
bab 74
.
.
.
Diluar ruangan Rans terduduk dilantai dengan wajah suram penuh penyesalan. kakinya seakan tak mampu menopang tubuhnya sendiri.
Revandra yang melihat merasa tidak tega dan mendekati Rans.
" tidak ada gunanya kau terpuruk seperti ini. ayo duduk disana saja.." ajak Revandra yang membantu Rans duduk dikursi.
" kak, apa samantha akan memaafkan q ?? apa kak Abi juga mau memaafkan q ??" tanya Rans dari sorot matanya Revandra bisa melihat gurat harapan.
" apa sekarang kau sudah mengerti ?? bagaimana cinta itu sebenarnya ?? yang kau miliki bukan cinta tapi ambisi. sejak dirumahku q sudah menasehatimu untuk melepas Samantha karna q tau baik kakakmu maupun Samantha sudah saling mencintai satu sama lain. q yang tau perjalanan mereka, kau memang merasa dihiananti dan dibohongi, tapi kakakmu berusaha untuk menebus segalanya, bahkan dia berniat menyerahkan Samantha padamu saat itu. tapi kabar kehamilan samantha yang membuat Abigal tidak bisa melakukannya, samantha bukan barang Rans, dia wanita lugu dengan segala kesederhanaannya dan memiliki perasaan serta hati yang harus dijaga. jika kau mengerti perkataanku sejak waktu itu, hal seperti ini tidak akan mungkin terjadi." terang Revandra.
Rans terdiam dan merutuki dirinya, memang ambisinya lah yang menutup jalan fikirannya, hingga ia melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.
.
.
Didalam ruangan Samantha sudah mulai bisa tenang. Abigal mengusap sisa air mata diwajah pucat Samantha. sesekali senyum tipis Abigal kembangkan untuk menguatkan Samantha.
__ADS_1
" kita harus berdoa untuk dia, tidak.baik kita terlalu menangisi ketetapan Allah,semoga Allah menempatkan ditempat terbaik disisinya," nasehat Abigal yang memegang kedua pipi Samantha.
Samantha hanya mengangguk pelan dan bersandar didada Abigal.
" mas, bisakah q tidur disini ??" tanya Samantha dengan suara paraunya.
Abigal.mengusap punggung istri tercintanya." tidurlah sayang.. jika kau nyaman disini"
Samantha memejamkan matanya seolah ingin melupakan kesedihannya sejenak. benar kata Abigal tidak baik terlalu lama menangisi ketetapan sang pencipta.
Abigal dengan setia menyandarkan diri dibrankar agar Samantha nyaman dalam tidurnya.
" tidurlah sayangku.. semoga setelah kau bangun, q bisa melihat senyum manismu lagi.. bukan air mata.." gumam Abigal yang menciumi kepala Samantha dengan lembutnya.
.
buru-buru mama wina berlari masuk keruangan yang disebutkan Abigal dalam infonya.
" Rans.." ucap mama wina ketika melihat Rans duduk dengan kepala ditekuk dan wajah sedih cenderung terlihat frustasi.
Rans menoleh sumber suara yang familiar baginya.
seorang ibu, biar bagaimanapun tidak akan bisa membenci putranya sendiri.
mama wina berlari menghampiri Rans yang menatapnya seolah memohon permintaan maaf.
__ADS_1
" mama.." Rans langsung bersujud dikaki sang mama dan mencium kakinya. hal itu membuat mama wina tak kuasa menahan air matanya.
" Rans berdirilah sayang.. berdirilah.." balas Mama wina
" ma, q telah berdosa ma..q berdosa.. q.. q...-"
" iya sayang mama tau, mama tau betul kau bersalah disini.. tapi jika kau seperti ini, ini bukan solusi.. berdirilah nak.. berdirilah.." mama wina membantu Rans berdiri dan duduk.
dengan penuh kelembutan Mama wina mengusap kepala sang putra, ada rasa iba dihati mama wina dengan perjalanan hidup purta keduanya itu. seolah Allah masih memberinya ujian.
" ma..q..q.. sudah, q sudah membuat samantha kehilangan calon bayinya ma.. ma..apa q bisa dimaafkan ?? apa kak Abi dan Samantha akan memaafkanku ??!! jika.mereka.mau memenjarakanku q siap ma.. q benar-benar siap.." ucap Rans yang terlihat amat frustasi.
mama wina yang tidak tega memeluk putra keduanya itu.
" jangan berkata seperti itu sayang... berusahalah meminta maaf pada mereka berdua nanti ya.. setelah mereka sudah lebih tenang.. mama yakin kakak dan kakak iparmu akan lebih berbesar hati disini.. tenangkan dirimu nak.. mama ada disini bersamamu.." nasehat mama wina sambil terus memeluk Rans.
seolah mendapat sandaran Rans menangis begitu saja dalam pelukan sang mama, menyesali semua yang telah ia lakukan.
"maafkan q.. maafkan q.." gumam Rans dalam tangisannya.
Disudut dimana Rans dan mama wina duduk Terlihat Revia yang melihat semuanya.
" kasihan sekali kau Rans.." gumam Revia
ia sangat simpati dengan apa yang menimpa temannya itu. namun apalah dayanya, ia juga tidak terlalu ingin ikut campur, Revia memilih melangkah memasuki ruangan kerjanya.
__ADS_1
.
.