
bab 128
.
.
.
Samantha tengah dalam perjalanan pulang, ia sedikit lega Maudy tidak sampai melakukan hal-hal aneh kepadanya.
foto-foto liburan mereka dijepang yang menjadi daya tarik Samantha selama dimobil. sesekali samantha tersenyum dengan hati penuh kebahagiaan. bagi samantha ia adalah wanita yang paling beruntung didunia, bisa memiliki suami yang selalu memikirkan segala tentang keinginannya.
" mas Abi, aku sangat mencintaimu.." gumam Samantha.
namun-namun tiba-tiba, mobil oleng hingga ponsel Samantha terjatuh..
"aakhh!!"
" maaf nona.." ucap sopir dengan gusar.
" ada apa pak ?? kalau mengantuk kita menepi saja dulu.." tanya Samantha yang masih dengan sisa keterkejutannya.
"tidak nona, hanya saja tadi ada mobil yang tiba-tiba saja menyalip kita dengan kecepatan tinggi hingga hampir menyerempet mobil kita.." terang sopir.
" pasti orang yang sedang buru-buru. sudah biarkan saja. tidak usah ngebut ya pak, jalan santai saja." pinta Samantha.
" baik nona. mohon maaf sekali lagi." balas Sopir
" tidak apa pak Yus." timpal Samantha.
Baru selesai berbincang, Tepat di sebuah perempatan ditengah jalan raya. ada sebuah mobil box besar yang melaju dengan kecepatan tinggi, tanpa peduli lampu merah yang menyala.
bersamaan dengan mobil yang dikendarai Samantha bersama sopirnya pak Yus melintas.
bunyi klakson dari beberapa mobil menyadarkan pak Yus jika mobil box itu melaju kearah mobilnya.
" pak Yus, mobil.itu hilang kendali !!" ucap Samantha yang panik ketika tau mobil.box itu.menerjang lampu merah.
" berpegangan nona !!" teriak pak Yus.
Samantha secara spontan berpegangan kuat .
__ADS_1
dengan gerak cepat pak Yus hendak membanting setir agar tidak sampai ditabrak mobil box ya hilang kendali itu,
Namun mobil.Box itu sama sekali tidak.mengurangi kecepatannya hingga dengan kuat mobil box memghantam mobil Samantha.
bbrraakkk !!!
" aakkhhhh!!!"
karna hantaman yang cukup kuat, Mobil Samantha dengan pak Yus berguling-guling beberapa kali dijalan raya.
pak Yus sudah pingsan tak sadarkan diri dengan darah segar mengalir dimulutnya.
sedangkan Samantha yang setengah sadar melihat mobil.box yang menabraknya menerjang orang-orang yang menghadangnya, jangan ditanya lagi, banyak darah yang mengalir disana hingga membuat
para pengguna jalan yang memang sedang menunggu lampu merah meyaksikan betapa kecelakaan itu sangat mengerikan.
tidak sedikit orang yang langsung keluar dari mobul mereka dan hendak menghadang mobil box yang menerjang mobil Samantha namun dengan brutalnya mobil box itu malah menambah lajunya dan tidak segan menabrak siapapun yang menghalanginya.
" itu mobil benar-benar gila !!" teriak salah satu orang yang geram
" kita selamatkan saja korbannya dulu !!" usul salah seorang lagi.
beberapa orang langsung menolong korban mobil yang terguling beberapa kali akibat hantaman kuat dari mobil box. bersama-sama mereka mengeluarkan pak Yus serta Samantha dari dalam mobil yang sudah terbalik.
.
.
.
Abigal bersama Rans Dan Revandra hendak pergi dari restoran dimana mereka baru saja menikmati makan siang, ponsel Abigal berdering menandakan jika ada panggilan masuk.
alis Abigal bertaut ketika melihat nomer tidak dikenal menghubunginya.
" kenapa tidak diangkat kak ??" tanya Rans.
" iya, aku angkat dulu ya.." jawab Abigal.
yang sudah menggeser tanda hijau diponselnya.
" halo. " jawab Abigal.
__ADS_1
" halo, apa benar ini dengan tuan Abigal Arsenio ??" tanya Suara wanita dalam sambungan.
" iya benar, ini dari mana ??" jawab Abi dengan sebuah pertanyaan. entah mengapa hatinya terasa gusar .
" Kami dari Rumah sakit Kasih sayang, apa Anda mengenal Wanita bernama.Hanikalifa Samantha ??" terang perawat itu.
"dia istri saya. ada apa dengannya ???!!" seakan sudah dikuasai kekawatiran Abigal meninggikan suaranya.
" Nona hanikalifa bersama sopirnya mengalami kecelakaan tuan, saat ini sedang ditangani oleh dokter. mohon segera kesini agar bisa mengkonfirmasi data pasien supaya dokter segera menangani lebih lanjut. sebab keadaan pasien sangat serius." terang perawat itu.
Abigal mematung, ponsel yang dipegang terjatu begitu saja.bersama dengannya yang terkulai lemas dan terduduk, karna kakinya terasa tak bertulang. dadanya terasa sesak bahkan seperti terhimpit bongkahan batu besar. air mata lolos begitu saja dengan tatapan kosong.
Rans dan Revandra yang menyadari jika Abigal tidak baik-baik saja. segera mendekati Abigal.
" ada apa Abi??" tanya Revandra.
" samantha.. istriku..kecelakaan.." jawab Abigal dengan suara bergetar.
baik Rans maupun Revandra juga ikut terkejut mendengarnya.
suara panggilan diponsel Abigal yang terjatuh menandakan panggilan masih terhubung.
" halo tuan Abigal.. halo.. bisa dengar saya tuan !!"
Rans segera meraih ponsel sang kakak.
" halo, maaf sus, tolong tunggu sebentar kami akan segera kesana." ucap Rans.
" baiklah tuan. kami akan menunggu. terima kasih." balas perawat itu dengan ramah.
Rans.segera mengakhiri panggilannya. dan merangkul Sang kakak, terang saja Abigal langsung lemas tak.berdaya, wanita yang dicintainya kini tengah dalam keadaan sekarat.
" kak, tenangkan dirimu.. kuatkan hatimu.. ayo kita kerumah sakit.. semoga kakak.ipar baik-baik saja.." hibur Rans.
Abigal.mengangguk pelan dan lama-lama cepat, ia segera berdiri dengan dibantu Revandra dan Rans.
" tenanglah. Samantha wanita yang kuat. dia pasti akan selamat." ucap Revandra sembari menepuk pundak Abigal.
" bawa aku kerumah sakit.. ayo.." Abigal berjalan dengan gontai menuju mobil mereka, didampingi Rans dan Revandra disisinya.
.
__ADS_1
.
.