LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 39


.


.


..


Mobil Abigal berhenti didepan rumah orangtua Samantha. sbelum datang Samantha sudah menghubungi ibunya agar pulang lebih awal. pak Ridwan dan Ibu rani dengan antusias menyambut kedatangan putri satu-satunya itu.


" ibu, ayah.." samantha segera berlari mencium tangan kedua orangtuanya. Abigal yang baru turun segera mengikuti samantha dan ikut mencium tangan kedua mertuanya.


pak Ridwan dan ibu Rani dibuat terkejut dengan Menantunya.


" oh.. kalian sudah datang.. ayo kita masuk.." ajak pak Ridwan yang berusaha biasa saja.


" ayo saman.. Tuan abi, mari silahkan masuk.." ucap Ibu Rani memeprsilahkan.


" bu, bisakah jangan panggil saya begitu ?? saya ini suami putri ibu.." timpal Abigal.


Ibu Rani menatap pak Ridwan seolah meminta jawaban, kemudian beralih menatap Samantha yang menganggukkan kepalanya.


" baiklah, mari nak abi kita masuk.." ucap pak Ridwan.


mereka kemudian segera masuk kedalam rumah.


Samantha tak lepas dari pelukan sang ibu sejak tadi,


" kita langsung memeja makan saja. ibu sudah masak banyak sekali untuk kalian." ajak ibu Rani.


" benarkah ?? nanti jika saman gendut bagaimana ??" balas Samantha dengan candaanya.


" kau akan semakin cantik nanti jika gendut." timpal Abigal.


sontak pak Ridwan dan ibu Rani terkejut dengan ucapan menantunya itu. setau mereka Abigal begitu membenci samantha karna hampir menghalangi masa depan adiknya, namun pemandangan didepan mereka berbanding terbalik dengan kenyataan. Abigal menarikkan kursi untuk Samantha dan samantha membalas dengan senyum manisnya.

__ADS_1


rasa haru dihati kedua orangtua samantha sangat dalam. putri yang selama ini mereka kawatirkan sepertinya sudah mulai terbiasa dan menerima pernikahan paksaan itu.


" ibu, ayah.. kenapa berdiri disitu ?? katanya kita akan makan ??" tanya Samantha pada kedua orangtuanya yang mematung berdiri.


" oh.. iya,.. iya.." jawab Ibu rani dan pak Ridwan bersamaan. keduanya segera duduk dimeja makan bersama Samantha dan Abigal.


.


.


.


Dibelahan bumi lain, Rans yang baru keluar dari Perpustakaan, hendak pergi namun tertahan dengan panggilan yang ditujukan olehnya.


" Rans !!!" panggil Seseorang.


Rans menoleh kesumber suara, ia menerbitkan senyumnya ketika tau siapa yang memanggilnya.


" ada apa Revia ??" tanya Rans.


" benarkah ??" balas Rans seolah tak percaya, hanya dalam waktu singkat Revia sudah menemukan tambatan hati dinegara orang.


" kau mau.menikah dengan bule ??" tanya Rans.


Revia mengangguk pasti.


" cepat juga." ucap Rans dengan senyum manisnya.


" sebenarnya kami saling kenal sudah lama. dia keturunan indo juga, orangtuanya juga diIndonesia. kami disini hanya bertunangan, kalau menikah kami tetap kembali diIndonesia." terang Revia.


Rans mengangguk pertanda mengerti. " baiklah, q akan usahakan datang. tapi q tidak janji."


" kenapa ??" tanya Revia


" q tidak sebebas dirimu. lihatlah disana" Rans menunjuk beberapa pengawal yang stand bye di luar Universitas.

__ADS_1


" what, kau dikawal ?? apa kau anak seorang sultan ??" tanya Revia dengan membulatkan matanya.


Rans tertawa mendengar pertanyaan Revia barusan.


" bukan, q bukan anak sultan. tapi kakakku terlalu menyayangiku, dia tidak mau sampai q salah pergaulan dan terlalu bebas disini." jawab Rans dengan santai.


" seperti wanita saja harus dijaga.." ejek Revia.


" yah.. beginilah hidupku..makanya q tidak bisa terlalu dekat dengan siapapun. " timpal Rans.


" kufikir kau membatasi diri karna dia " Revia mengeluarkan sebuah foto kecil dari sakunya dan.menyerahkan pada Rans.


Rans menautkan alisnya sambil.menatap tajam Revia.


" q menemukannya waktu kau menolongku, kau menjatuhkannya," terang Revia.


Rans menerima foto Samantha yang terlihat manis meski tanpa make up itu.


" dia kekasihku diIndonesia. terima kasih." ucap Rans lirih.


" q sudah menduganya. makanya q berniat memberikannya padamu, tapi q selalu tidak.menemukanmu ketika q keluar jam kuliah, kau sudah pulang." balas Revia.


" terima kasih sudah menjaganya." ucap Rans penuh rasa.


" tidak masalah, baiklah q pulang dulu." balaa Revia yang melangkah meninggalkan Rans.


Rans mengusap foto kecil Samantha yang digenggamnya.


" kenapa hatiku rasanya sesak begini ?? apa kau marah padaku ?? apa terjadi sesuatu padamu ?? samantha.. maafkan q, q meninggalkanmu dengan sebuah masalah besar disampingmu.. q pasti akan menebusnya nanti, q berjanji" gumam Rans yang juga melangkah sambil memejamkan matanya, ia tidak bisa mengelak jika hatinya bagai teriris jika teringat kekasihnya itu..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2