LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 124


.


.


Malam itu atas permintaan Samantha, baik orangtua samantha sendiri maupun mama wina dan Rans menginap dirumah Abigal.


malam semakin larut, Rans juga tengah berbaring dikamar. entah mengapa bayang-bayang senyum gadis kecil Zakia terus terbayang dimatanya. sesekali Rans tersenyum sendiri jika sadar bahwa semua terlihat konyol.


" kenapa aku memikirkan anak kecil itu terus.." gumam Rans..sambil berbalik tengkurap dan menopang kepalanya dengan tangan.


" masa iya aku suka dengan anak kecil.. hah.. kak Abi pasti akan mengejekku nanti.." ucap Rans yang tersenyum sambil membuka ponselnya. membuka galeri dan menatap foto Zakia. entah kapan Rans mengambil foto Zakia yang mengenakan seragam sekolah itu.


"ini benar-benar gila.. bagaimana bisa aku menyukaimu anak nakal " seakan mengajak bicara Foto zakia Rans sesekali memegang layar ponsel yang terpampang foto Zakia.


" usia kita berbeda jauh, dia pasti akan malu jika.berpacaran denganku.." ucap rans lagi.


Rans mengacak rambut serta mengusap wajahnya beberapa kali.." aahh.. kenapa aku berfikir terlalu jauh.."


drrttt..


drrtt..


Panggilan masuk diponsel Rans membuatnya membuka kembali ponselnya.


" Revia ?? kenapa bukan Zakia yang menghubungiku..??" gumam Rans sendiri.


" halo Revia.. ada apa ??" jawab Rans dengan bertanya.


" Rans.. apa.kau sudah tidur ?? apa aku mengganggu ??" tanya Revia.


" belum. kau juga tidak mengganggu. hari ini aku free tidak lembur juga. ada apa ??" balas Rans.

__ADS_1


Revia terdiam sesaat, ragu ingin mengatakan keinginannya, tapi entah mengapa hatinya ingin mengajak Rans.


" Revia ?? kau masih disitu ??" panggil Rans.


" oh.. iya.. maaf.. maaf.. ee.. Rans, minggu depan kau ada acara tidak ??" tanya Revia ragu-ragu.


" aku belum tau. memangnya kenapa ??" jawab Rans.


" dihari libur, sabtu minggu aku..aku mau mengajakmu menjadi relawan di daerah yang terkena gempa. kau terlihat begitu peduli pada semua orang, aku fikir kau bersedia untuk ikut." terang Revia.


" jadi Relawan ya ?? siapa saja temannya.. tenaga medis semua ??" tanya Rans.


" tidak, dari rumah sakit ada beberapa dokter dan perawat. tapi ini dibuka untuk umum juga, orang yang ingin ikut diperbolehkan..ada juga dari beberapa perusahaan yang ikut, mahasiswa, pelajar SMA, siapapun yang memiliki empati tinggi diperbolehkan ikut..sepertinya juga akan diadakan donor darah untuk korban-korban yang membutuhkan." jawab Revia dengan penjelasan.


" pelajar SMA ?? baiklah. Ajak Zakia juga ya ?? sepertinya akan seru jika anak nakal.itu ikut.." saran Rans.


senyum Revia redup seketika "apa ?? Za..zakia ??" seakan tak percaya Revia mencoba bertanya lagi.


" oh.. begitu ya.. apa.harus Rans ?? em..maksudku, apa..apa Zakia nanti mau ??" tanya Revia kembali.


" katakan aku juga ikut. aku yakin dia mau dan langsung diijinkan orangtuanya.." balas Rans penuh percaya diri.


" ba..baiklah.. aku akan mencoba.." ucap Revia.


" ya sudah. ini sudah malam kau pasti lelah seharian diruang operasi.. istirahatlah. aku juga mau istirahat.." kata Rans.


" iya, selamat malam.." Balas Revia.


" malam.."Rans langsung mematikan panggilannya.


Mata Revia terasa perih karna menahan sesuatu rasa yang sulit dijabarkan.


" kenapa terasa sakit disini.." gumam Revia sambil memegang dadanya.

__ADS_1


" kami bahkan tidak memiliki hubungan apapun.. kenapa harus aku sebaper ini.." Revia segera mengusap wajahnya agar air mata tak sampai jatuh.


" Rans begitu menyukai Zakia.. meski tidak pernah diutarakan, semua begitu terlihat.." Revia memilih segera berbaring dan berusaha tidak terlalu memikirkannya.


.


.


.


🧚‍♂🧚‍♂🧚‍♂


kenapa jadinya cinta segitiga begini ya ???


🤭🤭🤭


kok Revia ikutan suka ??


hayoo gimana coba ???


tanggung jawab kalian ya yang udh jodohin Rans ama Zakia 😁😁😁


kasihan tuh si Revia gimana ??🤭🤭🤭


adakah yang mau sama dokter cantik Revia ???


jodohnya dimana ya ??


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2