
bab 130
.
.
.
Semua dalam keadaan penuh kesedihan dengan penjelasan abigal mengenai kondisi samantha. Ibu Rani dan pak Ridwan berusaha selalu berbesar hati.menguatkan menantunya yang terus setia disisi Samantha yang terbaring dengan banyaknya alat medis ditubuhnya. Air mata seolah sudah tidak mau terjatuh lagi. membeku bersama dengan hati yang penuh harap, berharap keajaiban Tuhan segera datang.
" Nak Abi, makanlah dulu.. sejak kemarin kau tidak makan apapun. " bujuk Ibu Rani.
" Nak Abi, kami juga merasakan apa yang kau rasakan. bahkan bisa dibilang kami ini benar-benar kalut dalam kesedihan ini.. tapi Samantha pasti tidak akan suka jika kita malah mengabaikan kesehatan kita hanya untuk menunggunya. bagaimana kita bisa menjaganya jika kita malah sakit nanti.." terang pak Ridwan.
Abigal menengadah memandang kedua orangtua. samantha yang bagi Abigal begitu hebat bisa setabah dan setawakal itu.
" terima kasih Ibu, ayah..demi Samantha aku akan melakukan yang ayah dan ibu katakan.." ucap abigal sembari menerima kotak berisi.makanan dari Ibu Rani.
" sayang.. apa kau tidak mau menyuapiku ?? lihatlah, Ibu membuat makanan kesukaan kita ?? biasanya kau yang langsung antusias mencicipinya kan ???" Abigal berkata demikian, dengan menatap lekat Samantha seolah mengajak Samantha yang setia dalam tidurnya berbicara, dengan suara bergetar.
Ibu Rani terus menahan air matanya mendengar perkataan menantunya barusan. pak Ridwan dengan setia menguatkan istrinya.
" aku akan makan banyak, supaya kau tidak memarahiku nanti.." ucap Abigal dengan cepat ia melahap makanan dalam kotak, pilunya hati tak terbendung hingga air mata jatuh dipipi seorang Abigal. sambil terus menahan agar tetap kuat Abigal menyuapkan kembali makanan pada mulutnya.
siapapun yang melihat akan merasakan bagaimana terlukannya, dan bagaimana terpuruknya melihat orang yang paling istimewa, orang yang paling dicintainya terbaring lemah antara hidup dan mati. inilah titik terlemah dari seorang Abigal.
__ADS_1
Rans yang mendengar dan melihat dari pintu juga ikut merasakan kepiluan kakaknya. niatnya yang tadinya akan masuk diurungkan dan menutup pelan pintu ruang rawat Samantha itu.
Saat hendak pergi, Deri datang dan menyapa Rans.
" tuan maaf, saya terlalu lama mencari CCTV diarea kecelakaan nona Samantha." ucap Deri yang kemudian menyerahkan sebuah amplop.besar.
" ini semua bukti kejadian kecelakaan nona. benar Tuan nona maudy yang membawa nona samantha kerumah sakit dibantu beberapa orang." terang deri.
" untuk mobil Box yang menerjang mobil Nona Samantha kami sudah menemukannya tepat dijurang dipinggir kota, kami akan berusaha menemukan penggunanya tuan." lanjut Deri lagi.
" apa semua ada disini ??" tanya Rans memastikan.
" iya tuan." balas deri dengan singkat.
Rans mengangguk pelan. " aku akan minta bantuan kak Vandra. pergilah kekantor terlebih dulu.."
Rans hendak melangkah, namun terhenti ketika melihat maudy memapah seorang ibu paruh baya, terdengar ditelinga Rans jika maudy memanggilnya mama. jelas pasti jika wanita paruh baya itu adalah mamanya Maudy.
" dengar kata dokter ma, mama.jangan mengemudi sendiri lagi.. pergilah jika dengan sopir saja " omel maudy.
mamanya maudy menghentikan langkahnya ketika melihat Rans berdiri dihadapan mereka.
" Rans.." ucap maudy lirih.
" siapa dia ??" tanya mamanya maudy.
__ADS_1
" saya teman sekolah dulu bu. nama saya Rans." Rans memperkenalkan diri dengan ramah.
"ma, kita pergi saja ya..lagian kan kita sudah selesai." ucap maudy dengan mamanya.
" maudy, !!" panggil Rans.
" ada apa ?? bukannya kau begitu membenciku ??!! bahkan kau tidak percaya jika aku sudah berubah dan menolong Samantha kan ??!!" ucapa maudy dengan marahnya.
" maaf. aku minta maaf." balas Rans lirih.
" aku salah menilaimu.. maafkan aku. aku tidak akan mencurigaimu lagi.." lanjut Rans.
" memangnya ada apa nak ??" tanya mamanya maudy.
"mama ayo kita pulang dulu.. mama harus istirahat.. oh ya Rans, percaya atau tidak itu adalah urusanmu.. aku juga tidak perduli lagi.." setelah berkata demikian maudy menuntun mamanya meninggalkan Rans.yang mematung diam tanpa mencegah.
" dasar Rans !! harusnya kan dia mencegahku !!" gerutu maudy dalam hati.
Rans menyunggingkan senyum misteriusnya
" darimu aku akan tau dalang dari semua kejadian gila ini maudy.." ucap Rans dalam hati.
yang kemudian juga melangkah pergi menuju pintu keluar.
.
__ADS_1
.
.