
bab 68
.
.
.
Abigal terduduk diam tanpa mengucapkan apapun. Rans kabur dari rumah Revandra, entah bagaimana caranya Abigal sendiri sampai tidak mengerti. Rumah Revandra dijaga ketat oleh para penjaga, namun Rans masih bisa lolos begitu saja.
Revandra yang merasa tidak enak menepuk pundak abigal seolah berusaha memberikan kekuatan untuk Abigal.
" maaf kami terlalu lalai." ucap Revandra lirih.
Abigal masih terdiam,
" q akan meminta anak buahku untuk membantumu mencari..-"
" tidak usah Vandra. biarkan saja ia pergi, q akan menunggunya saja tanpa.mau mencarinya." timpal Abigal.
" kau yakin ??" tanya Revandra.
Abigal mengangguk pasti. " iya, q tidak akan menghalangi keinginanya, sudah waktunya dia bebas tanpa q," Abigal lalu berdiri dan pergi dari rumah Revandra.
" terima kasih banyak sudah menampung adikku beberapa hari, " ucap Abigal sebelum pergi
" katakan saja jika kau membutuhkan bantuan."timpal Revandra.
__ADS_1
Abigal melangkah pergi keluar dari rumah besar itu.menuju mobilnya yang terparkir didepan rumah.
.
.
Dirumah Samantha masih dilanda kekawatiran karna Abigal belum juga kembali. beberapa kali Samantha berdiri dari duduknya mondar mandir seperti setrika serta duduk kembali dengan wajah gusarnya.
" siapa yang kau tunggu ??" sebuah suara yang tidak asing menggetarkan hati Samantha.
Samantha menoleh sumber suara dan betapa terkejutnya ia dengan sosok yang berada tepat dihadapannya kini. samantha menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang dilihat.
perlahan dia mendekati Samantha dengan jalan masih terpincang-pincang.
" apa kau begitu mencintai kakakku sampai kau sekawatir ini padanya ??!!" tanya Rans sepenuh hati dengan mata berkaca-kaca.
" apa sudah tidak ada cinta dihatimu untukku ??" tanya Rans yang sekarang ada didepan mata Samantha, tepat dihadapannya hanya berjarak beberapa centi saja.
Beberapa kali samantha menelan ludahnya dengan kasar,
" kau tau, ingin sekali q marah padamu..karna kau dengan mudahnya menerima kakakku dan melupakanku, tapi begitu bodohnya q yang tidak bisa membenci apa lagi marah padamu, kau tau kenapa ??... karna dihatiku masih sama seperti dua tahun yang lalu, masih ada kau yang setia q jaga dihatiku,.." ucap Rans dengan mata yang berlinang.
Samantha menarik nafasnya, ini waktunya untuk bicara pada Rans, sudah tidak seharusnya ia menangis.
" Rans.. q tau kau kecewa padaku, semua terjadi seperti air mengalir begitu saja sejak kau mengirimkan surat untukku, jebakan dari teman-teman kita yang membuatku terpaksa menerima pernikahan yang ditawarkan kakakmu, kau tau, jika malam itu kita benar melakukannya dan terjadi sesuatu padaku ?? apa yang akan terjadi padaku ketika kau tidak ada disisiku ??" terang samantha, suaranya bergetar kuat, menahan sesaat air mata yang ingin menetes dengan sendirinya.
Rans mengusap kasar wajahnya,
__ADS_1
" q minta maaf padamu Rans, maafkan q yang menghianatimu, sekarang berbeda dari dua tahun lalu, q kini istri dari kakakmu, dan itu kenyataannya." lanjut Samantha.
" tapi q tidak.bisa merelakanmu untuk kakakku !!" timpal Rans dengan suara sedikit meninggi, dan terduduk dihadapan Samantha,
" q mohon kembalilah padaku Samantha, kesetiaanku selalu q jaga disana semua demi dirimu, bahkan q selalu menghindar dari setiap wanita, q lakukan untuk menjaga perasaanmu..q mohon.. kembalilah padaku, q tidak akan mempermasalahkan semuanya lagi, asala kau mau kembali padaku.." pinta Rans terduduk dihadapan Samantha seolah memohon.
" Rans, bangunlah.. jangan seperti ini berdirilah.." Samantha mencoba meraih Rans untuk membantunya berdiri.
tapi entah mengapa Rans malah menarik samantha kedalam pelukannya dengan erat.
" Rans lepaskan !!! ini salah Rans !!!" berontak Samantha.
Rans malah semakin mengeratkan pelukan pada tubuh samantha. " tidak, q tidak akan melepaskanmu lagi, q tidak akan memberikanmu pada dia meski dia adalah kakakku !!"
Samantha berusaha melepaskan diri, " lepaskan Rans...tolong...!!!" Samantha berusaha berteriak namun rans malah menutup mulut Samantha dengan kain. seketika Samantha pingsan begitu saja.
" maafkan q Samantha, q tidak akan rela kau bersama kakakku yang jahat itu.." gumam Rans
dengan mengatur nafasnya Rans menggendong Samantha untuk keluar dari rumah itu.
.
.
.
.
__ADS_1