LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 224


.


.


.


suara tangis bayi melengking memenuhi ruang bersalin. Zakia berhasil.membantu wanita itu melahirkan secara normal. dengan segera Zakia menyerahkan bayi itunpada perawat dan kemudian beralih pada Ibu bayi.


" selamat tuan, nona. bayi anda perempuan." ucap Zakia dengan lembut.


" terima kasih dok.." balas Wanita yang baru melahirkan dengan lemah.


pria itu menunduk karna malu. selama persalinan Zakia dengan sabar dan telaten membantu istrinya dalam menghadapi kesakitan yang luar biasa saat akan melahirkan. bahkan Zakia mempraktekkan mengatur nafas dengan baik pada istrinya.


" tuan. bisa pindah kesisi sebelah, putri anda sedang dibersihkan disana.. saya akan memberi penanganan pada istri anda." ucapan Zakia membuyarkan lamunan pria itu.


Pria itu hanya mengangguk. sebelum pergi pria itu mengatakan sesuatu. "Dok. maafkan saya. tadi saya terlalu panik.."


Zakia menerbitkan senyum keramahannya. "tidak apa Tuan.. saya sangat mengerti, anda pasti sangat kawatir, dan saya juga sering mendapati suami pasien saya seperti anda."


Pria itu mengangguk dan segera berpindah kesisi dibalik tirai. Zakia kemudian melakukan penanganan pada Ibu bayi dengan penuh hati-hati.


.


.


.

__ADS_1


Setelah drama Diruang bersalin, Zakia memilih istirahat diruangannya. Lelah pasti terasa namun Zakia selalu menutup rasa lelah dengan senyumannya.


dengan duduk Zakia mengusap perutnya yang membesar, senyum terbit saat bayi dalam kandungannya merespon dengan gerakan aktifnya.


" kau senang ya, temanmu sudah keluar ??" Zakia berbicara pada perutnya sambil terus mengelus secara lembut.


" bersabarlah sayang..jika sudah waktunya kau akan melihat dunia bersama mama dan papa," ucap Zakia lagi.


tendangan kecil terasa diperut Zakia. bukan kesakitan tapi kepuasan dan kebahagiaan yang tak ternilai yang dirasakan Zakia. bayi dalam perutnya selalu merespon saat zakia mengatakan banyak kata setiap hari saat sedang istirahat.


Dering ponsel.membuat Zakia segers meraihnya.


senyumnya kembali terbit saat nama sang mama tertera disana.


" halo.mama.. ada apa ??" tanya Zakia.


" sayang apa kau sibuk malam ini ??" tanya Nada balik.


" mama dan papa mau mengajakmu dan Rans makan malam, sudah lama sekali kita tidak makan malam.bersama." ucap Nada.


" oh.. baiklah.. dimana ma ??"


" tempat biasa. favorite mu. restoran jepang." balas Nada.


" ok.. aku akan datang.. "


" baiklah. mama tutup ya,"


" iya ma.."

__ADS_1


panggilan sudah berakhir.


Zakia segera membereskan peralatannya. waktu sudah menunjukkan untuknya kembali.


.


.


Rans dan Zakia tidak pulang, mereka langsung menuju Restoran dimana akan bertemu dan makan malam.bersama kedua orangtua Zakia.


Rans selalu waspada dengan merangkul.pinggang Zakia dan membantu Zakia berjalan.


Lambaian dari Draka, adik kembar Zakia yang sudah duduk dibangku Sd membuat Zakia.bersemangat.


" kak Zakia.." draka dan Dirya berhambur memeluk Zakia dengan erat.


" ya ampun.berapa.hari kakak tidak.bertemu kalian.. kenapa sekarang sudah bertambah besar ya ???" ejek Zakia.


keduanya sangat menyayangi zakia.


" dirya draka. kasihan kak kia, perutnya sudah besar, ayo sini ajak kak Kia duduk." tegur Naren. yang sekarang sudah menjadi remaja tampan.


" ma. pa.. apa kabar.." sapa Rans.


"baik, ayo duduk Rans.." balas Nada dengan ramah. dengan.menggandeng Dirya dan Draka Zakia juga duduk disisi Rans. tepat bersebelahan dengan Naren. adik kecilnya yang kini sudah remaja.


mereka semua menikmati.makan malam dengan penuh kehangatan, canda tawa ria terkadang terdengar disana, apa lagi saat Zakia yang selalu menggoda Naren yang kini telah remaja dan menjadi pria tampan yang pastinya disukai banyak gadis-gadis ABG diluar sana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2