
bab 183
.
.
.
Satu minggu telah berlalu, waktu kepulangan Rans sudah tiba. Zakia begitu antusias menyambut kekasihnya itu. ia berinisiatif menjemput Rans atas keinginannya sendiri. waktu libur yang pas sekali bagi Zakia, dimana memang ia sedang menikmati libur panjang setelah menjalani ulangan semester.
atas informasi dari Rans, ia berkata akan tiba sekitar pukul 10 pagi, Zakia segera bersiap dengan dress selutut berwarna Dusty dengan rambut sengaja digerai dan tas kecil yang menggantung dipundaknya, Make up tipis yang menghiasi wajahnya membuat Zakia begitu cantik alami.
Nada yang duduk bersama Kedua anak kembarnya sedikit heran melihat putrinya sudah rapi dan bersiap.hendak pergi.
" sayang mau kemana ??" tanya Nada.
Zakia.mencium tangan mamanya. "aku mau bertemu teman ma, hanya sebentar kok.." balas Zakia.
"hati-hati ya.."nasehat mama Nada.
Zakia.mengangguk pasti, tak lupa ia menciuma kedua adiknya yang berada dibawah dengan banyaknya mainana.
setelahnya Zakia segera berlari keluar dari rumah.
ponsel Nada berbunyi pertanda panggilan masuk, segera Nada meraihnya.
" halo kak, apa kabar ??" sapa.Nada.
" Nad, kau dimana ??"tanya suara disebrang.
" aku dirumah memang kenapa ??" jawab nada dengan pertanyaan.
"Zakia libur kan ?? suruh dia kebandara menjemputku." ucap Darren yang termasuk kakaknya Nada.
" Zakia sedang tidak dirumah, baru saja dia pergi. apa perlu aku saja yang jemput ??" balas Nada.
" tidak.usah, kau pasti kesusahan merawat sikembar. sudah biarkan aku naik.taksi saja."ucap Darren.
__ADS_1
" hmm...baiklah. aku kirim sopir saja.. kalian tunggu ya.." Nada langsung mematikan panggilannya. ia segera mencari sopir dirumahnya untuk menjemput kakaknya dibandara.
.
.
sepanjang Jalan Zakia hanya senyum-senyum sendiri, sesekali ia melirik ponselnya dimana pesan terakhir Rans yang bertuliskan 'aku merindukanmu..kita harus menghabiskan waktu seharian nanti..'
namun setelah mencerna kata-kata yang dikirim Rans membuat zakia berfikir negatif.
" apa-apaan menghabiskan waktu seharian !!!? memang dia fikir aku wanita apaan..!!" gumam Zakia dengan meremas jemarinya. ia begitu kesal sekali.
.
.
Tak lama Zakia sudah tiba dibandara. Zakia sengaja tidak membawa mobil sendiri, ia hanya naik taksi agar tidak ada yang tau jika ia menjemput Rans.
Buru-buru Zakia berlari menuju tempat kedatangan luar Negeri saat melirik Jam ditangannya pertanda Jika Rans seharusnya sudah tiba.
bukannya menemukan wajah Rans, netra Zakia malah bertemu dengan pamannya, yang termasuk kakak dari mamanya.
" ya ampun.. itukan papa darren.." gumam Zakia. segera Zakia membuang tatapannya kearah lain. Ia berharap pamannya tidak menyadari jika itu dia, namun ternyata tidak, Sebuah panggilan menyebut namanya dilayangkan pamanya itu
" Zakia !!!"
Zakia memejamkan matanya dengan tubuh kaku. ia mengatur nafasnya dan menbalikkan tubuhnya. senyum keterpaksaan Zakia layangkan kepada pamannya beserta istri yang sudah dekat dengannya.
" kau sedang apa disini ??!!" tanya darren langsung.
" papa..bibi.." Zakia memilih mencium tangan darren dan mayra istrinya darren. "hay princes..kau terlihat cantik sekali.."sapa Zakia kepada keponakananya yang berada digendongan Mayra bibinya.
" em..kenapa tidak.memberi kabar jika akan datang. ??" ucaP Nada basa basi.
" kami ingin memberimu kejutan.. tapi papamu ini malah menghubungi mamamu.." balas Mayra.
" kau sedang apa disini ?? apa mamamu yang memintamu menjemput kami ??" tanya darren lagi.
__ADS_1
" oh.. emm.. iya..mama yang memintaku kemari.. tapi dia tidak bilang jika papa dan bibi yang datang.." jawab zakia asal mengiyakan saja.
Darren manggut-manggut. "baiklah ayo kita pulang.." ajak darren.
" hah.. pulang.. emm..maksudku sekarang langsung pulang ??" Zakia menyela.
" tentu saja. apa kita harus disini sampai besok ??" balas Darren.
Zakia tersadar ia beberapa kali menelan ludahnya, ia harus beralasan apa agar pamannya bisa pergi lebih dulu.
" Zakia, ayo.. apa yang kau tunggu " panggil Mayra membuyarkan lamunan Zakia
" oh.. iya bi.." gelagapan Zakia dibuatnya.
" Zakia !!" suara yang begitu dirindukan Zakia terdengar disana.
semua menatap pria tampan yang menarik koper menuju Zakia berdiri.
darren sebagai pamannya Zakia merasa heran, keponakannya mengenal pria dewasa seperti itu.
" Zakia, dia siapa ??" tanya darren dengan penuh selidik.
Zakia gelagapan dengan pertanyaan pamannya.
" emm.. dia.. dia.." Zakia.bingung harus berkata apa.
Setelah dekat Rans menerbitkan senyum keramahannya. segera ia mengulurkan tangannya kearah darren yang menatapnya penuh selidik.
" halo kak, namaku Rans.. aku kekasihnya Zakia." Rans memperkenalkan diri.
darren membulatkan matanya. ia tidak.menyangka keponakannya yang masih remaja sudah berpacaran. sedangkan Zakia memejamkan matanya menahan sesuatu yang aneh dihatinya.
.
.
.
__ADS_1