
bab 174
.
.
.
Gondrong berlari kecil kearah mobil Bosnya setelah turun dari mobil yang ia kendarai.
Dari suaranya terdengar jika bosnya tengah kesal sehingga gondrong buru-buru menghampiri.
Zakia meremas jemarinya didalam.mobil, ia baru teringat ulahnya tadi ketika kesusahan membuka sabuk pengaman. sesekali ia mendegus mencoba tenang.
Revandra keluar mobil dan membanting pintu mobil dengan keras. gondrong sampai terhentak dan terkejut.
" tuan ada apa ?? Nyonya bilang tuan mau berkendara sendiri ??" tanya gondrong.
" urus mobilku !!! perbaiki semua yang rusak !!" perintah Revandra dengan lantang tanpa memperdulikan gondrong yang kebingungan, ia melangkah menuju mobil gondrong dan segera masuk kedalamnya.
" maksud tuan apa ??" gumam gondrong.yang meneliti mobil didepannya.
" emm.. pantas saja tuan marah.." ucap gondrong lirih setelah mengetahui sumber kemarahan tuannya.
segera gondrong juga memilih masuk kedalam mobil dan membawa mobil kebengkel.
.
.
" ada apa pa ?? kenapa gondrong disuruh kembali ??" tanya Nada setelah mobil kembali melaju, Revandra sengaja diam karna terlalu kesal.
Revandra belum menjawab, ia melirih spion depannya melihat zakia yang begitu ketakutan sembari menunduk.
" pa !! mama tanya !!?" panggil nada.
__ADS_1
" pa, maafkan Zakia ya.. tadi Zakia benar-benar tidak sengaja.." ucap zakia lirih. tanpa.berani menatap papanya dispion.
" tidak sengaja ?? lalu apa sabuk pengaman juga tidak sengaja ??" tanya Revandra yang masih dalam mode kesal.
" tadi aku kesusahan melepasnya, makanya aku gunting saja.." balas Zakia.
Nada membulatkan matanya. "apa ??!! menggunting ?? sabuk pengaman ??"
Zakia mengangguk pelan.
" iya, dan juga entah bagaimana dia bisa membuat kap depanku penyok juga !!" timpal Revandra.
Nada.menatap zakia yang menunduk.
" apa.kau menabrak orang sayang ??" tanya Nada penuh kawatir
"tidak ma, aku tidak menabrak orang.. sungguh.." jawab Zakia dengan wajah seriusnya.
Revandra hanya membuang nafasnya dengan kasar. ia tidak mungkin memarahi zakia disitu, apalagi ada Nada. pasti mamanya akan selalu membela.
Zakia memeluk Nada dengan erat. "aku pasti akan ingat kata-kata mama.. aku sayang mama.."
Nada.mengusap kepala Zakia dengan lembut. "mamapun begitu menyayangimu sayang.."balas Nada.
Revandra menyunggingkan senyum tipis ketika melihat begitu dekatnya Zakia dengan Nada yang sebenarnya adalah ibu sambung bagi Zakia.
.
.
Setelah hampir setengah jam membelah keramaian kota, mobil Revandra tiba dirumah mereka. terlihat didepan gerbang keramaian para anggota Anak.buah dan penjaga dirumah mereka. Revandra keheranan dengan apa yang terjadi. ia terus mendekatkan mobilnya pada gerbang rumahnya.
beberapa penjaga yang melihat mobil tuannya tiba segera memberi jalan.
Revandra membuka kaca mobilnya dan bertanya kepada penjaga itu. " ini ada apa ?? kenapa.semua berkumpul disini.??"
__ADS_1
" maaf tuan. kami sedang memperbaiki gerbang. gerbangnya rusak"terang Penjaga dengan menunduk.
" rusak ??bagaimana bisa rusak ???!!!" tanya Revandra keheranan.
Zakia memejamkan matanya lagi, lagi-lagi karna ulahnya tadi gerbang rumah mereka harus diperbaiki.
" hey !!! saya tanya !!"bentak Revandra.
" gerbangnya rusak karna diterjang Nona Zakia tadi.menggunakan mobil tuan. saya sudah mencegahnya dan hendak mengantarnya, tapi nona menolak." terang penjaga dengan jelas.
" sayang.. aku menabrak pagar rumah ??" tanya Nada dengan terkejut.
hanya anggukan sebagai jawaban Zakia.
Revandra kembali mengatur nafasnya. entah apa lagi ulah sang putri hari itu ia tidak bisa.membayangkan.
"berikan jalan.. saya mau masuk !!"perintah Revandra kepada para penjaga.
Dengan segera penjaga memberikan jalan agar Mobil Revandra bisa segera masuk.
setelah tiba didepan pintu rumah Revandra keluar terlebih dulu diikutk Nada dan zakia.
" Zakia segera ikut papa !!!"perintah Revandra tanpa menunggu jawaban ataupun menunggu Nada istrinya. kekesalannya.sudah sampai ubun-ubun. setidaknya ia harus menasehati putrinya yang masih remaja itu.
Zakia mengatur nafas dan segera menyusul sang papa, lengannya ditahan Nada sembari menggelengkan kepalanya.
" mama tenang saja. sekerasnya papa dia tidak pernah memukulku kan ??lagian semua memang salahnya Zakia.. zakia harus bertanggung jawab."ucap Zakia memberi ketenangan kepada mamanya dan melepas tangan Nada yang memegang lengannya.
Nada menatap nanar putri tercintanya yang melangkah menuju Ruangan kerja sang papa.
.
.
.
__ADS_1