
bab 205
.
.
.
Entah mengapa Rans malah menuju markas Revandra untuk memastikan keraguan dihatinya.
"jika iya, kenapa kak Vandra waktu itu menolak didepan zakia !!" tanya Rans pada dirinya sendiri.
Rans semakin memacu pedal gasnya agar ia segera sampai.
mata Rans membulat dengan cairan bening dikelopak matanya, kala melihat seseorang yang dicarinya tengah berjalan menggunakan tongkat dihalaman markas.
Perlahan Rans menuruni Mobilnya, dengan mata terus terarah kesosok pria yang sangat Rans yakin adalah Revandra.
langkah Rans terus maju memasuki markas besar milik Revandra.
sekali lagi ia menajamkan matanya.
" kak Vandra ??" panggil Rans.
yang.memiliki nama langsung menoleh kebelakang, meski terkejut Revandra tidak.serta merta langsung lari ataupun menghindar. ia hanya tersenyum kearah Rans yang semakin dekat padanya.
"kak Vandra.. kau..kau..kenapa ??" Rans seakan tak percaya melihat Revandra yang wajahnya masih babak belur meski luka-lukanya sudah mengering, namun yang menjadi pusat perhatian Rans adalah tongkat dikedua tangan Revandra sebagai penyangga dirinya.
__ADS_1
.
.
.
Disebuah ruang tamu didalam Markas Revandra kini Rans berada. Dihadapan Rans terduduk Revandra serta kedua asistennya.
Dengan penuh kejelasan Revandra menceritakan semuanya yang terjadi kepada kekasih putrinya itu. Rans seakan tak percaya, selama sebulan penuh Revandra bersembunyi dimarkas besarnya untuk menyembuhkan luka ketika pertempuran besar karna menyelamatkan Revia atas permintaan Zakia.
" jadi kakak benar pergi mencari Revia ??" tanya Rans kembali meyakinkan.
Revandra mengangguk. "iya, aku tidak mau Zakia kecewa."
"kami terpaksa berdiam disini tanpa memberi kabar karna Tuan mengalami luka serius pada kakinya." tambah Romi.
" dan tuan juga tidak mau kembali dalam keadaan babak belur begini.." tambah Yohan juga.
" kak.. aku tidak tau harus berkata apa, tapi..kau benar-benar hebat.." puji Rans.
" pasti itu. aku memang hebat !! penjahat dunia saja bisa kukalahkan, makanya jika sampai kau menyakiti Zakia sudah pasti kau akan mendapat akibatnya !!" balas Revandra dengan candaan.
Rans hanya tersenyum menanggapi Ucapan Revandra itu.
" tapi siapa yang memberitaumu jika aku disini ?? Abigal ya ??" terka Revandra.
" bukan. tapi iya. tadi aku menemui kak Abi, aku menanyakan keberadaan kakak. tapi kak abi tidak mau mengatakannya, makanya aku sengaja menguping pembicaraannya dengan kakak ipar. dan entah mengapa fikiranku langsung tertuju pada markas kakak ini.." terang Rans.
__ADS_1
" huh.. dasar !!" gerutu Revandra.
" oh ya kak, lalu Revia bagaimana ??" tanya Rans.
" kau menghawatirkannya ??" Revandra menatap tajam Rans.
Rans gelagapan karna tatapan tajam Revandra.
"bukan..bukan.. seperti itu.." balas Rans..
" nona Revia sedang ditangani psikolog. dan sudah didampingi keluarganya." terang Romi.
" pantas saja putriku sangat menghawatirkannya, ternyata wanita itu benar-benar akan dijadikan budak dengan paksaan hukuman pukulan serta ancaman yang membuatnya trauma. " tambah Revandra.
" aku juga heran kak, bagaimana bisa Revia dulu mengenal pria seperti itu.." balas Rans.
" kau tau jika mereka mafia perdagangan orang ??" tanya Revandra.
Rans mengangguk . " sewaktu pesta pertunangan mereka ada seorang warga negara asing diAmerika,mengatakan kepadaku jika tunangan Revia itu mafia perdagangan manusia yang kejam. aku sudah tidak ingin ikut campur, tapi entah bagaimana mereka bisa sampai dinegara kita dan menculik Revia."
" pria gila !! untung saja aku sudah mencongkel matanya.." umpat Revandra kala teringat musuhnya
" apa kak ??!"" Rans menajamkan pendengarannya.
" tidak..tidak.. aku hanya salah bicara saja." timpal Revandra. Yohan dan Romi saling menutupi seringainya. hanya mereka lah yang tau umpatan Revandra, sebab hanya mereka berdua yang menjadi saksi aksi Revandra terhadap mafia kejam itu.
.
__ADS_1
.
.