
bab 48
.
.
Pagi yang cerah menyapa, Samantha mengeliat dengan tubuh terlilit selimut. rasanya ia sangat lelah, semalaman Abigal seolah menghajarnya habis-habisan. bahkan untuk membuka mata Samantha harus ekstra berusaha.
" rasanya badanku remuk semua.." gumam Samantha yang perlahan membuka matanya dan mulai mengedar kesekeliling, Abigal sudah tidak disampingnya.
"kemana mas Abi ??" tanya samantha pada dirinya sendiri.
Ia kemudian membangunkan dirinya dan segera turun dari tempat tidur.
" ya Ampun. ini sudah sangat siang.." gumam Samantha sambil.mengusap wajahnya.
ketika Samantha hendak bangun netranya menemukan sebuah kotak berpita merah dengan sebuah kertas diatasnya, bertenger diatas meja nakas disebelah tempat tidurnya.
" itu milik siapa ?? kenapa dimeja kamar ??" tanya samantha sendiri.
perlahan Samantha meraihnya. diluar kertas tertera tulisan pena 'untuk istri tercintaku'
senyum mengembang diwajah Samantha. awalnya Samantha hendak.membuka kotak itu, namun terhenti ketika kertas yang terlipat ternyata ada tulisan yang lain.
Samantha membuka kertas itu.
__ADS_1
Samantha istriku
Sayang, selamat atas kelulusanmu. q sangat bangga menjadi suamimu, bukan karna prestasimu, tapi karna cinta suci yang kau berikan untukku, terima kasih sudah mau menerimaku yang hanya seonggok kotoran yang sebenarnya tidak pantas dengan wanita suci dan bersih sepertimu.
q sangat mencintaimu, sangat dan sangat, q benar-benar takut kehilanganmu, seolah q ingin selalu berada disisimu selalu.
I Love You my wife
will always love you forever..
Suamimu Abigal.
Samantha sangat terharu bercampur bahagia melihat setiap kata dikertas pemberian suaminya itu. ia sangat tau Abigal tidak terlalu pandai merangkai kata-kata puitis, pasti semua dilakukan hanya demi samantha.
" peluk orangnya dong.. jangan cuma kotak sama kertasnya." suara Abigal tiba-tiba berada disisi Samantha.
saking berkonsentrasinya membaca kertas tulisan Abigal, Samantha tidak menyadari jika suaminya itu masuk dengan nampan berisi makanan.
samantha segera menoleh sumber suara. tanpa berkata apapun Samantha memeluk Abigal dengan erat, Abigal menerima dengan sangat bahagia.
" maaf sayang, q tidak pandai membuat kata-kata manis, bahkan q tidak berani mengatakannya secara langsung.." ucap Abigal dengan lirih.
" q sangat mencintaimu mas Abi.." balas Samantha.
" q lebih dan lebih mencintaimu.." Abigal.mengeratkan pelukannya. jujur saja Abigal mulai risau dan takut, mengingat sebentar lagi Rans akan segera kembali, Abigal sangat takut jika samantha berpaling darinya dan kembali kemasa lalu.
__ADS_1
Samantha melepas pelukannya. " apa kotak ini untukku ??" tanya Samantha penuh antusias.
"iya sayang.. " iawab Abigal.
"terima kasih.. suamiku..emmuuacchh " samantha mengecup pipi Abigal dengan hiasan senyum manisnya.
segera Samantha membukanya, sebuah kalung berinisial nama mereka berdua yang berhiaskan berlian disekelilinganya. disebelahnya ada dua tiket liburan yang diyakini Samantha tiket bulanmadu mereka.
"ini indah sekali... terima kasih mas..." ucap samantha.
" sama-sam sayang.. sini q pakaikan.." Abigal meraih kalung itu dan memakaikannya dileher Samantha.
" disini ada nama ku dan kau, jika suatu saat kau lupa padaku kalung ini pasti bisa mengingatkanmu betapa q sangat mencintaimu." kata Abigal penuh keseriiusan.
"q tidak akan melupakanmu mas, kau suamiku dulu, sekarang dan selamanya." balas Samantha yang bisa melihat gurat kekawatiran diwajah Abigal.
" semoga Allah mendengarnya.. q tidak bisa membayangkan jika kau meninggalkanku sendiri.." ucap Abigal
" jangan bicara begitu, hanya tangan Allah swt yang bisa memisahkan kita." timpal samantha yang memilih mencium bibir suaminya.
.
.
.
__ADS_1