LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 178


.


.


.


Malam hari Zakia terlihat kesal. sejak satu jam lalu Rans tidak.bisa dihubungi, bahkan pesan singkat dari Zakia belum dibaca bahkan belum dibalas. uring-uringan, hanya itu yang terjadi pada Zakia.


demi meluapkan kekesalannya, Zakia berlatih bela diri dengan paman gondrongnya.


meski malam hari tak membuat dirinya merasa malas atau apapun.


beberapa kali tendangan dan pukulan Zakia layangkan kearah Gondrong.


Gondrong yang faham maksud Zakia hanya bisa bertahan tanpa.berani melawan seperti biasa. terlihat sekali jika saat ini nona mudanya sedang sangat kesal.


" paman !!! ayo lawan aku !!" teriak Zakia dengan nafas terengah-engahnya.


" tuan melarang saya melawan nona." jawab gondrong


" papa kan sedang tidak ada !! ayolah, aku sedang ingin bertarung !!" pinta Zakia.


"maaf nona, jika nona sedang ada masalah jangan biasakan melampiaskan dengan olah raga seperti ini, akan berbahaya nantinya."nasehat Gondrong.


" kau tau dari mana jika aku ada masalah !!!? jangan sembarangan ya ??!!" protes Zakia


"saya hanya menyarankan saja, kalau begitu saya permisi. waktu latihan sudah usai nona. saya harus kembali kemarkas kami." pamit gondrong.


" paman tunggu !!!" cegah Zakia sembari berlaru mendekati gondrong.


" sejak kecil aku selalu.mendengar nama.markas, tapi sampai sebesar ini aku sama sekali.tidak.tau.wujud dari markas itu, apa markas itu rumah paman ??" tanya Zakia.


Gondrong terdiam, ia takut jika.menjawab malah akan salah.

__ADS_1


"paman, aku tau papa itu anggota mafia kan ??? tidak usah menutupinya.." ucap zakia


gondrong menatap zakia " nona sudah tau ?? sejak kapan ??"


"sudah lama. !!! makanya katakan saja dimana markas papa, aku ingin melihatnya." balas Zakia


" maaf nona, tuan melarang memberitau nona. jika nona begitu ingin mintalah dengan tuan saja." timpal.gondrong.


" kenapa paman takut sekali dengan papa !!" protes Zakia.


" karna papamu pimpinan mereka sayang.." suara Nada terdengar disudut pintu dengan segelas susu ditangannya.


gondrong bernafas lega, ia kini diselamatkan nyonya bsar dirumah itu. segera gondrong berlalu dari hadapan Zakia serta Nada.


"mama..." Zakia berlari menghampiri mamanya.


" minumlah dulu.." Nada menyerahkan segelas susu kepada Zakia. tanpa.menunggu apapu. Zakia.meneguk susu.itu hingga tandas.


" kenapa kau.begitu ingin tau markas papamu ??" tanya Nada.


" em.. hanya ingin tau saja ma.. aku ingin tau mafia itu seperti apa.." jawab zakia sekenanya.


" jika papamu bisa memilih, dia juga tidak.mau ada didalam anggota itu sayang.. mafia selalu identik dengan kejahatan dan kekerasan. sebenarnya papamu juga sudah mulai lelah, ingin sekali ia membubarkan keanggotaan mafia itu,tapi semua anggota tetap meminta papa menjaga dan memajukannya. papamu adalah pemimpin mafia terbesar dikota ini, semua anggota mafia disini tunduk kepada papamu, kau ingat paman Yohan dan paman Romi kan ??mereka adalah asisten papamu sejak dulu didunia mafia juga. selama beberapa.bulan terakhir, mereka berdua yang mengurus anggota mafia papamu, sebab papamu merasa sudah tidak mau ada didalamnya. ia tidak ingin kau dan adik-adikmu mengira papamu adalah penjahat yang menaungi dunia hitam" terang Nada dengan penuh kelembutan dan kejelasan.


Zakia sama sekali tidak menyangka. mamanya menjelaskan sedetail itu dihadapannya.


" kau memang sudah mulai remaja, sudah waktunya kau mencari jati dirimu, mencari sesuatu yang ingin kau ketahui, mama juga pernah difase seperti itu dulu.." lanjut Nada.


" jadi papa sudah lama.menjadi pemimpin mafia ??" tanya Zakia mencoba meyakinkan.


" tentu saja. sebelum kau lahir papamu sudah mendirikan anggota mafianya itu. bahkan dulu mama begitu takut saat pertama kali mendengar jika papamu adalah pimpinan mafia, didalamnya ada banyak sekali anggota yang membutuhkan uang demi keluarga mereka, makanya sampai sekarang papamu tetap kokoh bertahan" jawab Nada.


" jadi sebenarnya mafia itu tidak seburuk kata orang-orang ya ma ??"


"tergantung kita menyikapinya sayang.. mafia memang ada didunia hitam, didalamnya hanya ada penjualan obat-obat terlarang dan senjata api dunia secara ILegal bahkan wanita dan anak-anak, jika difahami semua itu adalah kejahatan. tapi jika.kita lihat dari sisi dalamnya, mereka membeli dan menjual hanya demi menggagalkan setiap transaksi besar penjahat dunia." terang Nada kembali.

__ADS_1


" aku tidak menyangka papa sehebat itu.." puji Zakia.


" itu semua bukan sesuatu yang patut dibanggakan sayang.. bahkan papamu.merasa ia ingin segera lepas dari kehidupan mafia itu.." balas Zakia.


"ma, boleh tidak aku melihat markas papa, hanya melihat saja.. aku ingin tau seberapa.banyak.anggota papa disana..?? boleh ya ma ???" pinta Zakia.


Nada.menerbitkan senyum seraya mengusap rambut panjang Zakia.


" apa mama bisa menolak ketika kau sudah menginginkan sesuatu ??"


Zakia berhambur memeluk Nada dengan erat. "mama.yang terbaik.."


" tapi aku harus rahasiakan ini dari siapapun. kau mengerti ??" ucap Nada.


Zakia.mengangguk pertanda ia sangat mengerti.


dering ponsel Zakia membuyarkan kehangatan ibu dan anak itu. zakia segera meraihnya, nampak nama 'paman Rans' disana. seketika Zakia langsung berdiri dan melepas pelukannya dari sang mama


" mama, aku kekamar dulu ya..!!"Zakia.berlari menuju kamarnya tanpa.menunggu jawaban Nada.


Nada.hanya tersenyum sembari menatap kepergian Zakia.


dekapan hangat dari belakang tubuhnya membuat Nada merasakan kenyamanan.


"kau ibu yang sempurna..".bisik Revandra.


" aku hanya menjelaskan semua kepadanya.. akan lebih baik dia dengar dari kita timbang dari orang lain." terang Nada yang menikmati pelukan suaminya.yang entah sejak.kapan tiba-tiba sudah disitu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2