LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 85


.


.


.


berdiri hingga berjam-jam membuat Samantha merasakan lelah yang luar biasa. seakan tidak ada habisnya, tamu undangan terus saja datang memberikan ucapan kepada mereka berdua.


Abigal yang bisa melihat gurat rasa lelah diwajah samantha berinisiatif membawa Samantha pergi dari gedung itu.


" kakimu sakit ??" tanya Abigal.


" iya mas. berapa banyak tamu yang mas undang, kenapa tidak ada habisnya ??" jawab samantha dengan pertanyaan juga.


" duduklah jika lelah, coba sini kulihat." balas Abigal yang mendudukkan Samantha dan langsung berjongkok didepan Samantha membuka hak tinggi yang dipakai Samantha.


" mas, kau tidak malu..dilihat banyak orang." ucap Samantha.


" abaikan mereka.. ya ampun.. kakimu sampai.merah begini..kita istirahat saja ya ??" ajak Abigal.


" tapi mas. nanti tamu yang lain akan kecewa jika kita tidak disini.." timpal Samantha.


" ada Rans dan mama disini, mereka pasti memakluminya.. q tidak tega melihat kau begini.." balas Abigal.


setelah melepas Semua hak tinggi yang dipakai Samantha. Abigal berdiri dan memanggil deri asisten pribadinya. deri mengangguk pertanda mengerti, dan Abigal langsung menuntun Samantha untuk turun dari atas pelaminan yang indah itu.


" tidak perlu saya antar tuan ??" tawar deri.

__ADS_1


" tidak, semua sudah siap kan ??" tanya Abigal


" sudah tuan." balas deri


Abigal mengerti dan menggandeng Lengan samantha keluar melalui pintu khusus yang sudah disiapkan.


" mas, kita mau kemana ?? tidak.menginap.disini ??" tanya Samantha.


" tidak sayang.." jawab abigal.


" pulangkan ??" Samantha mencoba menerka.


Abigal hanya mengangguk. setelah memastika Samantha masuk didalam mobil Abigal berlari kekursi kemudi dan segera melesat meninggalkan resepsi yang masih berlangsung.


sepanjang jalan Abigal terus menggenggam tangan Samantha. kebahagiaan yang ia rasakan tidak bisa diutarakan oleh apapun.


Samantha sendiri malah fokus pada arah mobil mereka yanh baginya itu bukan jalan untuk kerumah mama wina maupun kerumah ibu Rani.


" tenanglah sayang, q mau membawamu kesuatu tempat." jawab Abigal dengan tersenyum.


" kemana ??" tanya samantha ingin tahu.


" aduh sayangku. jika kuberitau bukan kejutan dong namanya.."jawab abigal yang gemas sekali dengan ekspresi samantha jika bertanya.


wajah Samantha bersemu merah ketika Abigal memegang kedua pipinya.


hingga tak lama setelah itu, mobil yang dikendarai mereka memasuki sebuah halaman yang tidak terlalu luas, namun terkonsep sangat indah dengan pagar besi yang menjulang tinggi.


Sebuah rumah yang tak kalah besar dari rumah mama wina yang pertama dilihat Samantha.

__ADS_1


" mas Abi. ini rumah siapa ??" tanya Samantha lagi.


"tunggu sebentar ya, sebentar lagi kau akan tau ini rumah punya siapa.." jawab abigal santai.


Mobil berhenti tepat didepan pintu rumah itu, beberapa penjaga yang sudah standbye disana segera membukakan pintu untuk Abigal dan Samantha.


Abigal yang turun terlebih dulu mengulurkan tangannya untuk membantu Samantha turun.


suasana terlihat remang-remang membuat Samantha sedikit takut. seketika Samantha merangkul lengan Abigal dengan kuat.


Abigal hanya menyunggingkan senyum dengan ekpresi istrinya barusan.


dengan perlahan Abigal membawa Samantha menapaki tangga untuk memasuku rumah itu. tepat ditangga terakhir saat sudah sampai didepan pintu tiba-tiba cahaya menerangi setiap sudut rumah. hiasan lampu berwarna warni menambah indah disana. sebuah tulisan indah terukir didepan pintu yang dililitkan pada daun pintu dengan berhiaskan lampu berwarna.


'Wellcome to my wife.. I Always love you forever'


Samantha yang melihat hanya bisa menutup mulutnya, bahagia bercampur haru,ia paham sekarang, rumah itu adalah rumah abigal. Abigal seolah tidak berhenti memberinya kejutan.


" sekarang sudah tau kan ini rumah siapa ??" goda Abigal


Samantha berhambur kepelukan Abigal


" mas ini indah sekali. terima kasih.." balas Samantha.


" semua hanya untukmu sayang. dirumah ini kita akan menjadi keluarga yang sebenarnya, dengan pondasi cinta dan kepercayaan kita akan membangun sebuah rumah tangga sakinah, mawadah dan warohmah, sesuai ajaran agama kita, hingga nanti sampai Jannah.." ucap Abigal sepenuh hati.


Tidak ada kata lagi yang keluar dari mulut Samantha. hanya kebahagiaan yang terlihat disana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2