LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 12


.


.


.


Dengan Deri disampingnya, Abigal melangkah memasuki sebuah restoran mewah dimana dia dan sahabatnya telah membuat janji.


langkahnya terhenti ketika sudah ditiba disebelah pria yang sedang santai dengan bervideo call sambil tersenyum ria. Abigal memutar bola matanya dengan malas, dan duduk tanpa menyapa.


" sudah dulu ya sayang, klienku sudah datang..bye.." ucap Revandra dengan gaya konyolnya.


segera ia menutup panggilannya dan beralih menatap Abigal yang terlihat tidak suka.


" kenapa senyummu susah sekali keluar sih !!" ejek Revandra


Abigal menatap tajam Revandra. hingga sang empu hanya celikungan.


" baiklah, kau mau pesan apa ?? hari ini q yang bayar, kau tau q baru saja bahagia q-" Belum selesai Revandra berkata sudah ditimpal Abigal.


"beefstik seperti biasa !!" ucap abigal santai.


Deri menutupi seringainya begitupun dengan Romi asisten Revandra.


Revandra memayunkan bibirnya dengan tingkah sahabatnya itu.


Abigal menyerahkan berkas yang mereka sudah sepakati, " kau lihat dulu, jika ada yang tidak kau suka katakan sekarang saja."


Revandra mulai meneliti setiap berkas ditangannya, " bagus sempurna, jadi dimana q harus tanda tangan ??"tanya Revandra dengan santai.


" yang kau lihat apa ??" tegur Abigal dimana Revandra hanya berpusat pada berkas yang berisikan gambar model yang akan mengisi iklan mereka.


" he..he...he.. kau tau saja, lihatlah mereka semua cantik kan ?? masa kau tidak tertarik dengan satupun wanita model ini ??" jawab Revandra dengan cengegesan.


Abigal menggelengkan kepalanya, sahabatnya itu berubah setelah menikah, hal itu membuat Abigal malas jika bertemu.

__ADS_1


" Abi, kau ini sudah lanjut usia, lihat q, q sudah memiliki 4 anak, apa kau selamanya hanya akan menyendiri terus ??!! mana enak !!" ucap Revandra


Abigal masih terdiam dan terus menikmati pesanan makanan yang baru tiba.


" Abi, kau lihat ini" Revandra menunjukkan foto model diberkas yang dibawa Abigal tadi.


" dia cocok sekali denganmu, bagaimana ??" tanya Revandra penuh antusias.


Abigal menghentikan acara makannya lalu menatap Revandra dengan tajam.


hingga membuat Revandra celikungan tak jelas.


" jangan katakan wanita lagi, q sudah menikah !!" ucap Abigal dengan pasti.


uhukk..


uhukk..


buru-buru Revandra meraih air putih disampingnya.


" kau serius ??" tanya Revandra


" kapan ?? kenapa q tidak kau undang ?? lalu siapa wanitamu ??" Revandra memberondong Abigal dengan beberapa pertanyaan.


" q sudah selesai, q harus segera pulang." tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya Abigal berdiri dari duduknya dan berjalan keluar.


"hey Abi !!! jawab dulu pertanyaanku !!! teriak Revandra.


namun Abigal terus melanjutkan langkahnya diikuti Deri dibelakangnya.


.


.


.


sore hari Mama Wina baru tiba dirumahnya. aroma masakan membuat mama Wina tertarik masuk kedalam dapur, senyum mama Wina berkembang ketika melihat menantunya sudah berkutat didapur bersama bi Sumi.

__ADS_1


" sayang.. kau sedang apa ??" tanya mama wina sambil menghampiri samantha.


" mama, Saman membantu bibi memasak untuk makan malam. " jawab Samantha penuh sopan.


" kau bisa masak ??" tanya mama Wina lagi.


" sedikit ma, tidak terlalu." jawab samantha malu-malu.


mama Wina mengusap kepala menantunya itu.


" Abi memang tidak salah memilih, baiklah.. ayo mama bantu, mama akan memberitaukan padamu apa yang disukai dan tidak disukai oleh Abi.." ucap mama Wina penuh Antusias.


keduanya melanjutkan acara memasak bersama. meski baru bertemu mama Wina dengan mudah bisa menerima dan menyayangi samantha. bagi mama Wina Samantha adalah gadis yang lugu dan lembut hatinya.


.


.


.


.


.


Buat para Readerku jangan terkejut ya kalau Babang Revandra muncup disini... yang belum tau bang Revandra silahkan baca karyaku yang udah ending berjudul CINTA YANG SEMPURNA


di Novel Cinta yang sempurna Bang Abigal juga ada kok meski hanya sekilas aja he..he..he..


😁😁😁😁


kenapa bisa ??


karna karyaku saling mendukung ya..


happy reading..


salam sayang..

__ADS_1


😍😍😍


__ADS_2