
bab 83
.
.
.
Lambaian tangan Maudy mengarahkan Rans untuk mendekat dimana maudy saat ini berdiri disisi mobilnya.
" maaf mengganggumu malam-malam." ucap maudy.
" tidak masalah, kau kan juga pernah membantuku.." balas Rans sambil tersenyum.
Maudy sangat bahagia dengan sambutan hangat dari Rans.
" bagaimana jika kita minum kopi ??" tawar maudy.
" boleh. q juga sedikit bosan dirumah." balas Rans.
keduanya sepakat dan masuk kedalam mobil.maudy, melesat pergi dari rumah besar keluarga Rans.
tak lama mereka sudah sampai ditempat tujuan. bahkan mereka sudah memesannya secara bersamaan, gurat kebahagiaan nampak diwajah Maudy ketika Rans terus saja menggodanya.
" oh ya, kau mau curhat tentang apa ? apa nasibmu sama.sepertiku ?? kehilangan cinta ??" tanya rans yang diimbangi dengan candaannya.
" tidak, q hanya butuh teman. oh ya, bagaimana hubunganmu dengan kakakmu ?? apa sudah lebih baik ??" tanya maudy balik.
" lumayan. semarahnya kak Abi, dia tidak pernah mau memukulku, mungkin hanya mendiamkan saja." jawab Rans sambil tersenyum simpul.
" maaf ya, karna q kau jadi terkena masalah dengan kakakmu.." baLas Maudy.
"boleh q tanya sesuatu ??" tanya rans.
maudy mengangguk sambil meminum secangkir cofe didepannya
" emm.. dimana kau mendapat obat bius yang kau berikan padaku waktu itu ??" pertanyaan rans membuat Maudy tersedak
" uhuukk..!!"
" maaf, maaf, sedikit panas.." ucap maudy berusaha tenang.
__ADS_1
" bagaimana ini, apa.mungkin q katakan jika kak kayra yang memberiku obat bius itu ??! Rans akan marah padaku jika dia tau semua memang sudah kurencanakan" batin maudy penuh kawatir.
Rans mulai melihat raut wajah maudy yang memucat.
" oh.. ee...q mendapatkannya...e.. dari.. dari.. Lidia. iya, lidia kan sekarang apoteker, q.. q.. mendapatkannya dari dia..emm.. memang ada apa ??" Maudy berusaha bersikap tenang dengan balik.bertanya lagi.
" tidak ada, q hanya ingin tau saja. jika memang dari lidia itu kan wajar saja, dia kan temanmu sejak dulu.. apa kau tau obat bius itu dosis tinggi ??!"
" q tidak tau tentang hal itu, waktu itu q tidak sengaja membawanya. dan kebetulan saja kau membutuhkannya. ya, walaupun kau harus terkena masalah setelahnya. kufikir q membantumu agar bisa bersama Samantha lagi.. ternyata malah menjadikanmu didalam sebuah masalah." terang Maudy perlahan ia mencoba mengubah topik pembicaraan.
" kau tidak salah. kau hanya berniat membantuku saja.. seharusnya q yang minta maaf, harus melibatkanmu dalam masalahku. tapi kau tidak.perlu kawatir, q sudah keluar dari masalah itu.." balas Rans.
keduanya menerbitkan senyum bersama sembari menikmati kofee mereka masing-masing.
" semua kau sengaja Maudy, perlahan q akan.tau dalang dari semua ini..dan apakah akan dilanjut atau tidak.." batin Rans penuh rencana.
.
.
" sudah semua kan ?? oh ya, jangan lupa sama yang waktu itu juga ya.." ucap Abigal dalam sambungan telfon.
ekspresi mengangguk menandakan bahwa Abigal mengerti apa yang dikatakan entah siapa yang menghubunginya.
tak lama Abigal sudah selesai mengobrol dalam panggilan terfon. ia beralih menatap Samantha yang cemberut karna sejak tadi diabaikan olehnya.
"siapa sih yang menghubungimu mas ?? sepertinya penting sekali ??!" tanya Samantha yang terlihat kesal.
Abigal.menerbitkan senyum sambil merubah posisinya memeluk Samantha.
" maaf ya, tadi hanya sekretarisku saja. beberapa yang kuminta dia siapkan sudah selesai semua.." jawab abigal sambil.mencium pucuk kepala Samantha.
" sekretaris mas perempuan ??!" tanya Samantha.
pertanyaan samantha membuat Abigal menautkan alisnya. tumben sekali istrinya bertanya sedetail itu.
" memangnya kenapa ??" tanya Abigal.
" tidak, tidak apa-apa." Samantha merubah posisinya membelakangi Abigal.
ia tidak mungkin bilang jika Samantha takut kalau sampai Abigal memacari Sekretarisnya, entah fikiran dari mana yang menyebabkan Samantha memiliki asusmi seperti itu.
__ADS_1
" baiklah q jawab. dimana- mana sekretaris itu pasti wanita sayang.." Abigal memeluk Samantha dari belakang.
Samantha meremas selimut yang ia gunakan. entah mengapa rasanya tubuhnya terasa panas mendengar kata wanita.
"Memang kalau pekerjaan tidak bisa besok ya, harus malam-malam ??" pertanyaan Samantha kali ini.membuat Abigal yakin jika kini istrinya sedang cemburu tanpa alasan.
" hey, dengarkan dulu.." balas Abigal.
" sudahlah, q mau tidur. lanjutkan saja telfonannya.." timpal Samantha.
" apa kau cemburu ??" goda Abigal.
" ti..tidak..jangan kegeeran.." timpal samantha lagi.
" baguslah, jika kau sampai cemburu pasti kau akan malu sendiri sayang.. wanita sekretarisku itu adalah istri Deri asisten pribadiku.. kau mengerti.." terang Abigal dengan senyumnya.
Samantha berbalik dan.menatap abigal.yang melipat kedua tanganya sebagai alas bantal.
" istri ?? deri sudah punya istri to ??!!" samantha
" iya, mereka menikah tanpa restu orangtua Jadi keduanya bekerja keras untuk hidup.." jawab Abigal
" benarkah ?? kenapa q tidak diberitau ??!! bagaimana kau ini !!" protes Samatha.
" jangan bercanda sayang.. mereka menikah juga sebelum kita menikah.. untuk apa juga q menceritakan perjalanan mereka padamu !!" balas Abigal.
abigal mernegkuh tubuh Samantha dalam dekapannya.
" jangan kawatir, q tidak seplayboy dulu.. tidak ada wanita lain dihatiku selain dirimu.."
" janga bicara seperti itu, nanti jika kau sampai terkhilaf bagaimana ??!" balas Samantha.
" itu tidak akan terjadi sayang.. sudah tidurlah, besok kita akan fitting baju pernikahan kita" terang Abigal
Samantha memgangguk pelan dan mulai memejamkan matanya.
Abigal mengusap lembut Rambut Samantha.
" susah payah q berjuang mendapatkanmu, bahkan harus merebutmu dari adikku, bagaimana kau memiliki pemikiran q akan berpaling istriku .. meski dulu q seorang bajingan, tidak mungkin q mengabaikan istri sebaik, secantik, setabah dirimu,." batin Abigal
.
__ADS_1
.
.