
bab 157
.
.
.
Disebuah kamar Rans direbahkan oleh Abigal.
" kau keterlaluan Vandra !! lihatlah dia sampai tidak sadar !!" protes Abigal.
" aku hanya ingin mendengar yang sebenarnya dari mulutnya itu !!" balas Revandra.
" tapi tidak dengan membuatnya mabuk kan !! Rans tidak pernah minum sebanyak tadi !!" timpal Abigal yang segera mengusap wajah Rans dengan Air hangat yang sudah disiapkan pelayan Bar. melepas sepatu Rans serta melonggarkan dasi Yang dipakai Rans.
" maafkan kakak Rans.." gumam Abigal sembari mengusap wajah Rans dengan kain basah.
" Za..kia.." panggil Rans dengan suara lemah.
perlahan Rans membuka matanya. " Zakia..ini kau ??" karna kepala yang pusing Rans wajah Abigal didepannya seakan berubah menjadi Zakia.
Revandra segera berdiri dari duduknya dan menghampiri Rans yang setengah sadar.
Senyum kegetiran nampak diwajah Rans. ia mengusap wajah Abigal dengan perlahan.
" ka..u menemuiku ?? apa kau sudah mau menerimaku ??" tanya Rans penuh harap dengan mata memerah. bahkan sesekali ia mengerjapkan matanya rasa pusing yang berlebihan seakan menusuk dikepalanya.
Abigal yang risih wajahnya dipegang Rans segera menampik dengan kasar tangan Rans.
__ADS_1
" kau mabuk Rans.. jangan sembarangan !!" tegur Abigal.
Sementara Revandra memukul pundak Abigal dengan kasar.
" kenapa kau memukulku !!" protes Abigal.
"aku ingin.mendengar kata-kata manisnya Rans..!! kau diam saja disitu !!" omel Revandra.
Abigal hanya mendegus kesal. ia hanya menurut saja.
" kau benar-benar menyukai Zakia ??" sebuah pertanyaan dilayangkan Abigal kepada Rans.
Rans menerbitkan senyum tipisnya. "tentu saja..jika tidak aku tidak mungkin jadi gila seperti ini.." balas Rans yang memeluk guling dengan nyamannya.
Revandra menutupi seringainya. ia baru sadar jika ia tengah mengerjai calon menantunya.
" Zakia masih muda Rans.. biarkan dia meraih cita-citanya.." nasehat Abigal.
" tapi jika dia tidak menyukaimu bagaimana ??" tanya Abigal lagi.
" hatiku berkata dia menyimpan rasa untukku..hanya saja waktu yang tidak tepat." Secara tiba-tiba Rans duduk dan menarik jas Abigal hingga menbuat Abigal terkejut dan membulatkan matanya.
" aku benar-benar mencintainya..aku tidak.bisa jauh darinya.. aku mohon jangan biarkan dia kuliah diLuar negeri..aku mohon.." pinta Rans dengan mata berkunang dan seketika ia kembali tergeletak tak sadarkan diri.
Abigal.baru bisa bernafas lega setelah mematikan Rans sudah benar-benar tertidur.
tatapan tajam dilayangkan abigal.kepada Revandra.
" kau puas !!?"
__ADS_1
" he..he.. tentu saja.. aku lega sekarang.." balas Revandra cengengesan.
" kau bilang akan merestui hubungan mereka jika Zakia menerima Rans!! lalu kenapa kau.harus menguji adikku dengan membuatnya mabuk !!" protes Abigal dengan kesal.
" hey Abi, jangan marah dulu !! namanya seorang papa.yang seperti ini.. aku tidak mau adikmu hanya bermain-main saja dengan putriku.." balas Revandra tak mau kalah.
" sembarangan !! adikku pria yang setia !! jika bukan Rans yang menyukai putrimu aku pasti akan melarangnya.. bagaimana bisa aku berbesan dengan orang gila sepertimu !!!" gerutu Abigal lagi.
Revandra merangkul pundak Abigal dengan erat.
" sekarang tinggal.yang selanjutnya.." ucap Revandra.
" cih.. mereka yang jatuh cinta tapi kau yang repot !!" balas Abigal.
" bukan Repot, hanya menyatukan saja. aku kasihan pada adikmu itu.." bela Revandra.
" putrimu juga lebih kasihan !! bahkan dia jadi pendiam karna adikku !!" Abigal tak mau kalah.
" jangan sembarangan.. putriku tidak seperti.itu ya.." protes Revandra.
" tanyakan saja pada istrimu dirumah !!" balas Abigal dengan nada tinggi.
Revandra hanya.mendegus kesal. ia kalah telak dari Abigal. memang benar adanya Zakia terlihat murung dirumah. meski usia Zakia masih muda Revandra berusaha membuka hati putrinya agar bisa menerima Rans. bagi Revandra Rans pria yang tepat untuk Zakia kelak.
.
.
.
__ADS_1
.