
bab 58
.
.
.
Dengan penuh rasa bahagia Rans sudah tiba dirumahnya, setelah mengantar Revia Rans tidak mau mengulur waktu lagi, ia langsung krmbali kerumah yang beberapa tahun ini.sudah ia tinggalkan.
Mama wina tersenyum.penuh haru ketika melihat Rans turun dari mobil pengawal yang menjemputnya dibandara.
" mama !!" ucap Rans yang melihat mam wina berdiri didepan pintu. Rans berlari dan berhambur kepelukan sang mama.
mama wina menerima pelukan yang selama ini amat ia rindukan, putra keduanya kini sudah kembali dan akan berkumpul lagi dengannya.
" Rans.. kau kembali.." gumam mama wina dengan mata dipenuhi air mata, yang masih terus memeluk.
" iya ma, Rans sudah kembali.." balas Rans dengan bahagia.
mama wina melepas pelukannya dan memukul kepala Rans.
pukk..
" awww !! mama, kenapa.memukulku !!" protes Rans.
" biarkan saja !! bagaimana bisa kau pulang tapi tidak.memberitau mamamu ini ?!" timpal mama Wina dengan mengusap air matanya.
__ADS_1
Rans menerbitkan senyumnya, ia merangkul pundak Sang mama. " q ingin memberi mama dan kakak kejutan, bagaimana ?? mama terkejut kan ??"
Mama wina.mencubit perut Rans lagi. "dasar anak nakal "
" aaww.. mama geli..," balas Rans yang mencium pipi mamanya.
" ayo masuk, q tau kak Abi pasti belum pulang kan ??" ajak Rans, yang membuat senyum mama wina memudar.
Rans yang menyadari mamanya sedikit berubah bertanya." ada apa mam ??"
mama wina tersadar dan mengerjapkan matanya. ia lalu merangkul lengan Rans lagi. "ayo masuk.. mama tau kau pasti lelah." balas mama wina.
Rans hanya menjawab dengan senyuman. keduanya lalu melangkah.memasuki rumah besar itu.
" aaa..q sangat merindukan rumah ini ma.." Rans melepas pegangan tangan sang mama, dan meneliti setiap sudut rumah yang telah lama ia tinggalkan. semua tetap sama,namun sekarang.banyak hiasan bunga warna warni disetiap sudut, membuat rumah terasa berwarna.
langkah Rans terhenti saat melihat sosok wanita yang amat ia rindukan berdiri diujung tangga dengan tangan memegang ponsel.
Mama Wina menghentikan langkahnya ketika melihat Rans yang dengan intens Samantha yang mematung dengan ketakutannya.
" Samantha.." panggil Rans, seolah ingin memastikan kembali.
Samantha mengatur nafasnya yang tidak karuan itu. beberapa kali ia menelan ludahnya dengan kasar berusaha tetap tenang.
menyadari tidak ada yang berubah, Rans berlari menghampiri samantha. mata Rans sudah digenangi air mata kerinduan dengan gemetar tangan Rans menyentuh pipi Samantha yang kini ada dihadapannya.
" Samantha..benarkah ini kau ?? kau..kau..datang menemuiku ?? kau..kau datang menyambut kedatanganku ??" tanya Rans dengan wajah berbinarnya.
__ADS_1
Samantha jangan ditanya lagi. ia takut, bercampur kawatir, sadar jika ia kini berstatus seorang istri Samantha langsung memundurkan tubuhnya kebelakang seolah memberi jarak pada Rans.
Rans mengusap ujung matanya yang hampir menitikkan air mata. tanpa.berkata apapun Rans meraih tubuh Samantha kedalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat.
Samantha membulatkan matanya dengan apa yang terjadi, ia hendak berontak namun ada rasa tidak tega dihatinya. ia hanya mampu terdiam tanpa membalas pelukan dari sosok pria yang kini berstatus adik iparnya itu.
sedangkan mama wina menutup mulutnya dengan air mata yang terjatuh begitu saja, tak percaya dengan apa yang ia lihat. ketakutan semakin melanda, jika sampai Abigal melihat entah apa yang akan terjadi, mama wina bahkan tidak bisa membayangkan.
" Maafkan q.. maafkan q saman.. q sangat merindukanmu.." gumam Rans dengan masih memeluk Samantha.
Tersadar jika hal itu tidak benar samantha mendorong Rans dengan sekuat tenaganya.
" tolong lepas Rans.. kita bukan muhrim.. " ucap Samantha dengan suara bergetar.
Rans mengusap air matanya dan tersenyum bahagia mendengar suara Samantha.
" maaf. maafkan q.. q terlalu bahagia.. setelah ini q akan menghalalkanmu" balas Rans.
Samantha menggeleng pelan. " tidak Rans, kita tidak bisa bersama, q sudah bersuami." jawab Samantha.
" apa ?? jangan bercanda.." timpal Rans.
Samantha memejamkan matanya " q serius, q sudah menikah."
Rans mematung dengan pernyataan Samantha yang seolah menyayat hatinya itu.
.
__ADS_1
.
.