
bab 179
.
.
.
Zakia mengunci pintu kamarnya dan segera membanting tubuhnya ditempat tidur.
ia menggeser tanda hijau diponselnya sebagai tanda jika ia menerima panggilan Rans.
" kenapa lama sekali mengangkatnya ?? kau sudah tidur ?? disitu malam kan ??!!" suara Rans sudah terdengar dan langsung memberondong Zakia dengan pertayaan.
" paman bertanya seperti guruku disekolah saja !! terlalu banyak !!" balas Zakia dengan mengerucutkan bibirnya.
suara tawa kecil Rans terdengar ditelinga Zakia. bahkan Rans membayangkan bagaimana ekspresi Zakia saat ini.
" paman sibuk sekali ya ?? sampai tidak membalas pesanku ??" tanya zakia balik.
" maaf ya, pertemuanku dengan klien lumayan lama tadi. yang pentingkan aku sudah menghubungimu.." balas Rans.
Zakia tersenyum, Rans selalu meredam segala kondisi termasuk perkataannya selalu halus dan menenangkan.
" baiklah buka panggilan videonya. aku ingin melihat wajah kekasih baruku yang sudah aku rindukan.." pinta Rans dengan kata-kata manisnya.
" gombal !! paman pandai sekali merayu.." balas Zakia.
" terserah saja. merayu pacar sendiri kan.." timpal Rans.
__ADS_1
wajah Zakia bersemu merah mendengar ucapan Rans. sembari tersenyum ia membuka panggilan video.
Nampak Rans yang juga merebahkan tubuhnya ditempat tidur,
senyum manis Rans terlihat dengan jelas. Zakia jangan ditanya lagi hanya melihat saja Zakia begitu bahagia. entah mengapa ia sendiri juga tidak tau.
" kenapa wajahmu memerah ??"goda Rans.
Zakia memegang sisi pipinya. "tidak !! memang wajahku seperti ini kan.."
" benarkah ?? bukan karna bahagia aku menelfonmu ??" goda Rans lagi.
" paman !!! kau menyebalkan !!!" protes Zakia dengan menutup wajahnya menggunakan bantal.
Rans tertawa lepas melihat ekspresi serta Respon Zakia barusan.
" jika masih tertawa aku matikan saja panggilannya.." gerutu Zakia dengan sebuah ancaman.
" aku juga tidak.menyangka aku berpacaran diusia remaja begini..kata temanku cinta diusiaku ini adalah cinta monyet, apa itu benar ?? dan cinta monyet itu apa ?? paman tau tidak ??"tanya Zakia.
" Itu kata temanmu kan ?? bagiku sudah kau balas saja membuatku bahagia. aku akan merubah cinta monyetmu menjadi cinta abadi terhadapku dan hanya aku tentunya.." terang Rans.
" caranya ???" Zakia menanggapi dengan serius bahkan kepolosannya selalu nampak jika.membicarakan hal-hal aneh seperti itu.
" rahasia.. disitu pasti sudah malam. tidurlah, besok kau pembagian rapor kan ??" pinta Rans.
" dari mana paman tau besok pembagian Raporku disekolah ??" tanya Zakia keheranan.
" tentu saja aku tau. semua tentangmu aku harus.tau dong !!" timpal Rans.
__ADS_1
Zakia.menerbitkan senyum manisnya, hingga membuat Rans merasa gemas bukan main.
" paman juga harus istirahat.. disitu pagi ya ??"
" iya. disini pukul 8 pagi. aku harus bersiap bertemu klien. semakin cepat selesai kan semakin baik." balas Rans
" paman hati-hati ya.." ucap Zakia dengan tatapan saling bertemu dengan Rans diponselnya.
" pasti.. demi kau " kata Rans.
" jangan demi aku, aku tidak kawatir kok.." canda Zakia.
" benarkah ?? kasihan sekali aku ini.." balas Rans dengan candaannya juga.
keduanya tertawa bersama, rasa bahagia yang begitu mendalam membuat hati mereka terasa tenang.
" tutup lah panggilannya, dan tidurlah, jangan lupa mimpikan aku ya ??" goda Rans kembali.
" cih.. tentu saja..ha..ha..ha.." Zakia tertawa geli dibuatnya. dan langsung mematikan panggilannya.
Zakia menutup dirinya dengan selimut karna rasa malu yang berlebihan.
sementara Rans juga tersenyum penuh kebahagiaan. ia tidak menyangka akan jatuh cinta kembali, dan jatuh kepada gadis remaja yang penuh dengan keluguan itu.
.
.
.
__ADS_1
.1