
bab 192
.
.
.
Zakia mulai tersadar dan membuka perlahan matanya, entah sejak kapan ia bisa tidur bersama Rans diranjang rumah sakit. hal itu membuat Zakia terperajak kaget. ia segera duduk dan membenahi posisinya. jantungnya berdetak bahkan terdengar tak karuan. apa lagi saat teringat posisinya sewaktu baru bangun tadi, dimana ia dengan tenangnya memeluk Rans menjadikan lengan Rans sebagai bantal.untuk tidur dan bersandar.
"ya ampun.. kenapa kau bisa tidur disini !!?" gerutu Zakia. ia menyelipkan anak rambutnya yang berantakan.
perlahan Zakia hendak turun agar tidak membangunkan Rans yang masih terlihat memejamkan mata.
namun baru saja Zakia hendak menurunkan kakinya, sebuah tangan melingkar diperut Zakia menahan agar zakia tidak turun.
"aakkhh !!" karna terkejut Zakia memekik dengan sedikit keras.
Rans yang kaget langsung duduk dari tidurnya.
" ada apa ??" tanya Rans penuh kawatir.
" seharusnya aku yang tanya.. kenapa paman menahanku dengan memegang perutku !!" protes Zakia.
" jadi kau teriak karna itu !!?" Rans merasa tak percaya. biasanya dinovel-novel akan menjadi romatis jika pasangan menahan pasangannya turun ketika diranjang bersama.
" tentu saja !! aku terkejut !! mata paman tadi masih terpejam, bagaimana bisa paman tau dimana perutku !!" balas Zakia
Rans hanya bisa terkekeh mendengar penuturan Zakia. ia teringat kembali jika Zakia gadis.yang masih sangat lugu.
Zakia berusaha melepas tangan Rans yang masih setia.melingkar diperutnya.
" paman lepaskan dulu !!" pinta Zakia.
" tidak mau... aku ingin.memelukmu dulu.." Rans malah.menarik Zakia dan memeluk Zakia dari belakang. Zakia hanya tersenyum.malu-malu mendengar ucapan Rans.
__ADS_1
"berapa lama kita tidur ??" tanya Zakia.
" mana aku tau.." jawab Rans sekenannya sembari memejamkan.mata dan.meresapi.harumnya rambut Zakia dari belakang.
" bagaimana tadi aku bisa tidur disitu ?? lalu tadi.jika ada perawat masuk bagaimana ??" tanya Zakia menerka-nerka.
"jika ada pasti mereka akan membangunkanku.. kau.tenang saja.." balas Rans dengan santai.
" kalau mereka sungkan bagaimana ??!!" tanya Zakia lagi.
" ya biarkan saja.. asal ada kau disini aku pasti cepat sembuh !! aku tidak butuh dokter dan perawat.." balas Rans
" paman !! aku serius !!" protes Zakia.
" aku juga serius sayang.." timpal.Rans.
" paman menyebalkan !?" gerutu zakia.
" dan kau akan mendapat hukuman jika masih memanggilku paman lagi.." balas Rans.
Zakia membulatkan matanya dan memutar tubuh. menatap Rans. "kenapa jadi hukuman ??!!
Zakia menerbitkan senyum keterpaksaannya sembari melongo dengan penuturan Rans. Rans begitu ingin panggilan untuknya diubah.
" ok honney.. aku akan memanggilmu honey saja.." goda Revandra yang sudah didepan pintu.
Rans dan Zakia yang terkejut dengan suara yang tiba-tiba ada itu langsung menoleh kearah pintu. dimana Revandra dan abigal berdiri dengan tangan terlipat didada.
karna reflek Zakia segera turun dari ranjang rumah sakit. dan duduk disisi ranjang sembari tertunduk. malu, takut bercampur menjadi satu bergejolak dalam hatinya. seakan tak berani walau hanya mengangkat wajahnya.
" bagaimana ?? kau setuju Rans ??" tanya Revandra sembari melangkah mendekati Rans dan zakia.
meski grogi Rans berusaha biasa saja. "itu ide bagus kak " balas Rans.
Tukk...
__ADS_1
"awww !! kak abi.. kenapa memukul kepalaku !!" protes Rans sembari mengusap kepalanya yang dipukul Abigal.
" dasar pria modus !! masih sakit sudah aneh- aneh saja yang kau mau !!" balas Abigal dengan kesal.
" aneh-aneh yanga bagaimana ??! aku hanya memintanya mengganti panggilan !!" timpal Rans.
" itu sama saja bodoh !!" balas Abigal.
" tentu saja tidak !! jika aku memintanya mengganti baju disini itu yang namanya aneh-aneh !!" terang Rans membela diri.
Abigal menarik telinga Rans..
" aaww !! kakak .. kenapa kau malah menarik telingaku ??!!!! sakit !!" teriak Rans
" apa kau sedang memikirkan hal.mesum seperti itu !!" terka Abigal.
" tentu saja tidak !! aku kan hanya memberi contoh.. aku juga masih memiliki otak waras kak !!!" protes Rans sembari mengusap telinganya yang ditarik Abigal.
" sudahlah Abi.. aku percaya pada Rans kok..kau jangan berlebihsn begitu.." ucap Revandra menengahi.
Zakia perlahan mengangkat wajahnya. menatap.sang papa. Revandra mengusap punggung Zakia dengan lembut.
" kau tenang saja. papa.juga percaya padamu.. kau pasti bisa menjaga diri dengan baik.." ucap Revandra pada Zakia dengan penuh kelembutan.
"terima kasih pa.." Zakia.memeluk lengan Revandra dengan bahagia.
" ada yang ingin meminta maaf denganmu Rans.." kata Revandra beralih kepada Rans.
"siapa.kak ??" tanya Rans keheranan.
" masuklah !!!!" perintah Revandra dari dalam.
netra Rans langsung beralih kearah pintu dimana suara sepatu memasuki Ruangan rawatnya berada.
.
__ADS_1
.
.