
bab 71
.
.
.
Sayup-sayup Samantha membuka matanya, kepalanya terasa sangat pusing bahkan tubuhnya juga berat dan sakit semua.
Samantha meneliti kamar dimana ia berada saat ini, kamar asing yang tidak.dikenali samantha.
teringat jika semalam ia bertemu Rans, Membuat samantha menerka jika kini Samantha bersama dengan Rans.
ingin beranjak namun Samantha merasakan sakit diperutnya.
" aahhh...sstt..." Samanth Memegang perutnya dengan rintihan kesakitannya.
dari pintu masuklah seorang wanita paruh baya dengan terburu-buru ketika melihat samantha meringis kesakitan dengan memegang perutnya.
" nona, nona kenapa ??!" tanya wanita itu.
" sakit bu... perut saya sakit sekali.." jawab Samantha sambil.menahan rasa sakit yang semakin diperutnya.
" aduh bagaimana ini.. tuan Rans belum kembali..!!" ucap wanita itu.
" a..apa ?? Rans.. ?? a..apa dia yang.. meminta ibu disini ???" tanya Samantha.
" iya nona, saya disuruh menjaga nona." jawab wanita itu.
" aakkhhh !!" Samantha semakin bertambah kesakitan dan terus memegang perutnya.
" aduh.. bagai mana ini !!! nona.. minum air hangat dulu ya.." wanita itu membantu Samantha meminum air hangat.
__ADS_1
namun sepertinya semua tidak terpengaruh.Samantha semakin kesakitan.
Rans yang baru masuk apartemen mendengar rintihan Samantha segera berlari kekamar.
" aakkhhh.. bu.. sakit sekali.." rintih Samantha.
betapa terkejutnya Rans melihat Samantha yang kesakitan sambil.memegang perutnya.
" dia kenapa.bi ??" tanya Rans.
" tidak tau tuan, nona baru sadar lalu kesakitan.." jawab wanita itu penuh kepanikan.
Rans langsung meraih tubuh Samantha dan menggendongnya berlari keluar menuju rumah sakit terdekat.
dengan belari Rans membawa Samantha memasuki rumah sakit, kepanikan semakin menjadi ketika melihat Darah segar mengalir disela pahanya.
" suster tolong !!!" teriak Rans. yang begitu panik.
Revia yang tidak sengaja baru keluar dari ruang kerjanya sedikit terkejut melihat rans berlari membawa seorang wanita.
" Revia.. tolong.. tolong dia.." ucap Rans dengan terengah-engah.
" baiklah, ayo bawa keruanganku.." ajak Revia sambil membawa Rans menuju ruangannya.
segera Revia memulai memeriksa Samantha. Revia bisa melihat jika Samantha mengalami pendarahan.
Rans diminta menunggu diluar agar tidak mengganggu pemeriksaan.
" ya Allah, semoga samantha baik-baik saja.." gumam Rans dengan mengusap kasar wajahnya.
" sus, siapkan ruangan diICU ya..pasien pendarahan cukup serius ini.." pinta Revia pada suster asistennya
suster segera berlari menyiapkan brangkar untuk membawa Samantha keruang ICU.
__ADS_1
Rans kembali dikejutkan dengan dengan Revia yang membawa brankar dimana Samantha berbaring disana.
" Revia.. revia.. dia mau dibawa kemana ??!!" tanya Rans terlihat semakin panik.
" pendarahan yang terjadi sepertinya serius Rans, nanti q jelaskan lagi ya setelah menanganinya." jawab Revia yang segera mengikuti brankar Samantha menuju ruang ICU.
" pendarahan ?? apa jangan-jangan ... ah.. tidak mungkin..." terka Rans yang ikut berlari menuju ruang ICU.
.
.
Abigal menancapkan kembali gas mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan tinggi. Setelah mengetahui dimana Rans membawa istrinya tanpa menunggu apapun Abigal langsung ketempat yang diberitau Revandra.
meski ditolak Abigal, Revandra tetap memaksa ikut, ia tidak mau karna emosi sesaat sampai terjadi perkelahian antara adik dan kakak itu apa lagi saat ini terlihat jika Abigal dikuasai emosi yang sangat besar.
" Abi, kontrol emosimu. jangan sampai kau menyesal." nasehat Revandra sambil mengeratkan pegangannya.
" q hanya kawatir pada Samantha Vandra, perasaanku mulai tidak enak, q tidak mau terjadi sesuatu padanya termasuk juga dengan kandungannya.." balas Abigal.
" syukurlah jika kau tidak emosi. tapi bisa tidak kurangi kecepatanmu, jika kita kecelakaan bagaimana ??!! q belum siap meninggalkan Nada menjadi Janda !! dia masih terlalu cantik abi !!!" Protes Revandra.
" Nada akan sangat bersyukur jika kau meninggal sekarang !!" timpal Abigal
" huh.. kau !!" Revandra kembali menatap kedepan dengan bibir manyunnya.
sedangkan Abigal hanya menyunggingkan senyum tipis. ia tau Revandra hanya mencoba menghiburnya agar ia tidak terlalu berfikir terlalu jauh.
" sayang.. q datang.. q mohon bertahanlah.." ucap Abigal dalam hati.
.
.
__ADS_1
.