengerti keadaan..!!" balas Abigal
" tapi aku bosan hanya duduk diam dikamar begini !! hanya duduk seperti ini yang malah menjadikanku tidak sehat !!" gerutu samantha.
" usia kandunganmu masih sangat muda.. masih rentan.." balas Abigal.
" hanya berjalan-jalan saja.. sekitar rumah memangnya capeknya dimana !!!? kalaupun aku capek, aku akan istirahat nanti !!!?" protes Samantha.
Abigal terlihat frustasi, istrinya tidak bisa dicegah lagi. Kekawatiran Abigal juga terlalu besar, apalagi jika mengingat kejadian yang menimpa Samantha dulu, seakan menjadi teguran keras bagi Abigal.
" biarkan mama yang menemani Samantha Abi.. lagian Samantha bisa stres jika hanya dikamar saja.. mama pastikan dia tidak akan kelelahan kok.." mama wina masuk kedalam kamar putranya itu.
Abigal hanya mendegus kesal "baiklah, tapi jangan terlalu lelah ya ??" akhirnya Abigal mengalah.
" nah.. gitu dong..ayo ma.." Samantha segera berdiri dari duduknya dan membawa mamanya berjalan-jalan sekitar rumah.
" benar kata dokter itu, meski sama pembuatannya setiap anak akan berbeda-beda ketika dikandungan mamanya, " gumam Abigal yang memilih segera berangkat kekantor saja.
.
.
__ADS_1
.
.