LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan cinta


__ADS_3

bab 97


.


.


.


Rans sudah sampai dikantor, segera ia memasuki kantor, tak lupa senyum keramahan terpancar disana. para karyawan menyambut hangat kedatangan pemimpin baru yang amat mereka harapkan sejak dulu.


didalam Deri sudah menunggu didepan lift dan membukakannya untuk Rans.


" kau sangat tepat waktu kak Der.." puji rans sambil masuk kedalam lift.


" hanya kebetulan Tuan." jawab Deri singkat.


" jika denganku bersikaplah biasa saja.. kau lebih tua dariku, sangat tidak etis jika kau menghormatiku seperti itu." ucap Rans.


" tapi ini dalam pekerjaan tuan," balas Deri.


" dimanapun itu, bersikaplah biasa saja jika denganku.. " timpal Rans.


Deri hanya dapat mengangguk dengan senyum tipis diwajahnya. itulah Rans, sikap ramahnya kepada semua orang membuat siapapun pasti akan terpesona dengannya.


mereka sudah sampai dimana ruangan Rans berada. netra Rans membulat sempurna ketika melihat maudy duduk didepan pintu ruangannya.

__ADS_1


" maudy ?? sedang apa kau disini ??" tanya Rans yang berjalan kearah maudy.


" Rans, akhirnya kau datang.. aku butuh bantuanmu Rans.." balas Maudy dengan wajah gusar dan memelas.


Rans dan Deri saling pandang, keduanya tidak mengerti maksud dari Maudy barusan.


" emm.. mari masuk keruanganku dulu.." ajak Rans.


" saya permisi keruangan saya tuan." pamit Deri.


Rans menjawab dengan anggukan dan ia juga segera membuka pintu serta mempersilahkan maudy yang tiba-tiba datang meminta bantuan.


" duduklah dulu." ucap Rans yang juga duduk disofa panjang disudut ruangannya.


Maudy segera duduk disamping Rans entah apa yang terjadi padanya, wajahnya seolah menandakan ia sedang tidak baik-baik saja.


" Rans, bisakah aku bekerja disini ?? bekerja denganmu ?? aku sangat membutuhkan pekerjaan Rans.." jawab Maudy dengan mimik wajah memohonnya.


" bekerja ?? disini ?? kau tidak salah ??" Rans seolah tidak percaya.


" tidak Rans... papaku bangkrut, semua aset disita oleh bank, bahkan papaku masih memiliki tunggakan hutang, aku harus segera mendapatkan pekerjaan Rans, untuk membantu keluargaku.." terang Maudy dengan mata berkaca-kaca.


" bangkrut ?? bagaimana bisa ?? bukannya kau yang mengelolanya ??" tanya Rans yang seolah masih tidak percaya.


" aku hanya membantu Rans.. semua masih dihadle papa sendiri..Rans, aku tidak masalah menjadi staf biasa, asal aku mendapatkan pekerjaan secepatnya..aku mohon bantu Aku Rans.." maudy memohon dengan mengatupkan kedua tangannya serta air mata yang mengalir dipipi.

__ADS_1


Rans.membuang nafas dengan Perlahan.


" baiklah, kau bisa bekerja disini. sebagai sekretarisku saja, bagaimana ??" tawar Rans.


" be..benarkah ??" balas Maudy dengan wajah berbinar.


" iya, sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan, tapi hanya lowongan itu yang ada disini. ya, itung-itung aku membantumu." ucap Rans.


" thaks Rans.. kau baik sekali.." balas Maudy dengan senyum sambil mengusap air matanya.


Rans mengangguk pelan. " sama-sama, tapi bisa tidak kau gunakan pakaian yang sedikit sopan. emm... maksudku jangan pakai rok terlalu mini begini jika bekerja, jika bisa pakailah celana panjang saja ketika nanti sudah bekerja." ucap Rans jujur saja ia sedikit risih dengan pakaian Maudy yang terkesan terbuka.


" maaf, maaf, baiklah aku akan berganti. apa aku bisa bekerja mulai sekarang ??" tanya Maudy penuh antusias.


" iya, semua catatan pekerjaan dan jadwal mittingku ada pada Deri asisten kakakku, ruangannya ada lorong sebelah kanan. kau bisa meminta kepadanya nanti." terang Rans.


" baiklah, aku akan kesana dan berganti baju. sekali lagi terima kasih ya Rans, kau sudah mau membantuku..aku tidak tau jika kau tadi menolak menerimaku dikantormu ini.." ucap maudy.


" sudahlah, kita profesional kerja saja. kau membutuhkan pekerjaan dan uang, sedangkan aku butuh sekretaris. semoga kau bisa bekerja dengan baik disini." balas Rans.


Maudy menjawab dengan anggukan. segera ia pamit dan menuju ruangan asisten Deri, lalu berganti pakaian sesuai yang diharapkan Rans.


Rans yang masih ragu dengan alasan Maudy segera mengirim pesan kepada pengawal sang kakak yang ia percaya untuk menyelidiki bagaimana keluarga maudy sebenarnya. ia tidak mau sampai jatuh dalam perangkap yang sama seperti sebelumnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2