
bab 213
.
.
.
Rans memilih duduk sendiri di tepi kolam, ia juga masih dirumah Abigal. sedangkan yang lain tengah asik bercanda bersama Hasna yang begitu menggemaskan.
" apa ada masalah ??" tanya Abigal yang sudah dibelakang Rans.
" kakak.. huh. aku tidak tau kak.." jawab Rans tampak tidak bersemangat.
" Zakia marah padamu ?? karna kau terlambat datang ??" terka Abigal.
" jika kakak sudah tau jangan dikatakan !!! semua juga karna kakak yang mendadak mengadakan rapat tahunan !!" gerutu rans dengan kesal.
Abigal terkekeh dengan jawaban Rans.
" Zakia itu sekarang sudah bertanbah dewasa. seharusnya dia mengerti pekerjaanmu, jika hanya karna hal seperti ini dia marah, bagaimana nanti jika kalian menikah ?? hubungan kalian juga tidak hanya sebentar bahkan sudah bertahun-tahun, kau selalu mengalah selama ini, mestinya Zakia lebih dewasa menyikapi apapun." terang Abigal.
" tapi memang salahku kak. aku yang berjanji padanya akan menemaninya !!" balas Rans.
" aku tau.. tapi apa manusia bisa menghindar dari ketetapan Allah ?? misalkan kau tidak datang karna kecelakaan apa dia juga akan marah ??" Tambah Abigal.
" itu lain kak.."
__ADS_1
" lalu kau akan bagaimana ??" tanya Abigal.
" entahlah kak, aku juga tidak tau. Zakia menolk menemuiku.." jawab Rans dengan lemah.
Abigal terdiam sesaat memikirkan cara agar adiknya tidak lagi bersedih begitu.
" aku ada ide !! mendekatlah.." pinta Abigal
Rans menautkan alisnya dengan ragu-ragu ia mendekatkan telinganya pada Abigal.
segera Abigal membisikkan sesuatu pada Rans yang membuat Rans membulatkan matanya seketika.
" kakak kau gila ya ??!!" protes Rans.
" hey.. dengar dulu, hanya cara itu yang bisa membuatmu bicara empat mata dengannya..!!"balas Abigal.
Rans terdiam memikirkan cara aneh kakaknya yang baru saja dikatakan.
" ehh.. tunggu !!!" cegah Rans. "baiklah. tapi bagaimana caranya ??" tanya Rans ragu-ragu.
" tenang saja. aku akan meminta seseorang melakukan itu. kau tunggu kabar dariku saja." jawab abigal dengan senyum kepuasan.
" kakak yakin ini akan berhasil ?? aku merasa ragu " ucap Rans.
" belum dicoba belum tau. sudahlah. jangan terlalu difikirkan. malam ini aku akan melakukannya." balas Abigal sembari berdiri dan meninggalkan Rans yang masih setia dengan fikirannya.
" semoga dengan cara ini aku bisa bicara dengan Zakia.." gumam Rans.
__ADS_1
.
.
.
Sementara Zakia yang ada dikamarnya tergeletak ditempat tidur. namun matanya sulit sekali terpejam. sesekali ia meraih ponselnya, berharap Rans mengirimi dia pesan permohonan maaf. tapi semua hanya hayalan saja, tidak ada notif dan tidak ada panggilan.
kesal, hanya itu yang kini dirasakan Zakia.
" memang wajarkan jika aku marah ??! kenapa sekarang jadi dia yang marah ??!!" gumam Zakia sendiri.
tiba-tiba saja lampu dikamar Zakia padam. hingga Zakia terlonjak kaget.
" mati lampu atau bagaimana ??" tanya Zakia sendiri.
ia meraba mencari ponselnya untuk memberi penerangan namun tak kunjung ditemukan. tiba-tiba suara jendela kamarnya terbuka, seketika Zakia menoleh kearah jendela.
" siapa itu !!??" teriak Zakia.
Zakia terlihat waspada meski tak nampak apapun namun Zakia terus berusaha menajamkan matanya. ia berjalan kearah jendela secara perlahan dan penuh waspada.
fikiran Zakia sudah kearah negatif, ia berfikir jika ada penyusup dirumahnya. ia lalu teringat dimana rumah mereka dulu diserang. Zakia mencoba meraba laci kamarnya. meski gelap Zakia bisa hafal tempat-tempat ia menyimpan barang berharga. perlahan tapi pasti Zakia meraih belati kesayangannya. dan membukanya.
dan secara cepat sebuah tangan membekap mulut Zakia dengan erat. Zakia berontak dengan menebaskan belati miliknya. namun perlahan tenaga Zakia berkurang dan berkurang hingga tak sadarkan diri.
.
__ADS_1
.
.