
bab 36
.
.
.
Setelah malam itu, hubungan Abigal dan samantha perlahan semaki dekat, canda tawa dan kedekatan sebagai sepasang suami istri sudah nampak jelas terlihat ketika mereka bersama. bahkan Samantha juga sudah memantapkan hatinya untuk menerima dan memilih Abigal, alasan hati seolah mengalahkan masa lalu indahnya bersama Rans.
Hal-hal romantis, penuh cinta selalu diberikan Abigal kepada samantha, seolah ia ingin membuktikan keseriusan dan ketulusan yang ia miliki.
perlahan tapi pasti, sosok Abigal yang dingin dan tanpa ekspresi, kini telah menjadi budak cinta seorang wanita muda yang dulunya adalah kekasih adiknya sendiri. bahkan karna dorongan dari samantha Abigal lebih banyak senyum dan sedikit ramah kepada setiap orang.
hal itu membuat mama Wina bahagia, meski disebelah hati maam Wina masih menyimpan kegundahan, namun ia harus medukung keutuhan rumah tangga putra pertamanya itu.
Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa sudah 6 bulan usia pernikahan Samantha dan abigal.
perjanjian 3 bulan yang dibuat Abigal sudah dihapuskan olehnya sendiri,
malam itu setelah membereskan meja makan, Samantha memasuki kamar dimana Abigal tengah memeriksa beberapa berkas yang ia bawa dari kantor.
" mas, ini kopinya.." ucap Samantha
__ADS_1
" terima kasih, istirahatlah dulu, q harus menyelesaikan ini.." balas Abigal.
Samantha mengangguk dengan senyum manisnya.
setelah meletakkan Kopi kesukaan suaminya Samantha segera menuju kamar mandi, ia masih penasaran dengan kondisinya, setiap bulan baru Samantha selalu mengecek urinnya dengan tespeck, namun hasilnya selalu negatif.
setelah beberapa menit, samantha kembali melihat hasilnya yang tetap negatif, kelegaan nampak jelas diwajah samantha.
Samantha keluar dengan setelan piyama tidur miliknya, Abigal yang serius dengan berkas ditangannya tidak menyadari jika samantha sudah ditempat tidur. Samantha yang mengerti suaminya tengah sibuk tidak berniat menganggu atau menegur, ia memilih membaringkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya beristirahat terlebih dulu.
baru saja Samantha memejamkan matanya, tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dengan lembut. segera samantha membuka matanya, wajah abigal yang begitu dekat dengannya menjadi kejutan tersendiri untuk Samantha.
" m..mas, sudah selesai ??" tanya Samantha
ciuman lembut dan hangat diberikan Abigal pada Samantha, keduanya larut dalam ciuman hangat namun terlihat jelas penuh tuntutan, semakin dalam Abigal menelusuri mulut Samantha keduanya bertukar slavina hingga keduanya terengah-engah mengatur nafas.
Samantha tertunduk malu dengan sikapnya yang mengimbangi ciuman Abigal tadi.
Abigal mengangkat wajah Samantha yang memerah menahan malu.
" ada apa ?? apa kau belum siap ??" tanya Abigal dengan suara parau. jujur saja Abigal sudah dikuasai *****, namun ia berusaha menhananya, ia tidak mau sampai memaksa Istri tercintanya itu.
" bu..bukan begitu, q..q.. hanya malu saja.." jawab Samantha lirih.
__ADS_1
" kenapa malu ?? kita suami istri, sah dimata hukum dan agama, tapi jika kau belum siap q.."
Samantha mengangguk pasti, memang benar adanya, Abigal berhak atas Samantha, dia adalah suami sah Samantha, akan sangat berdosa jika samantha terus saja menghindar.
" bolehkah ??" tanya Abigal lagi.
Samantha mengangguk pelan, Kembali Abigal ******* bibir samantha dengan perlahan dan lembut agar rasa malu samantha sedikit berkurang. Abigal yang sering melakukan itu dulunya, kini memang sudah benar-benar dikuasai ***** kala menciumi leher Samantha bahkan dia memberikan tanda kepemilikan disana.
entah sejak kapan Keduanya sudah tidak menggunakan sehelai benangpun, Samantha menunduk malu dengan posisinya sekarang, Abigal yang menyadari segera meraih Selimut dan menutupi mereka berdua.
" aahhhh !!!" rintih samantha yang menitikkan air matanya, ketika Abigal berhasil menerobos selaput kesucian Samantha yang terpendam selama ini . darah segar terasa mengalir dibawah sana.
" samantha, kau. ..??" Abigal benar-benar tidak menyangka jika samantha masih suci, Abigal menghentikan aksinya dan diam beberapa saat.
Samantha menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang luar biasa diarea sensitifnya.
Senyum penuh bahagia menyelimuti Abigal. segera Abigal mencium bibir Samantha kembali agar menetralkan rasa sakit yang dirasakan samantha.
.
.
.
__ADS_1
.