
bab 227
.
.
Rans dengan setia duduk disisi pembaringan Zakia yang masih belum mau membuka mata, meski rasa sedih masih terbesit, setidaknya dua nyawa yang amat berharga bagi Rans sudah selamat.
" bangunlah sayang.. apa kau tidak mau menggendong putra kita ??" gumam Rans lirih.
Sentuhan dipundak Rans membuat Rans menoleh. nampak Mayra disisi Rans bersama Nada.
" maafkan saya yang datang terlambat." ucap Mayra.
" kenapa anda bicara begitu ?? seharusnya saya yanh berterima kasih.." balas Rans.
" kenapa kalian kaku sekali.. May, dia menantumu, suami dari putrimu..dan Rans, Bibi mayra ini adalah ibu kandung Zakia, ibu mertuamu juga.." terang Nada menengahi.
" aku sama sekali tidak menyangka jika aku sudah memiliki menantu Nad.." balas Mayra.
" Ibu kandungku ?? bibi may ??" sebuah suara lemah dari pembaringan terdengar hingga membuat Rans, Nada dan Mayra menoleh secara bersamaan.
" sayang.. aku sudah sadar.. ??" Rans langsung mendekat dan menciumi wajah Zakia.
__ADS_1
Nada dan Mayra begitu bahagia bercampur haru.
senyum pucat menghias wajah Zakia yang masih terlihat lemah.
" ma.. apa maksudnya ini ??" tanya Zakia masih dengan suara lemah.
" sayang.. jangan berfikir berat dulu.." jawab Rans mencoba menenangkan.
" tapi aku mendengarnya hubby.." timpal Zakia.
" kau sudah bangun sayang.." suara Revandra masuk bersama Darren.
" jangan katakan sekarang kak ??" ucap mayra.
Zakia hanya mengangguk pelan dengan memandang sang papa.
mayra merasakan panas dingin dalam tubuhnya. entah mengapa kebenaran yang sangat dalam sejak lama kini harus terkuak.
" sebelumnya papa minta maaf. selama ini papa terlalu lama membohongimu. semua berjalan seperti air mengalir begitu saja. Sebenarnya ibu kandungmu masih hidup sampai sekarang,bahkan ia sangatlah dekat denganmu, karna kejadian masalalu yang kelam yang dialami Ibu kandungmu, papa terpaksa membuat isu jika ibu kandungmu telah meninggal. " terang Revandra dengan santai dan tenang.
Zakia masih setia mendengarnya, meski hatinya bergemuruh tak karuan. Zakia berusaha agar semua tidak kawatir padanya.
" la..lla..lu.. siapa ibu kandungku ??" tanya Zakia terbata-bata.
__ADS_1
Nada membawa Mayra mendekat pada Zakia.
" bibi may adalah ibu kandungmu Sayang.."
Dengan tergenang air mata mata Zakia membulat sempurna. kenyataan yang tak pernah ia duga selama ini.
"ta..ta..pi.. ta..pi, kenapa.. wajahnya tidak sama dengan yang difoto ma..pa.. ??" tanya Zakia.mencoba meyakinkan.
" Ibumu terpaksa melakukan operasi plastik pada wajahnya saat papa mengirimnya keluar negeri untuk melanjutkan studynya, bahkan papa mengganti nama Melly menjadi mayra agar tidak seorangpun tau jika melly masih hidup. " balas Revandra.
" za..zaki..a.. jangan salahkan papamu, semua juga atas keinginan ibu.. kehilangan ayah kandungmu membuat ibu terpuruk dan hendak bunuh diri, hanya papamu yang bisa membuat ibu bangkit dan melanjutkan hidup. ibu terpaksa menitipkanmu pada Papamu agar kau bisa hidup layak tanpa beban fikiran yang ibu rasakan. butuh banyak tahun untuk ibu menghilangkan rasa sakit dan keterpurukan saat itu. hingga Papamu memutuskan mengirim ibu keluar Negeri melupakan kejadian memilukan disini dan mengemban ilmu disana. semua papamu lakukan hanya demi kelangsungan hidup ibu yang dulu sudah tidak memiliki daya untuk bertahan." ucap mayra dengan berlinang air mata.
Nada merangkul mayra berusaha memberi kekuatan
menjadi mayra tidaklah mudah. dekat dengan putri kandungnya tapi tidak bisa memeluk bahkan menumpahkan kasih sayang, jika wanita biasa tidak akan sanggup bertahan selama bertahun-tahun.
.
.
.
.
__ADS_1