
bab 93
.
.
.
Rans menoleh kesumber suara, sedikit terkejut namun ia berusaha terlihat biasa.
" Revia ?? sedang apa kau disini ??" tanya Rans sambil.menatap Revia yang berjalan kearahnya.
" seharusnya q yang tanya, sedang apa kau disini.. apa kau teman adikku ??" tanya Revia balik.
" adik ?? apa yang ulangtahun itu adikmu ??" Rans seolah tidak percaya dengan kebetulan yang tidak diduganya.
Revia mengangguk pasti. " iya, namanya Dio. tapi Rans, masa iya kau mengenal adikku ??"
" oh itu.. q kesini cuma mengantar Zakia. anaknya teman kakakku, q malah tidak tau sama sekali jika dia adikmu.. dan.. ini rumah orangtuamu.." ucap rans.
" ya ampun Rans.. masa kau sudah lupa, bukannya dari bandara kau mengantarku kesini waktu itu," timpal Revia.
" benarkah ?? ma..maaf, q lupa.." balas Rans sedikit tidak enak.
Revia tersenyum dengan jawaban Rans.
" tenang saja, q faham kok."
" emm.. gimana kalau kita ngobrol dibalkon atas saja ?? disini penuh anak-anak ABG, q sedikit risih.." ajak Revia.
__ADS_1
Rans menerbitkan senyumnya. " kufikir q sendiri yang merasa seperti itu." balas Rans.
Keduanya tertawa bersama dan memilih naik kelantai atas untuk mengobrol.
Zakia yang dibawah menerbitkan senyumnya ketika melihat Rans bertemu orang yang dikenalnya.
Rans disuguhkan taman dinding yang sangat indah dan terlihat terawat.
" wah.. kau pandai membuat taman dinding Rev.." puji Rans.
"jangan memuji dulu. itu mamaku yang buat lo.." balas Revia sambil duduk diikuti Rans.
" kau dekat sekali dengan anak teman kakakmu itu ya.. sampai mau mengantarnya kesini.." ucap Revia memulai obrolan.
" dekat sih tidak,hanya saja q tidak sengaja bertemu dengannya tadi. " balas Rans.
Revia mengangguk pertanda mengerti. "kau sudah mulai bekerja ya ??"
" kau datang kesini dengan setelan jas dan sepatu layaknya orang yang baru kembali dari kantor. bagaimana q tidak tau.." jawab Revia dengan senyumnya.
Rans menyadari semua dan tertawa lepas dibuatnya.
" Kau jauh lebih baik sekarang.." ucap Revia.
" iya, ternyata melepaskan dengan iklas malah lebih membuat hati kita tenang.." balas Rans..
" tenanglah, kau juga punya kebahagiaan nanti." hibur Revia dengan senyumnya juga.
Rans menatap Revia yang tersenyum kearahnya.
__ADS_1
" kau cepat sekali move on, q salut padamu." puji Rans.
" semua krna ucapanmu Rans, dan setelah q renungkan memang benar apa yang kau katakan, makanya q putuskan untuk memulai dari awal disini.. hahh.. q tidak menyangka, kau pandai sekali menasehatiku waktu itu, tapi kau sendiri susah menyikapi keadaan yang terjadi padamu.." goda Revia dengan candaanya.
" iya. ternyata menjalani lebih sulit dari menasehati." balas Rans.
" Revia, ayo turun acaranya sudah mau mulai.." ajak sang mama. revia dan Rans menoleh kesumber suara dimana kedua orangtuanya Revia berdiri dibelakang mereka. segera Rans sert Revia berdiri dari duduknya, Revia dengan antusiasnya mengenalkan Rans kepada kedua orangtuanya.
" ma, pa, kebetulan. ini dia Rans, pria yang menolongku dan membantuku kembali kesini. waktu itu dia tidak sempat mampir." terang Revia.
" wah.. kebetulan sekali.. saya sangat ingin bertemu dengan orang yang menolong putri saya. kami berdua sangat berterima kasih kepadamu Rans," ucap papa Revia dengan tulus.
" tuan terlalu berlebihan, saya hanya melakukan yang menjadi kewajiban kita sebagai manusia saja." balas Rans merendah.
" baiklah, ayo kita turun. nak Rans nanti ikut makan malam keluarga ya, " ajak mama revia.
Rans menatap Revia yang dijawab dengan anggukan.
" baiklah." jawab Rans pasrah, sebenarnya ia tidak tertarik, tubuhnya terasa lelah dan sangat ingin cepat istirahat, namun senyum penuh harap yang terpancar pada wajah mamanya Revia seolah membuat Rans tidak kuasa menolaknya.
semua akhirnya turun kebawah dimana acara ulangtahun akan berlangsung.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.