
bab 155
.
.
.
Dengan penuh hati-hati Zakia mengobati pelipis dan ujung bibir Revia yang terluka akibat pukulan pria tadi. sedangkan Rans mengurus biaya ganti rugi direstoran itu.
setelah selesai Rans menghampiri dua wanita yang tengah duduk bersama.
" kak, dia tadi siapa ??" tanya Zakia setelah selesai membersihkan luka Revia
Revia tertunduk dan membuang nafas secara perlahan.
" dia, dia mantan tunanganku Zakia. aku kabur darinya dan kembali keIndonesia."
" man..mantan tunangan ?? kakak sudah mau menikah dulu ??!" tanya Zakia dengan terkejut.
" iya, tapi dia dia selalu membohongiku. bahkan ketika diAmerika aku dijual disebuah Bar olehnya," terang Revia suaranya sudah terdengar bergetar
" kau tau dia pembohong !! untuk apa kau menemuinya lagi !!" tegur Rans yang sedikit kesal.
" aku tidak menemuinya, sewaktu dijalan tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya !!! dia memaksaku menemaninya makan malam disini.." balas Revia dengan berderai air mata.
Rans hanya mendegus kesal dan memilih duduk disisi lain.
Zakia berusaha menenangkan Revia dengan merangkul pundak Revia. "kakak tenang dulu ya."
__ADS_1
" aku sudah mulai bisa melupakan semua kejahatannya Kia, tapi kenapa dia harus muncul lagi!! aku benar-benar takut.."tangis Revia pecah. biar bagaimanapun hatinya masih memiliki trauma yang dalam atas perlakuan mantan tunangannya itu.
Zakia menarik Revia kedalam pelukannya. "kakak tenang dulu.. jika mereka berulah, kakak segera lapor polisi saja..usahakan kakak mencari bodyguard untuk menjaga kakak, anak buah papaku banyak yang bisa diandalkan, nanti aku coba bicarakan dengan papaku ya, untuk menugaskan salah satunya menjaga kakak.." Zakia berusaha membuat Revia tenang.
" tidak semudah itu Zakia. mereka anggota mafia."timpal Rans.
" apa salahnya, paman kan tau papaku itu siapa.." balas Zakia.
Rans menatap zakia dengan mata bulatnya. "kau tau papamu !??"
Zakia memgangguk pasti.
Zakia mengusap air mata dipipi Revia dengan lembut. " kakak harus kuat, jika kakak seperti ini pria gila itu akan memanfaatkan kelemahan kakak,"
Revia mengangguk pelan. " terima kasih Zakia..meski usiamu masih sangat muda, kau begitu bijaksana"
Rans masih terlihat kesal, kencan butanya harus gagal karna keributannya dengan mantan kekasih Revia. jika bukan karna Zakia yang memaksanya menolong, Rans tidak akan mau ikut campur seperti itu. bahkan harus membayar kerugian yang disebabkan perkelahiannya tadi.
Revia dapat melihat gurat kekecewaan diwajah Rans. " Rans.. maafkan aku yang mengganggu makan malam kalian.. terima kasih sekali lagi kau telah menolongku.."
" kakak bicara apa, kakak tidak mengganggu kok !!" timpal Zakia dengan sungguh-sungguh.
" Revia. usahakan untuk selalu membawa sopir atau siapapun agar kau tidak dalam bahaya. jarak dari rumahmu menuju rumah sakit lumayan jauh, pria itu akan menggunakan kesempatan yang banyak itu jika kau tidak mematahkan kesempatan yang lain."terang Rans dengan tegas.
" iya Rans, aku akan berusaha..maaf sekali lagi." ucap Revia yang segera berdiri dari duduknya.
Rans tidak menanggapi ucapan Revia. ia hanya membuang nafas dan mengangguk tanpa berkomentar lagi.
" kakak mau kemana ??" tanya Zakia.
__ADS_1
" pulang." jawab Revia.
" pulang ?? sendiri ?? " tanya Zakia lagi.
" iya. kakak bawa mobil kok.." balas Revia dengan menerbitkan senyum tipis. tipis sekali.
" itu akan berbahaya, sebaiknya kakak diantar paman Rans saja. biar mobil kakak aku yang bawa.." usul Zakia
Rans membulatkan matanya, "apa-apaan !! mana mungkin aku malah bersama Revia !!" gerutu Rans dalam hati .
" tidak, tidak, aku tidak setuju !!! jika kau yang sendiri, nanti bagaimana jika mereka mengira kau Revia dan dihadang ??!! itu beresiko !!" hardik Rans dengan tegas.
" tapi paman, kasihan kak Revia..kalau aku kan masih bisa melawan, tapi kalau kak Revia ??"balas Zakia tak mau kalah.
" sekali tidak !! ya tidak !! enak saja !!" Rans juga kekeh dalam keputusannya.
" sudah, sudah, Zakia kakak tidak apa-apa pulang sendiri. insya Allah kakak akan baik-baik saja." Revia mencoba menyela perdebatan kecil antara Zakia Dan Rans. ia cukup faham jika Rans begitu terganggu dengan adanya dia.
Zakia menggembungkan pipinya sembari.menatap tajam Rans. " baiklah !! aku bersama kak Revia saja !! paman naik mobil sendiri !!"
Rans terlihat begitu frustasi, ia memejamkan matanya dan mengusap wajahnya dengan kasar. "baiklah !!! semua masuk mobilku saja !!!" Rans langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar restoran terlebih dulu. Zakia menerbitkan senyum kemenangannya dan segera menarik Revia agar mengikuti mereka.
meski terasa malas, Rans tidak mungkin menolak keinginan Zakia. gadis kecil yang begitu dicintainya.
.
.
.
__ADS_1