LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 205


.


.


.


Meski terasa kawatir, Nada berusaha terlihat biasa saja. dimeja makan bahkan ia berusaha membujuk putri gadisnya yang enggan makan dan hanya murung saja.


bujukan dari Darren dan mayra seakan hanya angin lalu ditelinga Zakia. ia begitu kawatir pada sang papa, entah mengapa Zakia merasa sesuatu telah terjadi pada papanya.


" sayang.. mama masak makanan kesukaanmu.. ayo cobalah.." ucap Nada dengan lembut seraya menaruh lauk kesukaan Zakia.


" ma.. sebenarnya papa kemana ?? kenapaa belum pulang ??" pertanyaan Zakia langsung meredupkan senyum Nada.


Darren juga menghentikan aksi makannya. begitupundengan mayra.


" ma..mama juga sebenarnya sangat kawatir kan ??!! kenapa kita tidak mencari papa saja !!" pinta Zakia.


Nada masih bungkam, ia hanya menunduk seraya menahan air mata.


" jangan dicari sayang !!! papa sudah kembali !!!" suara yang amat dirindukan seisi rumah terdengar dari sudut pintu.


semua menoleh kesumber suara itu. senyum haru dan kebahagiaan nampak diwajah zakia dan mamanya kala melihat Revandra berdiri disana bersama Rans.


" papa..." Zakia langsung berlari kearah Revandra dan memeluk sang papa dengan erat.


Darren dan mayra bernafas lega kala melihat Revandra disana. Sedangkan Nada masih mematung tetap duduk namun matanya terarah pada Revandra yang memeluk Zakia.


" papa kemana saja !! kenapa perginya lama sekali !!" protes Zakia sembari terisak dalam pelukan sang papa.


" maafkan papa sayang.. papa terlalu lama perginya. "balas Revandra dengan mengusap punggung anak gadisnya itu.


Zakia membuka pelukannya. "papa harus jelaskan nanti !!"

__ADS_1


," pasti sayang.. " jawab Revandra dengan beralih menatap Nada. yang mematung dengan mata membulat yang tergenang air mata.


Revandra melangkahkan kakinya, meski jalannya masih pincang namun Revandra memaksa terus melangkah hingga tepat dihadapan Nada.


Nada menatap lekat wajah suaminya yang masih banyak bekas luka yang sudah mengering.


Revandra membuka tangannya dengan senyum diwajahnya. seketika Nada berhambur kepelukan suaminya itu.


" kau jahat.. kenapa kau tidak minta ijin padaku dulu..." Nada memukul dada Revandra beberapa kali.


Revandra semakin mengeratkan pelukannya.


" maafkan aku.. maafkan aku..jangan menangis..lihatlah Naren menatap kita " hibur Revandra. yang beralih menatap anak laki-lakinya yang sudah berusia 7 tahun, duduk diam tanpa merespon kedatangan papanya.


Nada.ikut melihat kearah Naren.


" dia sama sekali tidak perduli.." ucap.Nada


" Naren.. kau tidak merindukan papa.." ucap Revandra pada putranya.


" baiklah, kita bicara nanti lagi. bagaimana jika kita makan dulu ??" tawar Revandra.


Darren dan mayra hanya mengangguk pertanda setuju. Zakia menarik Rans menuju meja makan dan duduk bersama keluarganya. senyum bahagia nampak diwajah zakia. kini bahkan tanpa disuruh Zakia melahap habis lauk kesukaannya.


.


.


Naren bergelayut manja pada sang papa, baby kembar yang sudah menginjak usia 12 bulan juga sudah mengerti jika papapnya sudah disana.


" papa wajahnya kenapa ??" tanya Naren dengan seketika.


Revandra bingung mau menjawab Apa.


" papa jatuh dari mobil sayang.." Nada mencoba menjawab.

__ADS_1


" jadi papa pergi menolong kak Revia ??" Zakia menambahkan. yang sejak tadi ia sudah bertanya secara pribadi dengan Rans


" iya, maafkan papa tidak memberitau kalian." jawab Revandra dengan jelas.


" lalu kau kemana ?? kenapa.tidak memberi kabar ??" tanya darren yang kesal karna kawatir.


" aku terluka, tidak mungkin aku kembali dengan luka yang banyak.. Nada pasti akan menarik telingaku jika tau aku berkelahi lagi.." balas Revandra dengan suara meninggi.


" kau tau aku akan marah.. tapi kau tetap nekad kan ??!" timpal Nada.


" he..he..he.. sayang.. kau jangan marah, aku kan sudah kembali.." Revandra tertawa kecil karna menutupi ketakutannya pada Nada.


" syukurlah kau selamat. lalu bagaimana wanita yang kau selamatkan ??" tanya Mayra.


" dia sudah bersama keluarganya. tapi masih ditangani psikolog, trauma berlebih yang ia dapatkan membuatnya selalu histeris jiks dekat dengan pria." jawab Revandra yang tengah bercanda dengan ketiga putranya.


" kasihan sekali wanita itu.." ucap Nada.


" sangat kasihan sayang.. makanya aku berusaha keras membebaskannya dari Pria jelek itu.." balas Revandra.


" apa kau sudah menyampaikan pesanku pada pria jelek itu ??" tanya darren.


" tentu saja sudah. ada dimarkas jika kau ingin melihatnya." jawab Revandra dengan santai.


" apa yang kalian bicarakan ??" tanya Nada.


" hanya oleh- oleh untuk kakakmu itu sayang.." jawab Revandra yang melayangkan ciuman dikening Nada.


Zakia terdiam disana. ia merasa bersalah disini karna keinginannya papanya rela melakukan apapun, bahkan membahayakan nyawa sekalipun telah dilakukan papanya.


Rans mengusap punggung Zakia berusaha memberi kekuatan pada kekasihnya itu, Rans sangat mengerti Zakia pasti berfikir semua karna keinginan dirinya menolong Revia.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2