LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 136


.


.


.


" jadilah saksi atas kecelakaan yang menimpa kakak iparku pada polisi.." ucap Rans singkat.


Maudy terkejut bukan main. ia menelan ludahnya beberapa kali agar tidak terlalu terlihat oleh Rans.


"emm.. bukannya keluargamu sangat tidak suka dicampuri oleh polisi ??" tanya maudy.


" itu benar. tapi itu jika kakakku, kalau aku, aku masih percaya pada hukum." jawab Rans.


pelan tapi pasti Rans meraih jemari Maudy yang berada dipangkuan maudy. dengan lembut Rans menggenggamnya.


" bukannya kita sudah menjadi sepasang kekasih ?? apa kau tidak mau membantu pacarmu ini ??" tanya Rans dengan suara lembutnya.


spontan Maudy luluh dibuatnya, kegilaan maudy terhadap Rans benar-benar menutup jalan fikirannya.


" apa kau sudah menemukan pelakunya ??" tanya maudy.


"belum. tapi jika kau memberikan kesaksian dengan apa yang kau lihat disana, itu akan sangat membantu." jawab rans dengan mata lekat menatap Maudy tak lupa senyum manis dilayangkan Rans agar mauy terus terkagum dengan pesonanya.


"baiklah, aku mau.."balas maudy penuh antusias.


"akhirnya.." batin rans


Rans tersenyum dengan bahagia, dengan lemut Rans mencium punggung tangan maudy.


Maudy terlihat tersipu dengan wajah memerahnya.


" jadi kita pacaran sekarang ??" tanya maudy.

__ADS_1


"lebih tepatnya sepasang kekasih ."jawab Rans dengan mengedipkan sebelah matanya.


Maudy tersenyum penuh kebahagiaan.


" aku merasa ini hanya mimpi Rans.."


" sayangnya mimpimu terlalu indah, karna ini adalah kenyataan.." timpal Rans..


" kau tidak mempermainkanku kan Rans ??" seolah masih belum yakin maudy kembali memastikan.


" apa kau pernah mendengar aku menyakiti wanita ?? terserah jika kau percaya atau tidak.." balas Rans.


" aku percaya kok..tapi.. kenapa kau langsung mau menerimaku itu hanya terasa aneh.." tambah Maudy.


" tidak ada yang aneh. aku berfikir lebih baik bersama orang yang mencintai kita, dari pada bersama orang yang kita cintai tapi dia tidak mencintai kita." terang Rans.


Maudy betul-betul seperti melayang. Rans yang sejak dibangku SMA dipuja, kini benar-benar menjadi kekasihnya.


" kalau begitu kita bisa bertukar nomer ponsel dong ??" tawar Maudy.


Seketika maudy menyerahkan ponselnya kepada Rans dengan wajah terselimut senyum bahagia.


" oh ya sayang.. apa pacarmu ini tidak kau buatkan minum ?? sepertinya aku terasa haus.." ucap Rans.


gelagapan Maudy dibuatnya." oh.. iya, maaf..maaf.. tunggu sebentar ya, aku buatkan.." maudy segera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju dapur.


Rans menyunggingkan senyum misteriusnya. melihat maudy sudah tidak terlihat lagi, Rans segera mengambil sesuatu dari Balik jasnya dan memasangnya didalam ponsel Maudy.


" setelah ini aku tidak perlu berdrama menjijikkan seperti ini lagi.." gumam Rans yang kemudian segera menekan tombol dan memasukkan nomer ponselnya.


.


.


Dikantin rumah sakit Abigal dan Revandra kini berada.

__ADS_1


" kau meminta Rans mencari tau dari adiknya ??" tanya Abigal.


" tentu saja. yang pasti wnanita gila itu sedang bersembunyi." jawab Revandra dengan santai.


" tidak.. dia bukan orang yang suka bersembunyi.." timpal abigal.


" wah.. yang sudah begitu faham sampai tau jika dia tidak suka bersembunyi." goda Revandra.


" hentikan ocehanmu !! " bentak Abigal dengan tangan terkepal kuat. Revandra hanya mencebikkan bibir bawahnya mendengar respon amarah dari Abigal.


penjelasan dari Revandra membuatnya terbakar api kemarahan. berani sekali mereka mengusik ketenangan seorang Abigal.


"tunggu saja, aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri.." gumam Abigal dengan mengeratkan kepalan tangannya.


" bersabarlah, kita akan melakukannya bersama." dukung Revandra dengan menepuk pundak Abigal.


" terima kasih sudah melakukan semuanya.." balas Abigal.


" astaga.. kau fikir semua gratis !! tentu saja kau harus memberikan salah satu sahammu untukku.." canda Revandra sambil melipat kedua tangannya.


Abigal tersenyum tipis. " dasar !! apa uangmu sudah habis !!"


" uangku tidak akan habis sampai 7 turunan dan 8 tanjakan.." timpal Revandra dengan sombongnya.


Abigal tak merespon ocehan temannya itu. ia memilih berdiri dan melangkah pergi.


" hey Abi !! kau meninggalkanku ??!! aahh.." teriak Revandra yang meneguk kopi didepannya dulu dan menyusul langkah Abigal yang sudah sedikit jauh.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2