LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 139


.


.


.


air mata yang tumpah sudah terlalu banyak, meski kekecewaan yang didapat setidaknya Revia sudah lega karna mengutarakan perasaannya. sepanjang perjalanan pulang, Revia hanya menatap keluar jendela mobil, melihat banyaknya mobil yang masih berlalu lalang jalanan.


ucapan Rans yang terakhir masih terus terngiang ditelinga Revia, tentang jawaban pertanyaan Revia.


" siapa wanita yang kau sukai ??" tanya Revia.


" aku tidak yakin dia menyukaiku atau tidak, tapi aku akan berusaha menunggunya, sebab perjalanannya masih jauh.. aku tidak ingin menghalangi mimpinya.." jawab Rans.


Revia berfikir jika wanita yang disukai Rans adalah Zakia, meski tidak mengatakannya, namun setiap kata yang diucapkan mengarah kepada Zakia.


" semoga kau bahagia dengannya Rans.."gumam Revia yang menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat duduk didalam mobil sambil memejamkan mata.


.


.


.


Pagi yang cerah menyapa. Rans sudah bersiap kekantor dengan semua perlengakapnnya, Semalaman ia dibuat kesal dengan kiriman pesan dari Maudy, yang begitu menggilainya.


pagi itu juga, Rans harus berakting lagi dengan menghubungi maudy dan menanyakan aktivitas paginya.


" sedang apa ??" tanya Rans.


" siap-siap.mau kekantor papa..kau sendiri sedang apa ??" balas Maudy.


" aku kau kerumah sakit. aku fikir kau mau ikut denganku kerumah sakit. tapi jika kau sibuk...-"

__ADS_1


" baiklah, aku nanti akan menyusul.." timpal Maudy penuh semangat.


" benarkah ?? apa kau tidak keberatan ??" tanya Rans.


" tidak sama sekali.." jawab Maudy.


"terima kasih. nanti malam kita akan dinner bersama. apa kau mau ??" ajak Rans.


" di..dinner ?? tentu saja aku mau ??!!" balas Maudy antusias.


"baiklah sayang.. aku jalan dulu.. aku tunggu dirumah sakit ya.." ucap Rans dengan lembut.


Maudy serasa melayang mendapatkan perhatian dan kelembutan Rans.


panggilan segera terputus.


selesai basa basi Rans segera menancapkan gas mobilnya dan menuju Rumah sakit. membawakan makanan untuk mama dan kakaknya.


.


.


.


.


.


Abigal masih setia terlelap disisi Samantha yang juga masih dengan posisi yang sama.


mama wina sengaja tidak membangunkan Abigal, ia memilih turun kekantin rumah sakit mencarikan putranya minuman hangat.


Cahaya mentari yang masuk keruangan rawat Samantha mengenai wajah Abigal, hingga membuatnya terbangun.


beberapa kali Abigal mengerjapkan matanya sasaran netranya yang utama adalah wajah sang istri. berharap Samantha sudah membuka mata, namun seakan masih ingin terus tidur, Samantha belum mau membuka matanya.

__ADS_1


" sayang.. selamat pagi.." sapa Abigal, tak.lupa ciuman mesra diberikan Abigal pada kening Samantha.


" bangunlah sayang.. aku begitu merindukanmu.." bisik Abigal sembari mengusap kening Samantha.


sadar jika itu hanya sia-sia, abigal memilih Membersihkan diri dikamar mandi.


tak lama Abigal sudah selesai dan keluar dari kamar mandi, ia dikejutkan dengan Samantha yang sudah membuka matanya, namun terdiam tanpa berkata apapun dengan tatapan kosong mengarah keluar jendela.


bahagia bercampur terharu membuat Abigal segera mendekati Samantha.


" sayang.. kau sudah sadar ??" dengan penuh semangat Abigal memeluk Samantha dengan erat.


" aku bahagia sekali.. aku sangat merindukanmu.. sangat sayang.." ucap Abigal dengan air mata menetes.


Samantha masih terdiam tanpa berkata atau merespon apapun. Abigal perlahan membuka pelukannya, dan menatap Samantha yang juga menatapnya dengan wajah datar.


" k..kau si..a..pa ??" ucap Samantha yang masih terbata-bata.


Abigal mematung dengan ucapan Samantha barusan. tatapan seperti orang yang tidak kenal membuat Hati Abigal bagai terhimpit bongkahan batu besar.


pintu ruangan terbuka perlahan, nampak Ibu Rani dan pak Ridwan datang. Samantha mengarahkan tatapannya kearah pintu.


" samantha.. sayang.. kau sudah sadar nak..." Ibu Rani begitu bahagia dan mendekati Samantha.


" i..bu...a..ayah.." suara Samantha masih terbata dengan menatap kedua orangtuanya.


pak Ridwan dan Ibu Rani memeluk Samantha dengan erat.


sedangkan Abigal masih mematung, bagaimana bisa Samantha lupa kepadanya dan masih mengingat kedua orangtuanya..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2