
bab 99
.
.
.
Zakia disuruh mamanya mengantar makanan untuk Rans sebagai tanda terima kasih karna Rans telah menolong Zakia. Awalnya Zakia menolak karna Zakia tau betul Rans sangat tidak suka dengan sebuah pemberian yang mengatasnamakan ucapan terima kasih.
dengan diantar gondrong pengawal dirumah Zakia tiba dikantor Rans. ragu dan takut membuat Zakia mematung disisi mobil.
gondrong segera keluar dan menghampiri nona nya.
" ada apa nona ??" tanya gondrong.
" paman saja ya yang mengantar masuk ?? aku malu " pinta Zakia.
" tapi.nyonya meminta nona yang mengantar secara langsung. maaf saya tidak.bisa membantu" balas Gondrong yang tidak.bisa membohongi nyonyanya.
dengan mendegus kesal Zakia melangkah memasuki kantor Rans. atas bantuan Gondrong Zakia kini sudah didalam.lift dengan mudah.
tak lama lift terbuka pada lantai dimana ruangan Rans berada.
Zakia segera menuju ruangan Rans dan hendak mengetuknya, namun sebuah suara menahan langkah Zakia.
" kau siapa ??" tanya Maudy yang baru saja dari toilet. sambil menatap Zakia yang berseragam SMA dari atas kebawah
Zakia menoleh kesumber suara dan menerbitkan senyumnya. " saya adiknya paman Rans. saya mau bertemu dengannya."balas Zakia dengan ramah.
" adik ?? jangan bercanda, saya tau Rans tidak.memiliki adik !!" timpal Maudy dengan suara tidak suka.
" terserah nona saja, tapi saya hanya disuruh mama saya mengantarkan makanan untuk paman Rans " ucap Zakia.
__ADS_1
" sini biar saya saja !!" Maudy hendak merampas kotak makanan yang dipegang Zakia, namun dengan cekatan Zakia menyembunyikannya.
" maaf, saya harus menemui paman Rans sendiri." balas Zakia
Maudy geram bukan main, " Rans sedang sibuk !! dasar anak ABG !! kau tidak tau ya, jika jam segini itu orang yang mau kau temui sedang sibuk !!!" bentak maudy.
Zakia sedikit terkejut dengan respon wanita didepannya.
untung saja Deri yang hendak pergi melihat Zakia yang dibentak maudy.
segera Deri menghampiri Zakia dan maudy,
" ada apa ini ??" tanya Deri yang sudah disana. Zakia menoleh dan menerbitkan senyumnya ketika mendapati orang yang ia kenal.
" paman.." sapa Zakia.
" Zakia, sedang apa disini ??" tanya Deri sedikit heran.
" dia mau mengganggu Rans pak, " timpal Maudy.
" halah.. alasan saja !! lagian kau ini masih SMA sudah mau jadi wanita penggoda ya, mau jadi apa nantinya jika sekarang saja seperti ini !!?" ejek Maudy.
" maudy jaga bicaramu !!" bentak Deri.
Maudy terperajak dengan bentakan asisten Deri.barusan. sedangkan Zakia hanya.memutar bola matanya dengan malas.
" kau masih baru disini, bersikaplah wajar dan sopan pada tamu !!" ucap deri dengan tegas.
Maudy menetralkan rasa kesalnya dengan mengatur nafasnya dengan perlahan. " baik pak."
" Zakia masuklah, Rans ada didalam." ucap deri pada Zakia.
Zakia menerbitkan senyumnya " terima kasih paman, aku tidak akan lama dan juga tidak akan mengganggu, hanya mengatarkan ini lalu segera kembali, aku juga harus kesekolah kok.." ucap zakia yang pandangannya ditujukan kepada Maudy yang terlihat kesal.
__ADS_1
Segera Zakia masuk keruangannya Rans. sedangkan deri juga berbalik menuju lift untuk pergi. maudy menatap deri penuh kebencian sambil mengepalkan kuat tangannya.
.
Rans sedikit terkejut dengan kedatangan Zakia.
"Zakia, kenapa kau kesini ?? jangan bilang kau kabur lagi ??" terka Rans.
Zakia mendekati Rans dan meletakkan kotak berisi makanan didepan rans.
" paman jangan sembarangan, sekarang mama menyuruh paman gondrong mengawalku, aku tidak akan bisa kabur lagi. aku kesini karna disuruh mama.mengantarkan ini." terang Zakia sambil.menunjuk kotak makanan diatas meja.
" seharusnya tidak perlu, bukannya kau harusnya sekolah ??" timpal Rans sambil meneliti Zakia yang menggunakan Seragam
" iya, ini juga sudah mau berangkat. kalau begitu aku pergi dulu paman. mama titip pesan Terima kasih banyak sudah menolong putriku." ucap Zakia.menirukan gaya sang mama.
hal itu.membuat Rans menerbitkan senyum tipisnya.
" baiklah, aku terima dan katakan pada mamamu jangan berlebihan, kalian juga sudah pernah menolongku." balas Rans.
Zakia mengangguk pelan. dan hendak pergi sebelum itu dia mengatakan sesuatu pada Rans.
" paman, yang diluar itu sekretarismu ?? kenapa.galak sekali ??" tanya Zakia.
" galak ?? denganmu ??" tanya Rans balik.
" iya. dia tidak ramah." jawab Zakia dengan jujur.
" baiklah, nanti kuberitau dia agar ramah sepertimu." ucap rans dengan senyumnya.
Zakia.mengangguk dan segera keluar dari ruangan Rans. waktu berjalan dengan cepat ia harus segera sampai disekolah. saat diluar Zakia bahkan tidak mendengarkan ocehan maudy yang terus.mengikutinya sampai dipintu lift. untuk saja Zakia cepat menutup pintu lift, jika tidak Maudy pasti akan memberondong Zakia dengan berjuta pertanyaan konyolnya.
.
__ADS_1
.
.