LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 173


.


.


.


Meski sudah tidak terlihat, Zakia tetap setia berdiri menatap kepergian Rans. kini ia merasakan bagaiman rasanya jauh dari orang yang ia cintai. bahkan sorotan orang-orang yang menatapnya tak dihiraukan Zakia.


" sudah...sudah.. Ransnya sudah tidak terlihat tuh !!" tegur Revandra.


Zakia hanya mengerucutkan bibirnya.


Nada mendekati sang putri dan mengusap lengan Zakia. "hanya satu minggu. setelah itu dia akan segera kembali."


Zakia mengangguk dengan senyum tipisnya.


" kau tadi baru bangun tidur langsung kesini ?? bagaimana bisa kau tidak.menggunakan alas kaki ??" tanya Revandra.


Zakia menundukkan kepalanya, matanya membulat, ia sama sekali tidak sadar jika sejak tadi ia bertelanjang kaki.


Zakia cengengesan dihadapan papa dan mamanya.


Nada tertawa kecil melihat ekspresi sang putri yang baginya sangat lucu.


" baiklah. ayo kita pulang.." ajak Revandra.


Nada mengangguk lalu menggandeng lengan zakia. sesekali zakia menoleh kebelakang, berharap rans membatalkan keberangkatannya, namun semua hanya impian saja, Rans harus segera tiba diLondon untuk perjalanan bisnisnya.


Setelah hampir sampai didekat mobil Zakia teringat jika mobil sang papa yang ia bawa sedikit penyok dibagian depan. bahkan ia datang sendiri tanpa sopir.


" berhenti dulu !!!" ucap zakia tiba-tiba.

__ADS_1


Revandra dan Nada menghentikan langkahnya.


" ada apa sayang ??" tanya Nada.


wajah zakia berubah tegang, "emm..pa, mobilku..ada disana" ucap Zakia ragu-ragu sembari menunjuk arah dimana mobilnya terparkir.


" biarkan saja, biar sopir yang membawanya.." jawab Revandra santai.


" ta..tapi pa, itu..emm..itu.. tadi..aku..aku..berkendara sendiri.." ucap Zakia lirih.


" oh.." Revandra membulatkan matanya ketika mencerna kata-kata putrinya "apa ??!!! kau berkendara sendiri !!??" teriak Revandra.


Zakia nyengir kuda bercampur takut, ia kemudian mengangguk pelan.


Revandra mendegus kesal seraya mengusap wajahnya. " ya ampun Zakia.. kau kan baru bisa menyetir !!!"


" ta..tapi, aku tidak.ngebut kok !! sumpah !! dan aku aman kan sampai disini ???!!" balas Zakia mencoba menenagkan Revandra.


" pa, biarkan saja.. hanya sekali ini.. ini juga kan karna mengejar cintanya.." ucap Nada menengahi.


Revandra benar-benar tak menyangka, Nada malah memuji putrinya.


Revandra kembali membuang nafasnya secara perlahan. " huh.. baiklah, papa maafkan. sudah ayo kita pulang.. kalian bersama gondrong, papa.yang bawa mobil Zakia tadi." terang Revandra


Nada.mengangguk pertanda setuju.


Sementara Zakia masih diliputi rasa takut bercampur kawatir. papanya tidak tau jika mobilnya penyok.


Revandra berbalik arah menuju mobil yang ditunjuk Zakia. sedangkan Zakia dan Nada mendekati gondrong yang sudah siap disisi mobil.


" loh.. nona kok ada disini ??" tanya gondrong.


"tentu saja !!memangnya tidak boleh !!" jawab Zakia dengan.ketus.

__ADS_1


Ia mengikuti sang mama masuk kedalam mobil.


" apa kau belum sarapan juga ??" tanya Nada penuh perhatian.


" belum ma, aku baru bangun dan mbok.Yumna bilang paman Rans berangkatnya satu jam lagi, makanya aku buru-buru sampai menyetir sendiri..," terang zakia.


" kasihan sekali anak mama." Nada mengusap wajah Zakia dengan lembut.


" nona menyetir sendiri ??!" tanya Gondrong.


" tentu saja. hanya sedikit pelajaran dari paman aku sudah bisa.." jawab zakia dengan bangga.


"syukurlah kalau begitu.. berarti jika nona sudah lulus SMA, tuan akan menyerahkan mobil ini kepada Nona." ucap Gondrong.


" itu pasti..ayo pulang.. aku lapar.." balas Zakia penuh semangat.


Gondrong mengangguk dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


Sementara Revandra menemukan mobilnya. ia sedikit terkejut ketika mendapati mobil.pribadinya yang ada disana. ia bahkan belum sadar jika bagian depan mobilnya sedikit penyok.


saat hendak masuk Revandra tak sengaja melihat bagian depan yang penyok tadi. ia mengurungkan niatnya masuk, meneliti kap mobil depannya dengan mencondongkan tubuhnya.


" ya ampun Zakia !!!dia bilang selamat, ?? tapi mobilku penyok ??!!" gerutu Revandra dengan meneliti sekeliling mobilnya.


Revandra berdiri dengan benar ia mengatur nafasnya agar tidak terbawa emosi. ia memilih segera masuk kedalam mobil. dengan menahan kekesalannya ia meraih seftibel untuk dipakai, namun ternyata kekesalannya harus bertambah lagi disana.


" Zakia !!! ini diapakan lagi !!! kenapa sampai putus begini !!!" teriak Revandra meluapkan kekesalannya.


segera ia meraih ponselnya dengan nafas memburu.


" gondrong segera kembali !!! cepatlah !!!" bentak Revandra dengan mengatur nafasnya lagi.


.

__ADS_1


__ADS_2