
bab 51
.
.
.
Abigal terus berkutat dengan fikiran yang menelisik hidupnya. rasa bersalah menyelimuti diri Abigal, biar bagaimanapun semua yang terjadi adalah kesalahannya dulu yang terlalu memikirkan egoisme dirinya sendiri.
ingin rasanya ia mengalah, dan melepas Samantha agar adik kesayangannya tidak sampai tau apa yang terjadi, namun rasa cinta yang ia miliki begitu besar untuk samantha, bahkan membayangkan untuk berpisah dan kehilangan Samantha membuat Abigal merasakan sesak dihatinya.
Samantha yang baru selesai didapur segera menghampiri Suaminya dikamar agar turun untuk makan malam.
Samantha sedikit heran dengan Abigal yang melamun hingga tidak menyadari jika samantha sudah di sampingnya.
" apa yang mas Abi fikirkan ??" tanya Samantha sambil mengusap lembut pundak Abigal.
Abigal terperajak terkejut, ia menoleh kesamping dimana istri tercintanya memandang dengan senyum manisnya.
" oh.. maaf, q melamun tadi." jawab Abigal sambil berusaha tenang.
Samantha memeluk lengan Abigal dan bersandar begitu saja.
" apa yang mas fikirkan juga sama dengan yang mama fikirkan ??" tanya Samantha Lirih.
Abigal.bingung harus menjawab apa. ia memutar otaknya agar samantha tidak terlalu sedih dengan keadaan.itu.
__ADS_1
segera Abigal meraih samantha dan merangkulnya, " q merindukanmu.." bisik Abigal.
" kita kan selalu bersama dirumah ini.. kenapa.masih rindu..??" tanyq samantha yang mendongakkan wajahnya menatap leher jenjang Abigal. Abigal tersenyum membalas ucapan samantha. tanpa menunggu apapun, Abigal.menyambar bibir ranum samantha. seolah ingin mengatakan betapa ia sangat takut kehilangan samantha. keduanya larut dalam ciuman mesra dengan fikiran masing-masing.
.
.
Makan malam berlangsung hening tanpa perbincangan. Hanya sesekali Samantha menawarkan beberapa menu makanan kepada Abigal.
setela selesai makan malam, baik mama Wina maupun Abigal memilih naik kekamar mereka masing-masing. Samantha yang bisa melihat gurat kegusaran diwajah anak dan ibu itu juga merasa bersalah sendiri.
Samantha memilih duduk didepan kolam renang dengan wajah menengadah keatas langit, dimana banyak sekali bintang bertaburan diatas sana.
air mata yang tertahan sejak tadi sudah tidak bisa terbendung lagi. dikesunyian malam Samantha menangis seorang diri merutuki segala yang terjadi pada dirinya.
meski kini ia menyandang status sarjana muda yang berprestasi, namun kesedihan dihatinya bagaikan sebuah tombak yang menancap sempurna didadanya.
" perasaan yang datang tanpa q sadari ketika kami bersama, apa itu salah Ya Allah...kenapa, kenapa setelah hati ini sudah yakin harus ada batu kerikil diantara kami ya Allah...hiks..hiks..hiks..." Samantha terisak dengan pilunya,
Abigal menuruni tangga hendak mencari Samantha yang sejak tadi belum kembali kekamar mereka. matanya menyapu setiap ruangan mencari keberadaan istri tercintanya itu.
Abigal terkejut bukan main, ketika mendapati Samantha yang terduduk di depan kolam dengan isak tangisnya. buru-buru Abigal.berlari menghampiri Samantha.
" sayang.. sayang.. kau kenapa menangis ?? apa yang membuatmu menangis ??!" tanya Abigal penuh rasa kawatir.
Samantha menoleh sumber suara dan tanpa.menjawab Samantha berhambur kepelukan Abigal. ia menumpakkan air mata kesedihan didada bidang suaminya itu.
__ADS_1
" hiks..hiks.. apa q salah jika q malah mencintaimu mas... apa q berdosa memilih dirimu.." ucap samantha dalam tangisannya.
Abigal berusaha menenangkan istrinya dengan mengusap lembut kepala samantha. Abigal sangat tau bagaimana perasaan Samantha kali ini
" jangan bicara begitu.. kau tidak salah sayang..jangan menangis q benar- benar tidak sanggup melihatmu menangis.." balas Abigal dengan suara bergetar.
ia membuka pelukannya dan memegang kedua pipi Samantha menatap mata yang dipenuh air mata, perlahan abigal mengusap air mata dipipi Samantha.
" maafkan q, q tau kekawatiranku dan sikapku belakangan ini yang membuatmu bersedih, maafkan q samantha.. q hanya takut kehilangamu.. q mohon jangan menangis lagi.." ucap abigal dengan mata yang terus menatap mata Samantha.
" apa kau akan meninggalkanku ??" tanya Samantha dengan suara parau dan bergetar.
" tidak, tidak akan sayang.. kita akan berjuang bersama.." Abigal menjawab dengan pasti. ia lalu membawa Samantha kedalam pelukannya.
" maaf kan q.. q sangat mencintaimu.." ucap Abigal sambil mengeratkan pelukannya.
" jangan tinggalkan q,.. jangan abaikan q..q.. q.. sangat takut jauh darimu.." balas Samantha dengan suara lemahnya.
mendengar ucapan Samantha, Abigal memejamkan matanya, sikapnya telah salah dan telah menyakiti istri yang amat ia cintai itu.
awalnya Abigal hendak mengalah dari beban dihatinya, untuk mengiklaskan Samantha, Namun ia benar-benar tidak sanggup melihat kesedihan dan air mata dari Samantha. ketulusan Samantha untuknya, seolah menjadi penyemangat bagi Abigal.
kini ia hanya perlu mempersiapkan diri menghadapi Rans ketika nanti Rans kembali.
.
.
__ADS_1
.
.