LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan cinta


__ADS_3

bab 15


.


.


.


Tengah malam Abigal tersadar karna merasakan kering ditenggorokannya. dengan memegang pelipisnya Abigal mendudukkan tubunnya untuk mengumpulkan kesadarannya.


dirinya sedikit terkejut ketika.mendapati Samantha tengah tidur dilantai dengan kepala yang diletakkan ditempat tidur.


Perlahan Abigal turun Agar Samantha tidak terbangun. dengan hati-hati Abigal memindahkan Samantha keatas tempat tidur.


sesaat Abigal menatap lekat wajah Samantha yang polos tanpa make Up.


" bagaimana bisa kau melakukan hal.kotor itu dengan adikku ?? sangat tidak cocok dengan sifat dan wajahmu.."gumam Abigal lirih.


setelah membenarkan selimut pada tubuh Samantha


ia kemudian keluar untuk mengambil minum.


Azdan subuh membangunkan Samantha untuk menjalankan ibadah sholat wajibnya, ia terkejut bukan main dengan dirinya yang berada diatas tempat tidur.


" apa q tidur sambil berjalan ?? kenapa q disini ??" batin samantha.


ia mulai mencari pemilik kamar dan mata samantha menangkap Abigal yang tergeletak di sofa panjang.


samantha meraih selimutnya dan membawa mendekati Abigal yang terbaring disofa. dengan perlahan Samantha menyelimuti tubuh Abigal. " kasihan sekali tuan, pasti kedinginan.." gumam Samantha


sesudahnya Samantha segera menuju kamar mandi untuk membersihka1n diri dan mengambil air wudhu.

__ADS_1


Abigal yang sebenarnya tidak tidur, hanya menyunggingkan senyum tipisnya dan kemudian memejamkan matanya lagi.


.


.


.


Samantha langsung pergi kedapur setelah selesai menjalankan sholat subuhnya.


tanpa sengaja mama wina juga baru keluar dari kamarnya.


" selamat pagi ma .." sapa Samantha dengan senyum manisnya.


" pagi sayang..apa kau mau masak ??" tanya mama Wina.


" iya ma, " jawab Samantha


Samantha merasa heran dengan mama wina yang menatapnya dengan intens.


" mama kenapa ??" tanya Samantha


" samantha, biarkan bibi yang menyiapkan sarapan. bisakah kau temani mama untuk berjalan keliling komplek ??" ucap mama wina.


" oh...baiklah ma. ayo ..??" ajak Samantha.


mama wina meraih tangan samantha dan bersama menuruni tangga.


disepanjang perjalanan olahraga pagi mama wina dan Samantha banyak yang bertanya tanya siapa yang bersama mama wina.


" ma, kenapa semua orang melihat kita ?? apa Saman terlihat aneh ??" tanya Samantha.

__ADS_1


" tidak sayang, wajar jika mereka bertanya-tanya, setau mereka kan mama.hanya punya dua anak laki-laki. sekarang mama jalan pagi dengan seorang wanita cantik pasti mereka sudah menduga-duga." jawab mama wina pasti.


Samantha mengangguk pelan.


" emm.. Sayang. kau tau anak kedua mama ?? yang sekarang diluar negeri ??" pertanyaan mama wina membuat samantha menghentikan langkahnya.


samantha menetralkan rasa terkejut dan sesak didadanya.


mama wina menatap samantha yang berubah suram, hati mama wina juga tergelitik penuh rasa perih ketika melihat reaksi samantha.


" apa ada yang mau kau katakan pada mama ??" tanya mama Wina sambil mengusap punggung Samantha.


gelagapan samantha dibuatnya ." eh.. emm.. ngk ada ma, maaf.. samantha hanya belum anak.kedua mama.." jawab Samantha sambil menundukkan kepalanya.


" samantha, mama tau apa yang terjadi pada kalian, jujurlah pada mama sayang " balas mama Wina dengan penuh kelembutan.


Tangis samantha pecah begitu saja, Mama Wina segera meraih tubuh Samantha kedalam pelukannya.


" jangan menangis sayang..maafkan mama yang tidak tau apa-apa.. " ucap mama wina dengan mengusap kepala Samantha.


" maafkan saman yang bohong sama mama... saman terpaksa ma.." balas Samantha dengan derai air mata.


" tidak sayang, kau tidak bersalah disini.. anak mama yang bersalah dan berdosa disini.. jangan menyalahkan dirimu sendiri ya..." timpal mama wina.


Samantha mengeratkan pelukannya, berusaha menenangkan diri agar tidak terlalu terlihat oleh orang-orang yang melintas.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2