
bab 31
.
.
.
Samantha kini tengah dikampusnya, entah kenapa semua terlihat biasa saja, tidak ada lagi yang menggunjing Samantha atau mengatainya bahkan berbisik tentangnya.
samantha tidak.ambil.pusing dengan apa yang telah terjadi, ia memilih menuju perpustakaan untuk membaca buku.
setelah memilah-milah beberapa buku, Samantha membawanya ketempat duduk yang sudah disiapkan.
tanpa sengaja ia bersenggolan dengan seorang pria
bruukk...
buku yang dibawa samantha terjatuh begitu saja.
" maaf....maaf.. saya tidak lihat.." ucap smanatha pada pria yang ia tabrak.
"saya yang minta maaf," balas pria itu sambil membantu samantha memunguti bukunya.
" terima kasih."kata Samantha ketika pria itu memberikan buku padanya.
" sama-sama, perkenalkan namaku Guntur. q mahasiswa baru."ucap pria itu sambil.mengulurkan tangannya.
Samantha menerima uluran tangan Guntur dengan antusias. " selamat datang. q samantha."
" akhirnya q punya teman. maklum q dari daerah, jadi sedikit canggung dengan orang kota." balas guntur.
" benarkah ?? memang kau dari mana ??" tanya Samantha
" q dari Sumatra, kau tau kan ?? tepatnya dari Lampung. q mendapat biaya siswa diuniversitas ini, karna beberapa alasan q datang sedikit terlambat." jawab guntur pelan.
" wah.. jauh ya, semoga kau betah dikota ini," balas Samantha.
__ADS_1
" terima kasih, emm.. bisakah antar q keruangan rektor ?? ada beberapa berkas yang harus q berikan, tadi q salah masuk kesini, anak-anak dibawah mengerjaiku.." ucap guntur.
" oh.. ya sudah ayo q antar.." ajak Samatha.
guntur membalas dengan anggukan kepalanya.
" maaf sebelumnya, samantha kau ambil jurusan apa ??" tanya guntur ragu-ragu.
" bisnis menejemen," jawab Samantha santai. "kalau kau ??" tanya Samantha balik.
" q kedokteran," jawab Guntur.
" wah.. kau hebat sekali.. itu termasuk.impianku dari dulu.." ucap Samantha.
" lalu kenapa kau memilih bisnis ??" tanya Guntur.
Samantha terdiam dengan senyumnya yang luntur,
" maaf, maaf ya, q sudah lancang, maaf sekali lagi.." ucap Guntur.
" tidak apa-apa. itu ruangan rektor,masuklah, q harus keruanganku.." balas Ssamantha
Samantha menunduk dan mmberbalik menuju ruangan kelasnya berada.
.
.
Dikantor Abigal tidak fokus pada pekerjaannya. entah mengapa diotaknya terus saja terbayang wajah samantha yang tersenyum padanya, dadanya yang berdetak tak beraturan membuat Abigal sedikit kesal pada dirinya.
" sebenarnya ada apa denganku !!" gumam Abigal.
tok..
tokk..
tokk
__ADS_1
" masuk !!" perintah Dam
terlihat deri masuk dengan beberapa berkas ditangannya.
"Tuan pukul 10 nanti kita akan bertemu dengan klien dan Tuan Revandra." ucap deri.
" kenapa bertemu dengan pria gila itu lagi sih !!! katakan pada Vandra, q sibuk jadi tidak.bisa menemuinya ?!!!" balas Abigal dengan kesal.
" tapi kliennya akan datang bersama tuan Revandra.." timpal Deri.
" dengan Revandra ?? siapa namanya. ?" tanya Abigal
" Tuan Kennan," jawab Deri.
abigal mengusap wajahnya dengan kasar.
" pantas saja, dia kan kakak iparnya pria gila itu !!! kenapa kemarin q tidak meneliti lebih dulu sih..." umpat Revandra.
" kalau begitu saya permisi."pamit Deri.
Abigal mengangguk pelan.
" pasti Revandra sialan itu akan banyak bertanya !! seperti wanita !! astaga.. kenapa q memiliki teman sepertinya ??!!" gumam Abigal.
Mama wina menuju butik dimana besannya bekerja. sebagai pelanggan tetap butik mewah itu, mama wina disambut hangat para karyawan.
" emm.. bisakah saya bertemu ibu Rani ?? yang bekerja dibagian konfeksinya ??" tanya mama wina pada pelayan butik.
" oh . bu Rani ya, silahkan beliau tidak disini."jawab karyawan itu dengan sopan. sambil mengarahkan mama wina menuju lantai bawah tanah, dimana para penjahit yang menjahit berbagai jenis gaun
" ibu Rani, ada yang mencari anda.." ucap karyawan dengan keras. ibu ani segera berdiri dari duduknya, betapa terkejutnya ia ketika melihat mama Wina sudah berada dihadapannya.
" bu Wina ??" ucap ibu Ani
mam wina menjawab dengan anggukan kepalanya.
.
__ADS_1
.
.