
bab 197
.
.
.
Malam telah berganti pagi, cerahnya pagi itu seakan menjadi semangat tersendiri bagi Zakia. yang baru mendapat pesan dari rans, jika pagi itu Rans juga sudah bisa kembali pulang kerumah.
dengan setelah seragam SMA Zakia menuruni anak tangga. wajahnya tak semuram semalam. pagi itu terlihat cerah dan bahagia.
perlahan Zakia mulai bisa memahami dan mengerti perjalanan percintaannya.
sambutan hangat Zakia dapatkan dimeja makan. keluarga yang amat menyayanginya selalu berada disisinya penuh dengan cinta dan kasih sayang, Zakia merasa beruntung berada didalamnya.
.
.
Sementara Rans yang juga sudah tiba dirumah sedang berdebat kecil bersama sang mama. dimana Rans yang ngotot mau kekantornya, sedangkan mama wina masih melarang sebab Rans baru saja tiba.
" Rans.. kau masih butuh banyak istirahat.." ucap mama wina.
" ma, aku tidak lama hanya memeriksa beberapa berkas saja.Rima bilang ada beberapa berkas penting yang membutuhkan tanda tanganku. setelah itu aku juga akan segera kembali." balas Rans.
" Rima nya suruh kesini saja..apa susahnya.." timpal mama wina.
" tidak masalah aku saja yang kekantor. kasihan kak Abi kalau masih mengurus dua perusahaan sekaligus. sudahlah.. mama tenang saja, aku sudah baik-baik saja sekarang. Rans berangkat dulu ya.." Rans mencium tangan Mama wina.
__ADS_1
" hati-hati.. bawa sopir dulu jangan menyetir sendiri.." nasehat mama wina.
Rans hanya menjawab dengan anggukan. dan sudah melangkah keluar dari rumah.
sebenarnya Rans merasa bosan duduk diam dirumah, makanya Rans memilih pergi kekantor untuk mengusir rasa bosan dalam hatinya.
.
.
Zakia kini sudah berada disekolah. ia juga telah mengikuti pelajaran demi pelajaran disekolah. naik kelas dengan peringkat bagus bukan berarti membuat Zakia merasa hebat dan sombong, Justru zakia berusaha terus mempertahankan prestasinya agar bisa membuat kedua orangtuanya bangga.
tak terasa jam pulang sekolah sudah tiba, bunyi bel menandakan waktu pelajaran sudah usai. Semua murid termasuk Zakia mulai keluar dari kelas masing-masing.
Rio teman sekelas Zakia yang juga adik dari Revia perlahan menghampiri Zakia.
" Zakia. bisa kita bicara ??" panggil Rio.
Rio.menurut dan ikut duduk disisi Zakia. Rio sebenarnya takut pada Zakia, apa lagi ketika tau jika Zakia ahli bela diri.
" ada apa ?? oh ya, bagaimana kabar kakakmu ??" tanya Zakia.
Rio masih tertunduk dengan meremas jemarinya.
Zakia memperhatikan Rio yang terlihat begitu gelisah. "ada apa rio ??"
" Zakia.. aku..aku..tidak tau harus minta tolong pada siapa..tapi ini benar-benar gawat.." ucaop Rio ragu-ragu.
" gawat..?? memangnya kenapa ??" Zakia masih belum mengerti
__ADS_1
Rio menatap zakia dengan mata sendu yang tertutup kaca mata bulat. "kakakku..kakakku dibawa mantan tunangannya lagi.."
" apa ??!!!" Zakia begitu terkejut hingga meninggikan suaranya.
" iya, sewaktu kakakku mengikuti acara amal ditempat bencana, mantan tunangannya itu ternyata mengikuti kak Revia, hingga kata dokter temannya kak Revia, kak Revia dibawa paksa pria itu..Papaku sudah lapor polisi, tapi tetap tidak menemukan titik terang..kami hampir putus asa kia.." terang Rio dengan berderai air mata.
Zakia terpaku dengan sisa keterkejutannya. ia sama sekali tidak menyangka temannya mengalami hal buruk tanpa ia tau.
" kenapa kau baru bicara padaku sekarang ??!!" protes Zakia.
" kak Via melarangku menghubungimu sebelum dia berangkat kearea bencana itu. apapun yang terjadi dia tidak mau merepotkanmu.." balas Rio.
" tapi aku sudah tidak tau harus bagaimana.. bahkan polisi saja tidak bisa menjangkau mereka.. aku merasa mereka hilang ditelan bumi.." lanjut Rio dengan putus asa.
" aku mendengar papamu adalah penguasa dan memiliki banyak anak buah, aku berharap papamu bisa membantu kami menemukan keberadaan kakakku.."lanjut Rio dengan tatapan penuh permohonan.
Zakia mengatur nafasnya, ia lalu menerbitkan senyum kearah rio.
" kau tennang saja. aku akan membatumu menemukan kakakmu.."
" benarkah Zakia ??!!" balas Rio seakan tak percaya.
Zakia mengangguk pasti. "katakan pada kedua orangtuamu untuk membantu kami dengan doa. semoga kak Revia bisa segera ditemukan."
Rio.mengangguk penuh haru dan bahagia.
" terima kasih Zakia.. kak revia benar kau memang sangat baik."
Zakia hanya membalas dengan senyuman saja. ia menatap tajam kearah lain merasa geram dengan ulah mantan tunangan Revia itu.
__ADS_1
.
.