LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 115


.


.


.


Revia hendak.masuk kedalam taksi, namun dikejutkan dengan suara yang memanggil namanya.


" Revia !!" Rans yang baru turun dari mobil berlari kecil menghampiri Revia.


" Rans, kau kemari ?? Rumah sakit ini jauh dari rumahmu.." ucap Revia seakan tidak percaya.


Rans berbicara dengan sopir Taksi dan memberinya uang agar sopir itu segera pergi.


" aku kawatir padamu, Zakia bilang kau tadi diserang maudy." balas Rans yang tidak suka basa basi.


" Zakia.. dia pasti sudah bilang jika aku.. aishh..bagaimana ini.." ucap Mayra dalam hati. ia menggigit bibir bawahnya.


" kau tidak apa-apa kan ??" tanya Rans memastikan.


" tidak, aku baik-baik saja. Zakia menolongku lagi.. " jawab Revia.


" bagaimana jika kita minum kopi ??" ajak Rans.


Revia tersenyum dan mengangguk pasti. Segera Rans menuntun Revia menuju mobilnya. mereka berdua memilih tempat yang tidak terlalu jauh.

__ADS_1


Keduanya menikmati secangkir kopi dengan suasana malam yang hangat.


" maaf ya. karna kesal padaku mantan sekretarisku melampiaskannya kepadamu. tapi aku sama sekali tidak tau jika dia juga mengenalmu," kata Rans.


" Itu bukan salahmu Rans dan juga aku tidak mengenalnya .. jika saja Zakia tidak bilang bahwa Zakia pernah bertemu dengan wanita itu mungkin aku akan mengira dia salah orang.." terang Revia.


" aku juga heran. dari mana dia tau kita saling mengenal ?? " Rans menyandarkan tubuhnya dikursi.


" em...apa..apa wanita itu menyukaimu ??" tanya Revia ragu-ragu.


Rans membuang nafasnya dengan kasar. "dialah penyebab masalah besar dalam hidupku. jika saja bukan karna dia, mungkin saat ini aku masih bersama Samantha."


" m..maksudmu ??" Revia mengulang.


" dia yang menjebak kami dikamar hotel, karna ulahnya kakakku harus menutup aib keluarga dengan menikahi samantha. aku terpaksa harus kuliah diluar negeri karna itu adalah janji kakaku kepada papaku,." terang Rans. yang seolah larut dalam masa lalu lagi.


" lalu, kenapa kau biarkan dia bekerja dikantormu ?? Zakia.bilang dia sekretarismu ??" tanya Revia lagi.


" dia ber ulah lagi. ketika aku kalut dalam kekecewaan melihat kakakku menikahi Samantha, dia menggunakan kesempatan itu, dia membodohiku dan akhirnya aku melakukan dosa besar..aku melenyapkan calon anak samantha dan kak abi waktu itu.. " balas Rans yang terus merutuki dirinya.


" sudah jangan diingat. maaf ya jika aku terus bertanya.." hibur Revia


" aku tidak akan melupakan kesalahan terbesarku Via, mungkin aku hanya bisa berusaha untuk menebusnya." timpal.Rans.


" Rans...itu semua terjadi bukan atas keinginanmu, semarahnya kau, tidak mungkin kau akan membahayakan janin dan nyawa wanita yang pernah kau cintai.. jadi semua ini bukan sepenuhnya kesalahanmu.. bangkitlah, dan mulai melupakan semua itu, bangunlah sebuah kenangan baru untuk masa depan." nasehat Revia dengan penuh kelembutan.


" terima kasih.." balas Rans dengan sekilas senyum tipisnya.

__ADS_1


" oh ya, Zakia bilang kau mau belajar bela diri ya ??" tanya Rans


uhukkk


uhukk..


pertanyaan Rans membuat Revia tersedak dibuatnya.


" Via, hati-hati jika minum..." Rans mengusap bibir Revia dengan tissu karna minumannya yang berhambur kemana-mana.


" maaf, maaf.. maaf ya Rans.." Revia semakin malu.


" tidak apa-apa. oh ya, jadi benar kata Zakia tadi ?? atau hany alasan anak.kecil itu ??" tanya Rans lagi.


" oh.. em...itu.. itu pasti hanya akal-akalan Zakia saja.. mana mungkin aku berniat belajar bela diri.." Timpal Revia


" hemm.. anak itu awas saja nanti !!" gerutu Rans.


" jangan memarahinya...mungkin dia kasihan saja padaku.." ucap Revia.


" tidak, segalaknya aku mana bisa memarahinya.. melihat tingkah konyolnya saja membuat aku terhibur," balas Rans dengan snenyum lebarnya.


" apa Rans menyukai Zakia ?? kenapa ketika membicarakan Zakia dia begitu bersemangat ??" ucap Revia dalam hati tanpa berani mengutarakannya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2