LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 88


.


.


.


Samantha membuka wadah sup dari mama mertuanya, aroma gingseng tercium hidung betapa nikmatnya.


" ini pasti sangat enak.." ucap Samantha sambil menuangnya dalam mangkuk, setelah itu ia memberikannya kepada Abigal.


" kau saja yang makan sayang.. q tidak terlalu suka sup." balas Abigal


" mas ini hanya sedikit, cobalah ini benar-benar enak.." timpal Samantha.


Abigal pasrah ia tidak mungkin menang berdebat dengan Samantha jika soal makanan. akhirnya dengan wajah cemberutnya Abigal menikmati sup buatan sang mama


" mas, Rans terlihat jauh lebih baik ya sekarang.." ucap Samantha sambil memakan sup buatan mama wina.


" iya, q berharap semoga ada wanita yang bisa mengisi kekosongan hatinya. ia terlihat bahagia diluar, tapi dari matanya q dapat melihat kekosongan yang dalam.." balas Abigal.


Samantha meraih tangan Abigal dan menggenggamnya dengan erat. " semoga saja ya mas.."


Abigal mengangguk pasti, ia kembali menikmati sarapannya.


.


.


.

__ADS_1


Dengan ditemani Deri Rans dikenalkan sebagai pemimpin yang baru diperusahaan cabang keluarga Arsenio.


semua mengangguk setuju dan mengakhiri rapat dipagi hari. Rans memasuki ruangannya dimana ia menjadi seorang pemimpin penerus perusahaan keluarga.


" semoga q bisa.. bissmillah.." gumam Rans yang memulai pekerjaannya yang sudah menumpuk, karna Abigal sudah cukup lama tidak mengunjungi cabang perusahaan.


dengan penuh ketlatenan Rans memeriksa setiap berkas yang sudah menumpuk seperti gunung.


.


.


" sayang ayo kita jalan-jalan." ajak Abigal.


" tidaklah mas, q masih lelah. bagaimana jika mas membantuku berkebun ??" usul Samantha.


Abigal menautkan alisnya " berkebun ?? dimana ??"


Abigal tersenyum penuh keterpaksaan.


" sayang.. ini hari pernikahan kita, kenapa malah berkebun.." protes Abigal secara halus.


" memangnya kenapa ?? kita buat suasana baru, dari pada jalan-jalan menghabiskan uang lebih baik berkebun saja dirumah.." balas Samantha sambil melangkah kehalaman belakang rumah.


" kapan dia berkeliling rumah ini sih.. sampai dia nemu halaman belakang yang masih luas !!" gerutu Abigal yang dengan malasnya mengikuti Samantha dari belakang.


tukang kebun yang disuruh Samantha sudah datang dengan berbagai macam bibit pesanan Samantha.


" ini sudah semua pak ??" tanya Samantha.


" sudah nona, sini biar bapak saja yang tanam." jawab Pak Toni yang tidak enak karna itu memang pekerjaannya.

__ADS_1


" tidak masalah pak. saya bisa kok, pak Toni beresin tanaman didepan saja ya.. biar saya sama suami saya yang urus disini." balas Samantha.


pak Toni beralih menatap Abigal yang menatapnya dengan kesal.


" tapi nona..-"


" pak Toni ini perintah ya.." timpal Samantha.


pak Toni akhirnya menurut dan pergi dari kebun belakang. sementara Abigal dengan malasnya mengikuti sang istri yang sangat antusias mulai menanam bibit yang tersedia.


" sayang jangan dipegang tanahnya !!" tegur Abigal.


" mas Abi ini bagaimana, namanya kita berkebun kok ngk boleh pegang Tanah ??!!" balas Samantha.


" tapi nanti tanganmu jadi kotor.. ya ampun.. " timpal.Abigal.


"kalau kotor ya tinggal dicuci saja to.. sudahlah, sini bantu q mengisi tanah dan kompos." ajak Samantha.


" bagaimana kalau q mengambil air saja ??" tawar Abigal.


" air ?? buat apa ??" tanya Samantha


"ya buat menyiramnya nanti " jawab abigal sekenanya.


" mas Abi. kita saja belum selesai buat lahannya, masak udah nyiapin air.." balas Samantha.


Abigal kalah lagi, ia kembali mendekati Samantha dan mengikuti perintah istrinya, Samantha yang melihat Abigal terlihat geli dengan tanah hanya bisa tersenyum.


seorang Abigal yang disegani banyak orang, dan perintahnya dipatuhi siapapun, kini harus tunduk pada sosok istri yang amat dicintainya. bukan karna takut istri ya ?? tapi karna rasa ingin selalu membahagiakan saja..


.

__ADS_1


.


__ADS_2