LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 123


.


.


.


Malam itu makan malam penuh kehangatan berlangsung Dirumah besar Abigal. dengan berbagai macam menu yang tertata rapi dimeja.


Baik mama wina maupun Ibu Rani dan pak Ridwan sungguh bahagia dengan kebersamaan yang terjadi.


" Rans, kau bilang akan memgenalkan wanita yang dekat denganmu ??" tanya Abigal.


uhukk..uhukk..


Rans yang terkejut tersedak dengan pertanyaan Abigal, ternyata kakaknya begitu mengingat setiap kata yang diucapkan Rans dalam kiriman pesan.


" Rans kau sedang dekat dengan siapa ?? kenapa mama tidak tau ??" tanya mama wina.


Rans meneguk segelas air putih hingga tandas.


" bagaimana jika kita makan dulu ?? aku lapar sekali " jawab Rans dengan mengalihkan pembicaraan.


Abigal hanya menyunggingkan senyum dengan respon sang adik.


" iya, silahkan nak Rans.. kita nikmati dulu makan malam ini.. " balas pak Ridwan.


Rans sedikit lega karna kakaknya tidak mendesaknya didepan meja makan yang banyak orang termasuk juga Samantha. meski sudah mengikhlaskan, namun Rans tetap merasa tidak enak.


.


.


Selesai makan malam Rans segera berlari menaiki tangga agar terhindar dari pertanyaan konyol sang kakak, namun rencananya tidak berhasil, Abigal sudah bersandar diujung tangga.


" kakak, kau sangat ingin tau ya ??" gerutu Rans.

__ADS_1


" tentu saja !! suapaya aku tidak kawatir.." balas Abigal spontan.


" kau masih kawatir aku mengharapkan Samantha ??" tanya Rans


" si..siapa .? tentu saja tidak.." balas Abigal dengan membuang tatapannya.


Rans tersenyum tipis melihat tingkah Abigal.


" jika kakak menyakiti dia, otomatis aku akan mengambilnya kembali.." ucap Rans sambil.melewati Abigal.


Abigal membulatkan matanya. " apa kau bilang ??!!"


Rans berlari kecil menuju balkon, dengan celatan Abigal menyusul lari Rans dan memukul bahu adiknya, tidak kuat, namun hal itu malah membuat Rans tertawa terbahak-bahak..


" ha..ha..ha..ha.. kakak, kau seperti anak ABG saja !!"


" beraninya kau bilang seperti itu !!" gerutu Abigal.


" memang kau ada niat menyakiti Samantha ??" ejek Rans lagi.


" kakak.. ampun.. kenapa kau mudah marah sekali..!!" teriak Rans dengan diimbangi tawanya.


" jika kau bicara sembarangan lagi, aku akan menyumpal mulutmu dengan sepatuku !!" balas Abigal yang terus menyentil kening Rans.


" ok..ok..tidak akan..ha..ha.." Rans tertawa sebab Merasa geli.


Abigal melepas kepala Rans dan ikut tersenyum. inilah yang begitu dirindukan, candaan dan kebersamaan dengan adiknya.


Rans yang.menyadari abigal menatapnya terus ikut tersenyum dan keduanya berpelukan hangat.


" kakak, aku merindukanmu yang seperti ini.." ucap Rans lirih.


" kau adik menyebalkan yang begitu aku rindukan.."balas Abigal.


Rans tertawa kecil dibuatnya.


" jadi katakan anak muda, siapa wanita yang akan kau kenalkan dengan kakak ??" abigal.kembali pada niat awalnya.

__ADS_1


Rans memutar bola matanya dengan malas. "apa harus ??"


" bukannya kau yang mengatakannya !!" protes Abigal.


" aku belum yakin kak, ini rasa suka atau hanya rasa nyaman. dia lucu, menyenangkan, konyol, dan penuh semangat." ucap Rans seolah mengagumi seseorang sambil tersenyum.


Abigal.memicingkan matanya. " itu.namanya kau menyukainya bodoh !!"


" benarkah ??" tanya Rans


" tentu saja !!" jawab Abigal.


" tapi aku ragu bagaimana mengatakannya.." Rans terduduk dikursi santai dibalkon itu.


" ya ampun Rans.. kau dulu kan pernah menyatakan cinta pada Samantha kan ??!! kenapa sekarang kau bingung dan ragu ??!!" timpal abigal.


" ini berbeda kak, aku dan Samantha kan memang berteman sejak smp, mudah sekali karna kami terbiasa bersama.. dan ini.. aahh..aku susah mengatakannya !!" Rans mengacak rambutnya.


" mau tidak aku ajari sebuah trik ??" bisik abigal.


Rans menautkan alisnya. " trik ?? apa ??"


Abigal mendekati telinga Rans dan membisikkan sebuah kata pada Rans.


Rans membulatkan matanya " kakak.kau sudah gila !! mana mungkin aku bisa melakukannya !!! ya ampun.. apa seperti ini jika.pria sudah menikah !!!?? tidak.. tidak.. saran yang menyesatkan !!" Rans segera berlari menghindari Abigal.


"hey !! jangan sembarangan !! kau akan berhasil.nanti !!" ucap abigal dengan suara meninggi.


" tidak mau !! aisshh.. kenapa kakakku jadi gila begitu !!" gerutu Rans yang mempercepat langkahnya.


Samantha yang melihat keakraban kakak adik itu melipat kedua tangannya dengan senyum bahagia. inilah yang sejak dulu ia harapkan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2